3/22/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 27 PART 2


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

San Hae masuk ke sebuah toko roti dan memilih banyak roti


Bu Lee dibelakangnya menggigil karena kedinginan. Bu Lee berusaha menarik perhatian San Hae bahwa ia kedinginan, namun San Hae cuek dan tak peka sama sekali dengan kode Bu Lee


Pak Won yang malah sadar dan peka bahwa Bu Lee kedinginan. Pak Won segera memberikan jaketnya pada Bu Lee dan menyuruh Bu Lee duduk saja.


“Istirahatlah disitu, aku akan membelikan roti dan susu hangat”kata Pak Won


Pak Won kesal dengan tingkah San Hae, “Jadi tempat sangat penting yang ingin kamu datangi adalah sebuah too roti? Aku tahu ini terkenal, tapi keterlaluan sekali kalau harus kesini dan membuat Bu Lee kedinginan”kata Pak Won


Yang diajak bicara malah melamun, San Hae tak sadar Pak Won sedang berbicara dengannya. Pikiran San Hae terus melayang pada kejadian saat ia dan Seung Ah berciuman sebelum berangkat.


San Hae memegang bibirnya. Ia kemudian segera mengalihkannya dengan memilih banyak roti dan membayarnya dikasir 


San Hae buru buru memakan rotinya untuk menghilangkan ingatannya tentang ciuman itu. San Hae melahap rotinya dengan lahap dan tampak seperti orang linglung


Dari kejauhan Pak Won dan Bu Lee memandanginya dengan penuh ketidak mengertian, “Aku tidak pernah melihatnya selinglung itu sebelumnya. Ada apa dengannya?”pikir Bu Lee


Setelah itu Bu Lee malah ingin memanfaatkan kondisi tersebut untuk menggoda San Hae, “Aku harus menggodanya selagi dia lengah. Pak Won bisa kah kau pergi meninggalkan kita berdua?”pinta Bu Lee


Namun ternyata Pak Won tak mau pergi, “Aku ingin makan roti”katanya


Bu Lee gemas, “Kamu tak mau pergi hanya karena ingin makan roti? Belilah yang banyak dan pulanglah”pinta Bu Lee lagi, namun Pak Won tetap tak beranjak


Bu Lee geram dan akhirnya menarik Pak Won keluar toko. “Apa yang kamu mau? Mengapa kau tidak mau pulang? Kau mau uang? Berapa banyak?”tanya Bu Lee


“Berapa banyak yang bisa kau berikan padaku?”kata Pak Won


Bu Lee memberikan seluruh dompet uangnya pada Pak Won dan meminta Pak Won segera pergi. Setelah itu Bu Lee kembali masuk, meninggalkan Pak Won begitu saja


Pak Won sedih karena Bu Lee sebegitu tidak pedulinya dengan dirinya. “Dingin sekali, setidaknya dia bisa menyerahkan mantelku”kata Pak Won yang kedinginan diluar


Pak Won memandangi dompet pemberian Bu Lee, “Aku masih akan memaafkan Bu Lee, dan aku tidak akan pulang, aku akan tetap tinggal”kata Pak Won kemudian masuk lagi


Seung Ah kembali kekamar rawat ibunya. “Apa pria itu sudah pulang?”tanya ibunya. Seung Ah mengangguk


“Dia pria yang baik. Tidak hanya tampan tapi juga sopan, ibu benar benar menyukainya. Ibu ingin sekali menantu seperti dia”kata ibu Seung Ah. “Berapa umurnya?”katanya lagi


“Dia lebih muda dariku”jawab Seung Ah. Ibunya malah semakin antusias, “Lebih muda darimu? Itu sempurna”


“Bagaimana dengan pria yang tahu banyak hal, sifatnya pendiam dan berhati tulus, serta sedikit lebih tua dariku? Bukankah pria seperti itu lebih cocok untukku?”kata Seung Ah. Dalam hatinya ia membayangkan San Hae


“Apa? Kamu sembarangan. Belakangan ini, mengencani pria lebih muda menjadi tren. Kamu benar benar tidak mempunyai selera yang bagus untuk pria. Pria keras kepala dan membosankan? Astaga, lupakan saja”kata ibunya


Ibunya malah terus bertanya tanya soal Jeong Sik. Seung Ah tak begitu merespon. “Bagaimana dia dimatamu?”tanya Ibunya kemudian


“Entahlah, aku tidak yakin”kata Seung Ah


Ibunya memegang tangan Seung Ah, “Ibu beri tahu ya, tampan, kaya dan berkepribadian baik adalah penting. Tapi yang lebih penting bagi ibu adalah dia menyayangimu dan tidak pernah membuatmu menangis. Ibu menyuruhmu mengencani pria yang bisa membuatmu selalu tersenyum”


Seung Ah mengingat ingat, selama ini San Hae memang sering membuatnya menangis sedangkan Jeong Sik selalu membuatnya tersenyum.
Comments


EmoticonEmoticon