3/11/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 25 PART 2


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Seung Ah ragu ragu masuk kedalam ruangan tempat praktek sang peramal yang ada dalam brosur yang ditemukannya


Peramal itu berpenampilan aneh dan bertingkah seperti orang gila. Seung Ah dipersilahkan duduk. Dan Seung Ah duduk sambil terus mengamati situasi disekelilingnya


“Kamu terlihat sedih dan frustasi makanya kamu datang kemari, apakah itu benar?”kata si peramal


“Benar, aku datang kemari untuk minta diramal”kata Seung Ah


“Baik, biaya awal 10 dolar dan 10 dolar lagi untuk setiap detailnya. Cinta, karier, keluarga, kesehatan, perceraian, orang tua dan anak. Mau diramal soal apa?”
“Aku ingin bertanya tentng cinta, akhir akhir ini kisah cintaku berantakan”


Selanjutnya si peramal menyuruh Seung Ah untuk membayar biaya awal, lalu si peramal mengeluarkan setumpuk kartu. Seung Ah diminta memilih tiga kartu sambil memikirkan tentang kisah cintanya


Seung Ah menutup mata dan memikirkan San Hae, setelah itu ia juga memikirkan Jeong Sik. Kemudian Seung Ah membuka mata dan mengambil tiga kartu


Si peramal mengambil dua kartu lagi kemudian membukanya. “Kenapa kamu khawatir? Ada tiga pria yang menyukaimu, kamu sangat diberkahi”


Seung Ah bingung kenapa peramal itu bilang tiga pria, padahal sepengetahuannya hanya ada dua pria. Seung Ah panasaran siapa pria yang satu laginya. Ia pun bertanya lagi, namun si peramal malah minta 10 dolar lagi untuk penjelasan lebih lanjut.


Karena penasaran Seung Ah segera membayar 10 dolar lagi. Peramal itu mulai menerawang bola kacanya. Ia menjelaskan bahwa pria pertama yang ia lihat adalah pria cerewet yang selalu ikut campur dan ada seorang wanita didekatnya yang terlihat begitu akrab dengannya.


Sebenarnya dalam penglihatan si peramal, pria tersebut adalah Pak Won dan perempuan yang disebelahnya adalah Bu Lee, namun Seung Ah tak dapat melihatnya dan malah berfikir San Hae memiliki wanita lain


Namun peramal tersebut bilang bahwa pria pertama tidak terlalu serius sehingga diabaikan saja. Kemudian peramal itu menerawang pria kedua dan ketiga. Ia mengatakan bahwa pria kedua dan ketiga ini sangat mirip


Seung Ah penasaran dengan dua pria selanjutnya, ia ingin minta penjelasan lebih detail namun si peramal meminta bayaran lagi. Seung Ah tak ragu membayar lagi, kemudian si peramal menerawang lagi


“Dingin, pria berhati dingin. Panas, pria dengan hasrat membara. Satunya dingin satunya menggebu gebu”kata peramal itu. Seung Ah membenarkan karena itu mungkin saja maksudnya San Hae dan Jeong Sik


“Jadi bagaimana nasib hubunganku dengan mereka?”tanya Seung Ah. Sebelum menjawab peramal itu minta bayaran lagi bahkan dua kali lipat. Karena sudah terlanjur penasaran Seung Ah tak ragu membayarnya lagi, namun ternyata uang cash-nya habis, akhirnya si peramal minta ditransfer saja uangnya


“Kamu berjodoh dengan salah satunya. Ini pilihan yang tidak mudah, kamu harus tetap waspada”katanya. Seung Ah terkejut dan semakin antusias mendengar penjelasan si peramal


“Dia tinggi seperti model dan selera modenya bagus. Dia pria yang layak, kamu sangat beruntung”kata si peramal


Seung Ah berpikir pria dengan ciri-ciri seperti itu, ia membayangkan Jeong Sik, namun San Hae juga memiliki ciri-ciri itu. Seung Ah bingung


“Dia berhati murni, dia bahkan akan memetik bintang untukmu. Dia juga selalu memberimu makan, jadi kamu tidak akan kelaparan”si peramal memberi petunjuk lagi. Seung Ah memikirkan San Hae karena ia selalu makan bersama San Hae. Namun Jeong Sik juga selalu memberinya makanan


Seung Ah semakin bingung, kemudian meminta petunjuk lain. Si peramal meminta bayaran lagi, Seung Ah tak keberatan. “Petunjuk terakhir adalah pria itu selalu menjaga dan melindungimu”kata si peramal


Seung Ah tampak berpikir, “Kalau begitu itu Pak Han”katanya mantap, karena San Hae pernah melindunginya dari perempuat tempramen waktu itu. “Tapi Koki Master juga”katanya lagi setelah teringat bahwa Jeong Sik juga pernah melindunginya dari gerombolan preman


Seung Ah malah semakin merasa bingung, ia meminta petunjuk lagi. Namun kata si peramal kali ini ia akan langsung saja memberinya jawaban, namun Seung Ah harus membayar empat kali lipat. Seung Ah tak keberatan membayar berapa pun asalkan rasa penasarannya terjawab. Ia menyetujui kemudia mendengaran perkataan si peramal dengan seksama


“Pintu putih. Ya, jodohmu adalah seseorang yang keluar dari balik pintu putih yang bersinar terang. Siapapun dia, dia adalah jodohmu yang tak boleh kamu lepaskan.”kata si peramal tersebut.

Comments


EmoticonEmoticon