3/11/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 25 PART 1


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Jeong Sik menemukan jas milik Seung Ah dikamar San Hae saat hendak mengambil baju kotor untuk dicuci. Hal itu membuat Jeong Sik berfikir apakah berarti orang yang disukai Seung Ah selama ini adalah kakaknya?


Tiba tiba San Hae masuk dan terkejut melihat addiknya memegang jas itu. Jeong Sik menanyakan lagi kenapa jas itu ada disitu


“Kamu benar, jas itu milik kakak”kata San Hae. Jeong Sik cemas, “Kalau begitu…apakah kakak…”kata Jeong Sik ragu ragu


Belum sempat Jeong Sik menghabiskan ucapannya, San Hae menyela, “Jas itu kakak beli karena kakak suka dengan modelnya”katanya


Jeong Sik menghela napas, “Oh berarti bukan dari Seung Ah. Ah kakak hampir saja membuatku salah paham, aku sampai berpikir bahwa orang yang disukai Seung Ah adalah kak San Hae”


San Hae tak merespon, ia segera menyuruh Jeong Sik keluar dan segera rebah dikasur. Jeong Sik keluar setelah mengambil baju kotor dan mematikan lampu


San Hae kembali bangun dari rebahnya dan menyalakan lampu tidur. Ia memandangi jas pemberian Seung Ah dan mengingat kejadian barusan saat Seung Ah menyatakan perasaannya.


San Hae melihat jam di ponselnya, “Ini dingin, semoga dia sudah pulang”katanya khawatir


Hari ini adalah tahun baru. Orang orang banyak yang merayakannya dengan melihat matahari terbit dipulau Jeju. Jeong Sik sibuk menyiapkan bahan bahan untuk membuat pangsit. Sedangkan Jin Mi terlihat malas dan tak bersemangat


“Hei ini sudah menjadi tradisi keluarga kita untuk membuat pangsit diawal tahun agar memperooleh keberuntungan”kata Jeong Sik


“Tradisi ini sudah lama dan harusnya kita sudah meninggalkannya”kata Jin Mi malas


Jeong Sik tak terpengaruh, ia tetap semangat membuat pangsit. Kemudian ia teringat San Hae, “Hei apakah kak San Hae masih galau? Sebaiknya kamu mengecek keadaannya”pinta Jeong Sik pada Jin Mi


Jin Mi segera kekamar San Hae dan membuka pintu. Saat San Hae menengok, wajahnya terlihat amat menyedihkan. Matanya kosong dan terlihat sangat pucat seperti tidak tidur berhari hari. 


“Apa kakak baik-baik saja? Kakak melakukan ini semalaman?”kata Jin Mi sambil menunjuk papan puzzle yang sedang disusun San Hae. San Hae hanya mengangguk kemudian menyuruh adiknya keluar


San Hae kembali teringat Seung Ah, lalu segera mengalihkan perhatiannya pada papan puzzle didepannya. Begitulah yang ia lakukan sepanjang malam


Sedangkan Seung Ah dikontrakannya sedang kedinginan karena penghangat ruangannya rusak. Sampah bekas air minum berserakan dimana mana dan ia menggigil diatas kasurnya


Seung Ah mencoba menelpon pemilik rumah dan meminta bantuan, namun pemilik rumah tidak bisa membantu dan langsung mematikan telepon


Seung Ah kembali meringkuk diatas kasurnya. Ia takut dan membayangkan akan mati kedinginan disitu. Ia membayangkan keesokan harinya akan terbit berita tentang “Seorang wanita berusia 20 tahunan ditemukan mati beku ditahun baru. Apakah dia menyerah pada kehidupan karena patah hati?”


Seung Ah segera membuang pikiran buruknya. Ia berfikir mungkkin ini karena efek perut laparnya. Ia membuka kulkas dan mencari makanan namun yang tersisa di kulkas hanyalah susu kotak


Seung Ah meminum susu kotak yang tersisa, namun ia memuntahkannya kemballi karena rasanya sudah tidak enak. Ternyata susu itu sudah kadaluarsa. Seung Ah segera meminum air putih untuk mencuci mulutnya.


Perut Seung Ah mulai terasa sakit dan lapar juga. Seung Ah berpikir mungkin ini efek dari  kebanyakan minum semalam. Ia membuka galeri ponselnya untuk mencari screenshoot-an restoran yang pernah ia lihat


Namun Seung Ah malah menemukan fotonya bersama San Hae digaleri ponselnya. Itu membuatnya bersedih kembali


Seung Ah berpikir untuk menghapus foto tersebut, namun ia ragu ragu. Hatinya terasa berat untuk menghapus foto tersebut. Dan akhirnya ia membatalkan untuk menghapusnya


“Lupakan, ayo keluar saja. Mungkin akan terasa lebih hangat daripada dirumah”katanya pada dirri sendiri


Kemudian Seung Ah keluar dan mencari cari restoran sendirian. Namun restoran tujuannya ternyata tutup


“Astaga kenapa semua ini terjadi padaku? Aku ditolak saat tahun baru, diabaikan oleh pemilik rumah, dan sekarang restoran ini tak buka” Seung Ah menyesali hidupnya sendiri


Setelah itu satu brosur hinggap dikaki Seung Ah. Brosur itu tentang seorang peramal yang akan bisa meramal semuanya. Seung Ah tertarik untuk mengunjunginya.

Comments


EmoticonEmoticon