3/22/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 27 PART 3


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

“Aku siap, bagaimana denganmu?”kata Jeong Sik didepan layar laptopnya


“Aku juga siap”kata San Hae didepan layar laptopnya. Kali ini mereka akan mencoba melakukan hal baru dalam kebiasaan mereka. Yakni mencoba makan malam bersama dengan video call


“Kita tinggal menunggu Jin Mi”kata Jeong Sik. Setelah itu Jin Mi datang dengan tergopoh gopoh


“Tradisi keluarga ini sangat menyebalkan”keluh Jin Mi “Ada apa dengan semua biscuit ini? melihatnya saja membuat tenggorokanku kering”kali ini Jin Mi mengeluhkan makanannya


Jin Mi dan Jeong Sik ribut lagi, San Hae menghentikannya dari jarak jauh. Mereka kemudian mulai makan bersama ditempat yang berbeda


“Apakah ini akan baik-baik saja? Bukankah katanya jika kita melanggar tradisi kita untuk makan malam bersama, kita akan terkena hukuman?”kata Jeong Sik


Jin Mi dan San Hae meyakinkan akan baik baik saja, “Aku yakin akan baik-baik saja. Bukankah tradisi harus berubah sesuai dengan perkembangan zaman?”kata Jin Mi


Jeong Sik percaya, tapi sesaat kemudian ia kembali khawatir. Jin Mi sampai mengetok kepala Jeong Sik dengan sendok agar ia berhenti khawatir


“Kakak rasa memang sudah terjadi sesuatu, setidaknya terjadi pada kamu dan aku”kata San Hae tiba tiba


“Apa? Apa maksud kakak? Ini membuatku takut”kata Jeong Sik. Namun San Hae malah mengalihkan pembicaraan


“Kakak, apa kakak tahu? Jin Mi berhasil mendapatkan cowok kaya raya. Dasar wanita licik”kata Jeong Sik mengadukan Jin Mi


Jin Mi terdiam, disaat yang bersamaan Min Hyuk menelpon, namun Jin Mi malah menolak panggilannya


“Tunggu sebentar, bukankah berarti kamu diterima di QBC berkat pacarmu? Lihat saja penampilan dan ketrampilan menarimu, buat apa agensi besar merekrutmu sebagai peserta? Pasti pacarmu yang memasukanmu, iya kan?”kata Jeong Sik


Jin Mi kesal dan memukul Jeong Sik dengan sendok lagi. Mereka berdua berantem lagi dan mengabaikan San Hae dalam video. San Hae kesal dan akhirnya menutup panggilan videonya


San Hae memandangi roti yang dibelinya tadi sore. Tiba tiba San Hae tersadar sesuatu. Ia segera memakan kembali rotinya untuk memastikan


Ternyata benar ada yang aneh. Setelah berciuman dengan Seung Ah lidahnya tak mati rasa. San Hae teringat ucapan Jeong Sik yang mengatakan kekuatannya tak akan berjalan jika kita bertemu dengan jodohnya


“Kalau begitu, apakah Seung Ah adalah takdirku? Kalau begitu, takdir aku dan Jeong Sik adalah Seung Ah?”pikir San Hae.


San Hae memandangi foto Seung Ah dalam ponselnya, “Kalau begitu, sekarang aku harus apa?”


Keesokan harinya, saat akan berangkat kekantor Seung Ah menemukan bingkisan roti didepan pintunya. Seung Ah berfikir roti itu dari Jeong Sik


Dikantor San Hae penasaran dengan respon Seung Ah setelah diberi oleh oleh roti. Namun ternyata Seung Ah tak membahas soal roti sama sekali. Seung Ah juga bersikap cuek. Seung Ah malah akrab dan bertanya tanya pada Pak Won. Seung Ah tak mengajak San Hae berbicara sama sekali


Saat Seung Ah sedang membuat kopi didapur, San Hae mengikutinya dan mencoba mengajaknya mengobrol. Namun Seung Ah masih bersikap cuek dan acuh


San Hae heran dengan perubahan sikap Seung Ah. Seung Ah yang biasanya bertanya soal pekerjaan padanya pun kini malah bertanya pada Pak Won. Bahkan San Hae tak punya kesempatan untuk sekedar mengajaknya makan siang


Bu Lee datang, seperti biasanya dengan penampilan anehnya. Kali ini Bu Lee mengumumkan bahwa berkat kerja keras kemarin, timnya mendapatkan bonus dari kantor pusat. Bonusnya berupa uang tunai, Bu Lee memberikannya pada San Hae dan Pak Won


San Hae ingin sekali makan siang bersama Seung Ah. Namun satu satunya cara agar Seung Ah setuju adalah dengan mentraktir seluruh teman temannya makan menggunakan uang bonusnya. Dengan begitu Seung Ah akan ikut makan bersama pula.


“Aku akan mentraktir kalian semua makan siang bersama sama”kata San Hae yang membuat semua rekan rekannya terkejut. Baru kali ini San Hae mau makan siang bersama dan bahkan mentraktirnya. Teman temannya langsung antusias. Mereka segera mematikan computer dan menuju restoran yang dipilih San Hae


San Hae dan seluruh teman kantornya sudah sampai dilokasi yang dituju. Namun ternyata harga yang ditawarkan direstoran tersebut lebih mahal dari yang ia baca di internet. Budget yang akan dikeluarkan akan lebih besar dari uang bonusnya. San Hae panic namun ia tak mungkin membatalkannya. Dengan berat hati San Hae mentraktir teman temannya.
Comments


EmoticonEmoticon