3/29/2019

SINOPSIS Dae Jang Geum Is Watching Episode 30 PART 3


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: MBC
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Dijalan Jeong Sik mencuri curi kesempatan untuk bisa menggenggam tangan Seung Ah, namun tak berhasil


Jeong Sik berjalan jalan dengan Seung Ah.
“Cuaca saat ini dingin sekali, pasti sangat sulit bagimu untuk menjual mobil. Pekerjaanmu sungguh berat”kata Jeong Sik


“Tidak, lebih sulit lagi Pak Han karena selalu membereskan masalahku. Aku masih anak baru”kata Seung Ah


Akhirnya percakapan malah membahas soal San Hae. Tanpa sadar Seung Ah malah memuji muji San Hae


Jeong Sik menatap Seung Ah, akhirnya Seung Ah pun sadar bahwa ia sudah berlebihan memuji San Hae. Ia pun menghentikan omongannya


Jeong Sik melihat leher Seung Ah, taka da kalung yang ia beri semalam. Seung Ah tak memakai kalunng tersebut. “Apa kau tidak menyukai kalungnya”tanya Jeong Sik


Seung Ah gelagapan dan mencari cari alasan, “Aku tidak bisa memakai kalung itu karena aku alergi logam”katanya


“Tapi kalung itu terbuat dari perak murni”kata Jeong Sik. 


Seung Ah tak dapat mengelak lagi. Akhirnya berjanji akan memakainya dikencan lain kali


Seung Ah menggosok gosokkan tangannya karena kedinginan. “Ini dingin, apa kau perlu meminjam sarung tanganku?”kata Jeong Sik


 Jeong Sik memanfaatkannya untuk memegang tangan Seung Ah. Akhirnya mereka pun berjalan dengan saling berpegangan tangan


Jeong Sik dan Seung Ah sampai direstoran tujuan mereka dan mulai makan. 
“Pak Han, ini sungguh enak”kata Seung Ah di sela sela makan


“Kamu memanggilku apa? Pak Han?”kata Jeong Sik


Seung Ah merasa bersalah karena telah salah panggil, “Maafkan aku, aku sering mengunjungi restoran dengan Pak Han, ini pasti karena kebiasaan”katanya


Jeong Sik mencoba tak masalah kemudian melanjutkan menikati makannya


Jeong Sik mengajak San Hae bertemu di lapangan basket dan mengajaknya bermain basket seperti dulu. San Hae tak keberatan. Jeong Sik berkali kali kalah


Jeong Sik tampak marah karena kalah, “Kenapa kamu marah karena kalah dalam bermain?”tanya San Hae


Jeong Sik melemparkan bola basket kearah San Hae, “Itu karena menyakiti harga diriku karena mengalahkanku bahkan saat kakak semilan tahun lebih tua dariku”


Jeong Sik kemudian melemparkan bola basket lagi “Yang itu karena memberi tahu semua tetangga kalau aku ngompol diusia delapan tahun”


Jeong Sik kemudian melemparkan bola basket lagi “ Yang itu karena menghapus semua file videoku saat aku SMA”


Jeong Sik kemudian melemparkan bola basket lagi, “ Yang itu karena membuatku tampak bodoh dengan menyembunyikan perasaan kakak ke Seung Ah agar tidak menyakitiku”


Jeong Sik kemudian melemparkan bola basket lagi, “Dan yang terakhir, karena aku merelakan takdirku untuk bisa bersama kakak”


Jeong Sik kemudian mendekati San Hae yang sedari tadi diam saja, “Sebaiknya kakak perlakukan dia dengan baik, jangan bertengkar, aku tidak akan memaafkan kakak”kata Jeong Sik


“Pergi ke Starlight Plaza, Seung Ah akan kesana”kata Jeong Sik dengan berat hati
“Terima kasih”kata San Hae. 


Jeong Sik menendang perut San Hae, “Pergilah sebelum aku berubah pikiran”katanya lagi kemudian pergi dengan berat hati


Seung Ah berjalan dihalaman Starlight plaza sambil memegang kalung pemberian Jeong Sik, “Aku tak bisa kencan dengan koki master sambil memikirkan Pak Han. Aku tidak bisa melakukan itu pada mereka berdua. Aku harus melepaskan mereka berdua”


Seung Ah menelpon Jeong Sik dan menanyakan dia dimana. Namun ternyata Jeong Sik tidak jadi datang “Setelah berkencan denganmu, aku sadar aku hanya bisa jadi teman baik untukmu dan bukan jadi pacar yang baik. Aku ingin mencuri hatimu dengan keseksian dan ketampananku, tapi kurasa itu tidak cukup untuk menyingkirkan orang yang sudah ada dihatimu. Jadi, aku memutuskan untuk mundur tanpa menyimpan dendam. Kita masih bisa menjadi guru dan murid”kata Jeong Sik dengan sangat tenang dan mantap kemudian menutup teleponnya


San Hae datang dengan tergopoh gopoh, “Anak baru, aku datang untukmu”kata San Hae.
Seung Ah menghela napas, “Kamu terlambat, kamu harusnya mengambil langkah saat aku mengakui perasaanku sambil tersedu sedu. Aku tak mau bersama koki master ataupun kamu. Aku tak ingin tampak bodoh menjadi gadis yang berada ditengah tengah. Aku akan pergi sekarang”kata Seung Ah sambil melangkah pergi


Namun San Hae menahan tangan Seung Ah, “Tunggu, baiklah jika aku tak punya kesempatan, tapi tolong dengarkan aku. Aku orang yang selalu menikmati kesendirian. Aku tidak pernah mengijinkan siapapun menemaniku. Tapi kamu satu satunya tempatku mencurahkan hati. Aku minta maaf telah menyakitimu. Saat aku tahu Jeong Sik menyukaimu, aku berusaha menyingkirkan perasaanku padamu.”


“Itu saja, kuharap kamu bahagia”kata San Hae kemudian balik badan dan meninggalkan Seung Ah yang mulai menangis


Seung Ah tak bisa lagi membendung perasaannya. Ia berlari dan memeluk San Hae dari belakang.
Comments


EmoticonEmoticon