3/01/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 10 PART 6


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Seo Jun keluar dari ruang rapat dan tujuannya langsung menemui Dan Yi. “Dan Yi,” panggil Seo Jun dan memberi kode agar mengikutinya.


Seo Jun mengajak Dan Yi makan malam bersama sepulang kerja nanti. “Tunggu, Desainer Ji,” kata Eun Ho yang baru keluar ruang rapat. “Kita makan malam bersama untuk merayakan rapat pertama. Bersama Nona Song.”


Hae Rin bilang acaranya mendadak, tapi Eun Ho bilang ia sudah merencanakannya. Seo Jun mengingatkan kalau sebelumnya Eun Ho bilang mereka akan bertemu di rapat selanjutnya. Eun Ho bilang karena itulah mereka akan makan malam bersama.


Seo Jun: “Tapi aku akan…”
Dan Yi: “Tidak masalah.”
Hae Rin: “Kita semua makan bersama saja. Dan Yi, bergabunglah.”


Dan Yi dan Eun Ho saling menatap.


Hae Rin menyebut tempatnya sangat cantik dan suasananya nyaman. Seo Jun mengajak mereka makan di restoran favoritnya. Ia mempersilakan mereka semua duduk.


Hae Rin bilang ia tidak tahu kalau Dan Yi tinggal di lingkungan itu juga. “Apa di sini hanya tersedia satu meja?” tanyanya. Seo Jun mengiyakan. Eun Ho bertanya ke mana pemiliknya karena ia tidak melihat buku menu.


“Hari ini aku yang memasak,” kata Seo Jun. Hae Rin berseloroh. “Kusewa restoran ini seharian. Aku pernah bilang pernah ikut kelas memasak di sini,” kata Seo Jun pada Dan Yi. Dan Yi mengangguk ingat. “Aku akan memasak untuk mengulas pelajaranku dan menyajikan makanan pada temanku. Kau suka makanan dengan kaldu hangat, makannya kau juga suka makan udon.”


Eun Ho dan Hae Rin memperhatikan sikap Seo Jun kepada Dan Yi.


Seo Jun menghidangkan ‘nabe’. Dan Yi merasa rasanya akan lezat. “Ya. Aku tahu kau akan menyukainya,” kata Seo Jun lalu menyalakan kompor kecil di atas meja. Ia lalu pergi untuk mengambil sake.


Hae Rin tidak menyangka kalau mereka akan minum sake juga. “Ya. Aku menyiapkannya karena Dan Yi suka ini,” kata Seo Jun. Eun Ho bertanya apakah Seo Jun punya bir. “Ambillah sendiri.”


Eun Ho kesal dan melangkah untuk mengambil sendiri minumannya. Hae Rin bertanya apa hubungan Dan Yi dan Seo Jun. “Apa kalian pacaran?” tanyanya penasaran.


Eun Ho + Seo Jun: “Tidak.”
Eun Ho: “Kenapa dia bicara begitu?”
Seo Jun: “Belum.”
Hae Rin: “Belum?”
Seo Jun: “Ya, belum. aku hanya menyukai Dan Yi.”


Eun Ho meletakkan botol minumannya dengan keras ke atas meja. “Jadi, orang yang kau kirimi pesan saat hari bersalju itu adalah Dan Yi,” tebak Hae Rin. Seo Jun mengiyakan dan bilang saat itu Dan Yi sedang sibuk mengerjakan naskah Penulis Yu.


Eun Ho membuka tutup botolnya dengan keras. Seo Jun lalu bertanya tentang orang yang Hae Rin kirimi pesan saat itu. “Dia tidak menyukaiku,” kata Hae Rin lalu meminum sakenya. Seo Jun menebak Hae Rin dicampakkan karena mudah marah. Hae Rin meletakkan gelas sakenya dengan keras.


“Aku hanya bercanda,” kata Seo Jun sambil tertawa.


Dan Yi malah mengingat saat Eun Ho mengatakan ia tidak menyadari kapan mulai menyukai Dan Yi.


Sambil mengiris, Seo Jun bertanya kenapa bisa ada pria yang menolak Hae Rin karena ia sendiri malah menyukai emosi Hae Rin yang berapi-api. “Tepat sekali. Itu poinku. Itulah daya tarikku,” kata Hae Rin. Seo Jun menyuruhnya melupakan pria itu.


“Aku sudah membuangnya ke tempat sampah. Tempat yang selayaknya,” kata Hae Rin. Seo Jun bertanya kenapa membuangnya di lingkungannya. Ia lalu mengaduh.


Jari Seo Jun teriris. “Kau baik-baik saja?” tanya Dan Yi. Seo Jun mengiyakan.


Hae Rin mengambilkan tisu dan menanyakan keadaannya. Seo Jun bilang itu hanya luka kecil. “Di mana toko obat? Aku akan membeli plester luka,” kata Hae Rin. Seo Jun bilang itu tidak perlu karena lukanya tidak dalam.


Eun Ho heran karena Dan Yi diam saja.


“Minta saja padaku. Aku selalu punya persediaan. Tumitku juga sering lecet,” kata Dan Yi kepada Ji Hong tentang plester luka yang dimiliknya.


Seo Jun mempersilakan Hae Rin duduk karena ia baik-baik saja. Sementara itu, Eun Ho senang karena Dan Yi tidak memberikan plester luka itu pada Seo Jun.


Eun Ho berkata dalam hati, “Kang Dan Yi tidak mengambil plester luka dari tasnya.”


Seo Jun menghidangkan hidangan kedua dan mereka semua mulai makan. Seo Jun menyuruh Dan Yi makan yang banyak.


Eun Ho: “Ini terlalu asin.”
Seo Jun: “Terlalu asin? Bagaimana bisa?”


Dan Yi menatap Eun Ho dengan sebal.


Hae Rin: “Ini enak.”
Seo Jun: “Dia bilang ini enak.”
Eun Ho: “Baiklah.”
Dan Yi: “ Ini enak.”


Setelah makan, mereka semua keluar dari restoran dan Seo Jun mengunci pintunya. Hae Rin bilang ia sangat menikmati makanannya. Dan Yi juga mengatakan hal yang sama. “Sampai jumpa di rapat selanjutnya,” kata Eun Ho.


Seo Jun: “Baik. Aku akan mengantar Dan Yi.”
Hae Rin: “Mau kuantar kau, Sunbae?”
Eun Ho: “Tidak perlu. Aku akan mengantarmu ke pemberhentian taksi.”


Setelah saling mengucapkan selamat berhati-hati, mereka berpisah. Dan Yi sempat melihat ke belakang. Eun Ho juga melakukan hal yang sama, tapi Dan Yi sudah berbalik.


Seo Jun bertanya kenapa Dan Yi tidak beritahu Hae Rin jika Dan Yi tinggal bersama Eun Ho. Ia bilang Dan Yi pasti kesulitan saat Hae Rin datang ke rumah Eun Ho. “Jika aku beritahu kami tinggal bersama, kami juga harus memberitahu kami sudah lama kenal. Itu akan membuat tidak nyaman. Apalagi Eun Ho adalah atasanku,” kata Dan Yi. Seo Jun mengerti.


Dan Yi melihat Seo Jun sedang melihat jarinya yang terluka tadi. Dan Yi lalu mengambil plester dari dalam tasnya dan memberikannya pada Seo Jun.


Dan Yi bilang ia lupa kalau membawa plester itu di tasnya. “Lukanya kecil, aku baik-baik saja. Terima kasih,” kata Seo Jun.


Dan Yi pulang ke rumah dan Eun Ho masih menunggunya di halaman. Begitu melihat Dan Yi, Eun Ho langsung menghampirinya. “Kau senang dengan kencanmu?” tanyanya. Dan Yi bertanya apa Eun Ho sedang menyindirnya. “Kurasa kau memikirkanku.”


Dan Yi mengingatkan bahwa Eun Ho yang menyuruhnya berhubungan dengan Seo Jun dan tidak perlu mempedulikan perasaan Eun Ho. Eun Ho bertanya apa Dan Yi sedih melakukannya. “Cih, siapa bilang aku sedih?” sangkal Dan Yi.


“Jika kau memang memikirkanku, biarkanlah. Kapanpun kau melihatku, ingatlah ini, ‘Cha Eun Ho menyukaiku’,” kata Eun Ho. Dan Yi memintanya berhenti bersikap tidak tahu malu. “Kenapa tidak berikan plester? Saat Ji Seo Jun terluka, kau punya plester di tasmu.”


“Aku lupa ada satu di tasku,” kata Dan Yi sambil menghindari tatapan Eun Ho. Eun Ho tidak percaya. “Sungguh. Aku hanya lupa.”


Eun Ho tersenyum bahagia. “Kenapa kau tersenyum?” tanya Dan Yi heran. Eun Ho bilang ada saat seperti hari ini dimana ia sulit menahan diri. “Apa yang tidak bisa ditahan?”


Eun Ho bilang ada hari-hari di mana ia berpikir bahwa ia harus menahan diri. “Jadi apa yang kau tahan? Apa yang kau…” tanya Dan Yi. Eun Ho mencium bibirnya. Dan Yi terkejut.


“Ini,” kata Eun Ho setelah melepaskan ciumannya.


Comments


EmoticonEmoticon