2/21/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 8 PART 6


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

“Kau datang lebih awal,” sapa Hae Rin saat menemui Seo Jun di sebuah restoran. Seo Jun bilang ia berencana untuk membaca dulu.


Hae Rin senang karena buku itu terbitan Gyeoroo. Seo Jun bilang ia penasaran dengan karya terbaru Gyeoroo. “Aku editornya,” kata Hae Rin.


Seo Jun memeriksa halaman hak ciptanya. Ia bilang akan membaca buku itu dan memberikan masukan. “Tentu. Aku menantikannya,” kata Hae Rin. Mereka saling tersenyum dan mulai akrab.


Eun Ho agak gugup saat Dan Yi bersandar di bahunya. Ia akhirnya memberanikan diri untuk menyentuh wajah Dan Yi. Ia lalu menyentuh bibir Dan Yi dengan jarinya.


Perlahan, Eun Ho akan mencium Dan Yi yang sedang tertidur. Tapi kemudian ada pesan masuk dari nomor Seo Jun ke ponsel Dan Yi. Eun Ho membatalkan niatnya dan berpura-pura membaca. Dan Yi membuka matanya.


“Aku pasti tertidur,” kata Dan Yi lalu mengecek ponselnya. Ia membaca pesan dari Seo Jun yang memberitahu kalau ia sedang bersama Hae Rin yang memintanya mendesain sampul buku Penulis Yu. Seo Jun bilang ia akan melakukannya jika Dan Yi menginginkannya.


“Mau buah?” tanya Dan Yi. Eun Ho setuju. Dan Yi pergi ke dapur dan Eun Ho akhirnya bisa menarik napas lega.


Seo Jun tersenyum saat membaca pesan balasan dari Dan Yi, ‘Ya, tentu!!’ Hae Rin merasa pembicaraan mereka berjalan baik sejak awal, jadi ia mengajak Seo Jun utnuk membahas kontraknya.


“Aku akan meneken kontraknya,” kata Seo Jun. Hae Rin terkejut karena terdengar sangat mudah. “Kursa aku harus mengerjakan proyek Penulis Yu.” Hae Rin bilang ia merasakan firasta baik saat mendengar prakiraan cuaca kalau salju akan turun.


Pelayan datang dan memberikan daftar menunya kepada mereka.


Dari dapur, Dan Yi melihat Eun Ho yang masih duduk di tempat mereka tadi.


Dan Yi berpikir dalam hati, “Aku tidak tertidur. Mataku kelelahan. AKu pun kelelahan. Seperti biasanya, bahu Eun Ho bisa diandalkan. Itulah kenapa aku bisa memejamkan mata.”


“Tangan apa itu? Tangannya panas. Apa itu mimpi? Apa aku.. sungguh tertidur?” batin Dan Yi.


Air panasnya matang.


Sedangkan, Hae Rin dan Seo Jun malah memesan es krim. Hae Rin menyukai rasanya. “Ah, salju turun,” kata Seo Jun.


“Eun Ho, di luar turun salju,” kata Dan Yi. Melihat Dan Yi yang begitu terpukau, Eun Ho lalu mengajaknya minum teh di halaman.


Seo Jun menikmati salju pertama itu dengan Hae Rin, sedangkan Dan Yi bersama Eun Ho.


Dan Yi: “Indahnya…”
Eun Ho: “Benar. Saljunya indah.”


“Bulannya sangat indah,” kata Eun Ho tempo hari.


Dan Yi bilang kata ‘indah’ mengingatkannya saat Eun Ho menyebut ‘bulannya indah’. Ia juga tahu kalau Eun Ho memposting foto bulan itu di media sosialnya.


‘Alih-alih mengatakan ‘aku mencintaimu’, Soseki Natsume bilang ‘bulannya indah’. Itu malam yang mengingatkanmu padanya,’ posting Eun Ho waktu itu.


Dan Yi bilang ia yang memberitahu Eun Ho tentang Penulis Soseki Natsume itu. “Ya, kau memberitahuku? Apa itu saat aku SMA? Saat Penulis Soseki Natsume masih menjadi guru, dia memberikan PR menerjemahkan kepada muridnya.”


“Saat seorang murid menerjemahkan ‘I love you’ ke dalam Bahasa Jepang, dia menerjemahkannya secara harfiah ‘aku mencintaimu’. Kau tahu apa yang dikatakan si penulis pada muridnya? Karena orang Jepang tidak begitu suka mengucapkannya, jadi penulis itu bilang lebih baik menerjemahkannya menjadi ‘bulannya indah’.”


Dan Yi: “Kau ingat.”
Eun Ho: “Itulah sebabnya kubilang kepadamu, ‘bulannya indah’.”


Dan Yi terkejut.


“Aku baru mengatakannya lagi. Aku bilang ‘saljunya indah’. Indah, kan?” kata Eun Ho mengungkapkan perasaannya. Dan Yi sungguh terkejut.


Eun Ho ingin mengambil salju di rambut Dan Yi, tapi Dan Yi menjauh. “Kenapa? Tiba-tiba kau merasa aku menarik? Jangan bergerak,” kata Eun Ho lalu membersihkan saljunya/


“Apa… kau… Apa kau… menyukaiku?” tanya Dan Yi.


Comments


EmoticonEmoticon