3/28/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 29 PART 1


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Jeong Sik datang membawa bunga dengan keadaan hati yang berdebar. Ia tak sabar ingin memberikan Bunga dan sup abalone buatannya kepada Seung Ah dan ibunya. Ia tak saabar ingin melihat ekspresi terharu Seung Ah


Namun langkah Jeong Sik terhenti saat melihat Seung Ah sedang berbicara serius dengan San Hae. Jeong Sik mendengarkan percakapan Seung Ah dan kakaknya itu. Akhirnya Jeong Sik tau semuanya


Jeong Sik menjatuhkan bunganya dan memutuskan untuk pergi dalam keadaan hancur


Seung Ah balik badan begitu mendengar San Hae mengatakan bahwa ia menyukainya.
“Apa katamu? Kau menyukaiku?”kata Seung Ah


San Hae mengangguk mantap. “Kenapa tiba-tiba? Apa menurutmu lebih baik untuk mengikuti suasana hatiku daripada merasa tidak nyaman?”kata Seung Ah


“Bukan begitu. Benar aku melukai perasaanmu, aku kasar sekali. Maafkan aku, kukira itu hal yang tepat saat itu, tapi setelah dipikir pikir lagi”kata San Hae yang langsung disela oleh Seung Ah


“Apa kamu selalu seperti ini? kamu mempermainkan hatiku sesukamu, lalu membuatku patah hati disaat penting”kata Seung Ah


San Hae ingin menjelaskan lagi, tapi Seung Ah tidak mau mendengarnya. “Anggap saja aku tidak pernah mendengar perkataanmu tadi. Aku juga tidak mau membicarakan ini lagi. Ibuku menunggu, aku harus pergi. Sampai jumpa”kata Seung Ah kemudian beranjak pergi 


San Hae masuk kekamarnya dan Jeong Sik sudah berada disitu. “Jeong Sik, apa yang kamu lakukan disini?”tanya San Hae


Jeong Sik melemparkan jaket pemberian Seung Ah, “Jaket ini benar kakak yang beli?”tanya Jeong Sik. San Hae tidak dapat beralasan lagi, “Aku mendengar semuanya. Percakapan kakak dengan Seung Ah”kata Jeong Sik lagi


“Maafkan kakak, karena tidak jujur padamu”kata San Hae


“Lalu kenapa kakak tidak menghentikan perasaan kakak? Kakak tahu aku berjuang sekuat tenaga mendapatkan hati Seung Ah karena dia adalah jodohku”kata Jeong Sik dengan nada tinggi


San Hae berbicara dengan nada lebih tinggi, “Kakak sudah berusaha keras untuk menyimpannya, kakak terus menyembunyikannya demi kebaikanmu. Tapi… sejak mulai berpikir bahwa anak baru mungkin jodoh kakak, kakak tidak bisa menahannya lagi”


Jeong Sik tak mengerti, “Maksud kakak apa? Dia jodoh kakak?”


“Mulut kakak tidak mati rasa, tidak ada efek apapun”kata San Hae. Jeong Sik terkejut dan tak mengerti, “Kakak yakin? Bagaimana bisa? Jodoh setiap orang itu hanya satu. Salah satu dari kita pasti ada yang salah atau keliru”kata Jeong Sik


“Baik, lalu apakah Seung Ah menyukai kakak juga atau tidak?”tanya Jeong Sik


San Hae teringat penolakan Seung Ah barusan, “Tidak, tapi kakak akan jujur dengan perasaan kakak mulai sekarang. Kakak tidak ingin mundur lagi”


Jeong Sik tak percaya kakaknya sendiri menabuh genderang perang, akhirnya mereka berdua bersaing untuk mendapatkan hati Seung Ah. “Baiklah, mari kita lihat yang mana dari kita yang jodohnya Seung Ah”kata Jeong Sik lalu keluar dari kamar San Hae


Seung Ah dibuat galau dengan pengakuan San Hae barusan. Ia tak habis pikir kenapa San Hae tiba tiba mengatakan itu. Hatinya yang sudah mulai melupakan San Hae dan mulai membuka sedikit ruang untuk Jeong Sik, kini acak acakan lagi.


Seung Ah teringat ucapan sang peramal yang mengatakan jodohnya adalah yang akan membuatnya selalu tersenyum. Ia juga mengingat nasihat ibunya untuk mencari pria yang bisa membuatnya selalu tersenyum


Seung Ah galau membandingkan antara San Hae dan Jeong Sik


Pagi pagi Jeong Sik tetap membuatkan sarapan untuk kakak kakaknya. Meski perasaannya sedang kesal dan benci dengan San Hae, namun ia tetap harus melakukan kewajibannya untuk membuat sarapan


Jin Mi dan San Hae duduk di meja makan seperti biasa untuk sarapan. Namun mereka kaget ketika membuka menunya yang sangat sederhana dan porsi yang kecil


Sedangkan Jeong Sik makan dimeja yang berbeda dikamarnya. Jeong Sik makan sendiri dengan menu yang istimewa dan porsi yang banyak. Jeong Sik pikir ia butuh makan yang banyak untuk bisa bersaing dengan San Hae mendapatkan Seung Ah


Jin Mi yang segera tahu ada bau makanan lain yang berasal dari kamar Jeong Sik segera mendatanginya.


Jin Mi ingin marah dengan kelakuan adiknya itu, namun Jeong Sik segera menyogoknya dengan mengijinkannya ikut makan dikamarnya


Jin Mi balik lagi kemeja makan untuk mengambil sendok dan sumpitnya kemudian kembali lagi kekamar Jeong Sik. Sebelum pergi Jin Mi hanya berpesan pada San Hae untuk tidak cari perkara dengan Jeong Sik, “Kakak harus merasakan kali ini, betapa melelahkannya bertengkar  dengan Jeong Sik“


San Hae kesal dan geram karena hanya makan dengan menu sederhana sedangkan Jeong Sik dan Jin Mi makan dengan menu enak dan istimewa didalam kamar sana
Comments


EmoticonEmoticon