3/03/2019

SINOPSIS Romance Is a Bonus Book Episode 11 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN
Follow TABLOID SINOPSIS on: TWITTER

Dan Yi berjalan masuk ke toilet dengan perasaan bingung, lalu mencuci tangannya.


“Kang Dan Yi, 37 tahun. Sudah berapa kali aku emncium pria? Sering. Kecupan di bibir? Cih..cih.. Itu hanya seperti tandukan kepala di antara dua pasang bibir. Kenapa aku malu dan memikirkan tandukan bodoh itu?” katanya di cepan cermin.


Dan Yi bilang ia berpengalaman dan harus bersikap dewasa. “Itu bukan apa-apa. Aku lebih tua darinya. Aku akan bersikap dewasa,” ujarnya pada diri sendiri.


Ia lalu memukul-mukul bibirnya. Ia mendengar suara air, lalu Young A keluar dari salah satu bilik toilet sambil tersenyum. Dan Yi syok. Ia lalu mengambil tisu untuk Young A yang sedang mencuci tangannya. Young A berterima kasih dan mengeringkan tangannya.


“Kawan, sepertinya semalam cukup berarti bagimu,” goda Young A. Dan Yi berusaha menyangkal. “Aku iri. Seorang pria menciummu?” Dan Yi bilang itu bukan ciuman, melainkan hanya sentuhan di bibirnya saja. Young A memukul lengan Dan Yi. “Itu luar biasa!”


Young A bilang sudah sangat lama tidak ada pria di dekatnya dan jika hal itu terjadi, ia tidak akan membiarkan pria itu pergi. Ia bertanya apa benar pria itu lebih muda. “Dia temanku yang sudah seperti adik sendiri,” kata Dan Yi.


Young A berteriak kalau ia sangat iri karena Dan Yi dicium oleh pria yang lebih muda. Ia bilang itu bagus untuk Dan Yi.


Terdengar suara air dan pintu dibuka. Yoo Sun keluar dari bilik toilet paling ujung. “Hah?!” kata Dan Yi terkejut.


Yoo Sun mencuci tangannya dan Dan Yi mengambilkan tisu untuknya. “Thank you,” kata Yoo Sun llau memperhatikan wajahnya di cermin. “Good morning.” Young A membalas sapaan Yoo Sun dengan ceria, tapi Dan Yi diam saja.


“Dia tidak dengar, kan?” tanya Dan Yi pada Young A setelah Yoo Sun pergi. Young A bilang tentu saja Yoo Sun mendengarnya dan merangkulnya pergi. Dan Yi berjalan sambil menutupi wajahnya karena malu. Young A tertawa.


Song Yi keluar dari bilik toilet dan tampak terperangah.


Song Yi berjalan menuju ruang kerja sambil menyentuh-nyentuh bibirnya sendiri. “Daebak,” ujarnya. Park Hoon datang bersamaan dengan Eun Ho. Song Yi langsung menghampiri Park Hoon dan bilang kalau ia punya berita besar.


“Dan Yi dari Tim Support mencium pria semalam,” kata Song Yi sampai membuat Eun Ho hampir jatuh karena mendengarnya juga. “Tampaknya, itu temannya yang lebih muda darinya.” Park Hoon bertanya dari mana Song Yi tahu hal itu.


“Dia bicara sendiri di toilet wanita,” kata Song Yi. Eun Ho masih mendengarkannya dan terlihat sangat senang. “Kang Dan Yi selalu mengikuti tren terkini. Sekarang sedang tren wanita mengencani pria yang lebih muda.”


Dan Yi yang sedang merapikan buku di perpustakaan, langsung menghindar saat melihat Eun Ho berjalan ke arahnya.


Eun Ho bertanya kenapa tadi Dan Yi tidak sarapan. Dan Yi bilang itu bukan urusan Eun Ho. “Aku sedih jika wanita yang kucintai melewati sarapan,” kata Eun Ho. Dan Yi menyuruhnya jangan bersikap kurang ajar. Ia bilang ia membiarkan Eun Ho semalam hanya karena ia tercengang.


Eun Ho: “Kenapa tercengang? Apa menyenangkan?”
Dan Yi: “Kau mau mati?”


“Kang Dan Yi!” panggil Eun Ho dengan suara keras. Dan Yi terkejut dan melihat sekeliling. “Kang Dan Yi, kenapa tidak menjawab?” Dan Yi menjawab panggilan Eun Ho dengan resmi.


“Soal semalam.. aku menyukainya,” kata Eun Ho lalu menjiwit pipi Dan Yi dengan gemas. “Tolong bereskan.” Eun Ho lalu pergi.


“Ini gila! Astaga!” Dan Yi stress.


Yoo Sun masuk ke ruangan Direktur Kim dan menyerahkan dokumen, serta memberikan kabar terbaru doal kontrak dengan Giorgio Bertossi. Ia bilang ia membuat jani temu dengan agensinya, tapi mereka sangat lama membalasnya.


“Agensi ini mengacaukan kita 3 tahun lalu,” kata Direktur Kim. Yoo Sun bilang karena itulah sekarang ia akan mencari tahu apa yang bisa dilakukan dan akhirnya mengetahui bahwa Giorgio akan ke Korea pekan ini.


“Dia akan sepekan di sini. Aku menghubungi lewat akun media sosialnya. Dia terkejut aku bisa tahu tentang perjalanannya,” kata Yoo Sun sambil menggerakkan tangannya. Perhatian Direktur Kim malah tertuju pada kancing lengan baju Yoo Sun yang hampir lepas.


Yoo Sun bilang ia juga terkejut dengan kemampuannya sendiri. Ia akan menjadwalkan pertemuan dengan Giorgio secepatnya. “Direktur Kim?” panggil Yoo Sun karena melihat Direktur Kim tampak tidak fokus.


“Oh.. Itu hebat. Kuharap kali ini kita bisa mengontraknya. Ngomong-ngomong, kau harus memperbaiki kancingmu,” kata Direktur Kim sambil menunjukkan lengan bajunya sendiri.


Yoo Sun sudah menyadari kancingnya hampir lepas, tapi ai bertanya apakah sejak tadi Direktur Kim mendengarkannya. “Ya, tentu saja. Kau tidak pernah mengecewakanku, Nona Go,” kata Direktur Kim. Mereka tertawa.


Ji Yul mengetuk pintu, lalu menemui Direktur Kim. Ia bilang ia menulis permintaan maaf terkait insiden stiker di buku ‘Semestamu’. Ia menyerahkan surat itu pada Direktur Kim.


‘Surat Permohonan Maaf. Nama: Oh Ji Yul. Editor Junior Departemen Pengembangan Konten.’


‘Aku bergabung ke perusahaan ini tanpa berpikir. Aku terpaksa karena ini satu-satunya tawaran kerja.’


Eun Ho yang juga membacanya bilang kalau surat permohonan maaf itu terlihat sangat tidak resmi.


Hae Rin bilang ia sangat tercengang.


‘Aku jarang membaca buku. Sejujurnya, saat dapat telepon tawaran kerja, kupikir ini akan membosankan. Sekarangan pun, ini tidak menyenangkan. Tapi, ini pekerjaan. Gajinya kecil, progam kesejahteraan pegawai biasa saja, tapi pekerjaannya banyak.”


Yoo Sun mulai mengipas dirinya untuk meredakan emosinya. Direktur Kim bilang seharusnya ia tidak menerima orang hanya karena latar belakang akademiknya saja. Direktur Kim mengipasi dirinya dan Yoo Sun mengipasi atasannya itu. “Perjalanan gadis itu masih panjang,” gumam Direktur Kim pasrah.


‘Ada lagi. Penyeliaaku, Nona Song Hae Rin, tampaknya tidak mau mengajariku dan setiap hari aku merasa ingin berhenti.’ Hae Rin meremas kertanya, lalu membuangnya begitu saja.


‘Lalu sesuatu terjadi. Aku diminta mengikuti pedoman 5W, maka kucoba. Suatu hari, Nona Song memintaku mengerjakan biografi penulis ‘Semestamu’.’


Young A merasa heran karena Ji Yul tidak tahu tentang 5W, padahal Ji Yul adalah seorang editor.


‘Aku tidak sengaja menghilangkan kata ‘ahli fisika’. Itu bahkan tidak tampak jelas, maka kupikir akan baik-baik saja. Namun, itu menjadi masalah.’


“Seniorku, termasuk Nona Song, bekerja lebih dari setahun untuk menerbitkan ‘Semestamu’, tapi harus ditempel stiker karena salahku, sehingga mengurangi nilainya. Banyak pekerjaan tertunda karena aku, aku merasa bersalah. Mulai sekarang, aku akan lebih fokus pada pekerjaan. Aku berharap bisa belajar banyak dari para seniorku. Aku siap untuk belajar.’


Ji Yul yang sudah kembali ke ruang staf bilang kalau ia menulisnya dengan sepenuh hati. Ia meminta maaf dan berharap bisa membantu tim. “Aku akan berusaha keras!” kata Ji Yul lalu tertawa garing sendirian.


Song Yi tidak jadi tepuk tangan karena yang lain pun diam saja. Ji Hong menyuruh Ji Yul menghampirinya.


Ji Hong bilang suratnya bagus, tapi kemudian ia mengoreksinya. Ia bilang perlu perbaikan spasi dan ada beberapa kata yang tidak diperlukan. Ia memberitahu ada kata-kata yang tidak pantas dituliskan dalam surat resmi.


Ji Yul mengangguk mengerti. “Dan juga, seluruh surat ini terdengar sangat tidak resmi,” kata Ji Hong dan Ji Yul terus mendengarkannya.


Setelah itu, Hae Rin mengatakan bahwa mereka harus memecat Ji Yul daripada membuang-buang waktu dengan mengajarinya. Eun Ho bertanya apakah Hae Rin selalu cakap dalam bekerja. Hae Rin menolak dibandingkan dengan Ji Yul. “Jangan hanya memarahinya. Sebagai penyelia, ajari dia,” kata Eun Ho.


Dan Yi yang sedang merapikan buku tidak sengaja melihat dan mendengar pembicaraan mereka. “Kita harus mengajarinya. Gunakan pendekatan wortel dan tongkat. Puji dia sesekali. Hargai dia dan traktir makan sesekali,” kata Eun Ho pada Hae Rin.


“Karena itulah… aku mulai menyukaimu,” kata Hae Rin. Dan Yi tercekat. Eun Ho meminta Hae Rin mendekatkan dahinya dan akan mengetuknya, tapi tidak jadi. “Kenapa kau selalu sangat manis padaku? Lebih baik aku dipukul…”


Hae Rin menjerit kesakitan karena kali ini Eun Ho benar-benar mengetuk dahinya. Dan Yi menoleh karena terkejut. “Sudah selesai. Jangan cengeng. Jika terus begini, kita bahkan tidak bisa berteman,” kata Eun Ho.


Hae Rin: “Jangan kencani orang lain.”
Eun Ho: “Bukan urusanmu.”
Eun Ho: “Kau sudah janji akan menungguku sampai perasaanku berakhir. Akan butuh waktu lama untuk melupakanmu.”


Eun Ho melihat punggung Dan Yi yang sedang berjalan menjauh.


Comments


EmoticonEmoticon