5/15/2019

SINOPSIS Live Episode 14 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN

Sam Bo yang akan segera pensiun sedang mengikuti tes mengemudikan alat berat eskavator. Sayangnya, ia mengenai tali pembatas, sehingga penguji meniup peluitnya.


“Tuan Lee Sam Bo, gagal,” kata si penguji. Sam Bo menarik napas berat.


Sambil mencuci wajahnya di toilet Kantor Polisi, Sam Bo mengingat permintaan putrinya. “Ayah… Boleh tidak aku agak lama kuliah di sini sebelum pulang ke Korea? Aku ingin mengambil S3, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau aku harus pulang ke Korea sekarang.”


Hye Ri datang dan bertanya apa yang Sam Bo lakukan di toilet wanita. Sam Bo baru sadar kalau ia salah tempat. Ia minta maaf dan buru-buru pergi. Hye Ri lalu membersihkan WC dan melamun.


Hye Ri sedih saat melihat Sang Soo yang begitu bahagia karena mendapat penghargaan, dan sebelumnya Jung Oh juga mendapatkannya. Jung Oh menyemangatinya karena belum mendapat penghargaan, tapi itu malah membuat Hye Ri kesal.


Hye Ri yang kesal tidak sengaja mencipratkan air dari WC ke wajahnya.


Malam harinya, Sam Bo berkumpul di kedai bersama teman lamanya. Seorang teman heran karena Sam Bo takut mengendarai eskavator, tapi berhasil menjadi Polisi. Sam Bo bilang itu adalah dua hal berbeda.


“Apa bedanya? Dua-duanya kan harus butuh keberanian,” kata teman yang satu lagi. Sam Bo tertawa. Kedua temannya itu menyiapkan pensiun di usia 50-an dan sudah memiliki sertifikasi agen hunian, juru masak dan supir taksi. Ia menyebut Sam Bo pemalas.


Sam Bo tertawa dan menyangkal. Han Sol datang dan membela Sam Bo, “Dia hanya fokus ke pekerjaannya saja.” Mereka tertawa. “Sam Bo Hyungnim ini Polisi sejati.” Han Sol lalu menuangkan minuman untuk mereka.


Sam Bo menghubungi teman mereka yang bernama Soo Man. Han Sol juga bertanya kenama Soo Man tidak datang. “Sunbaenim, kenapa kau tidak datang?” sapa Sam Bo di telepon.


Soo Man bilang ia ada shift malam, jadi tidak bisa datang. Seorang pria datang ke pos jaga dalam keadaan mabuk. Soo Man menanyakan keperluannya.


“Jasa supir yang kuhubungi membawa mobilku ke sini. Tolong parkirkan mobilku,” kata pria itu sambil melemparkan kunci mobilnya ke meja Soo Man. Soo Man tampak bingung.


Keempat temannya bilang mereka sangat merindukan Soo Man dan memanggilnya dengan sebutan Inspektur Min. “Maaf. Sampai nanti,” kata Soo Man lalu menutup teleponnya.


Dengan terpincang, Soo Man buru-buru mengejar pria tadi. Ia memberitahu kalau ia tidak bisa mengendarai mobil import. Ia mengingatkan kalau ia pernah mengendarai mobil pria itu hingga tergores sampai ia harus membayar ganti rugi. Ia meminta maaf dan mengembalikan kuncinya.


Pria itu melemparkan kuncinya ke tanah. Ia bilang ia sedang mabuk, jadi tidak bisa mengendarai mobil. Ia tidak mau tahu dan pergi. Sebuah mobil datang dan mobil pria tadi menghalangi jalannya.


Soo Man terpaksa mengambil kunci mobil dan memarkirkan mobilnya.


Teman 1: “Tapi bukankah kau merasa kasihan pada Inspektur Min?”
Teman 2: “Benar juga. Padahal dia memukul penjahat yang menyiksa suatu keluarga dan menyebabkan tabrak lari. Tapi hal itu malah menjadi kebrutalan Polisi dan akhirnya dia dipecat.”


Han Sol :”Sunbaenim bahkan belum diberikan uang damai atas kasus pidana dan perdata kebrutalan Polisi.”


Sebuah mobil datang dengan tiba-tiba dari arah depan, dan Soo Man terlambat menginjak rem. Tabrakan pun teradi.


Sam Bo: “Uang gaji pensiunnya dipotong setengah karena dia dipecat. Dia pun masih harus mengganti uang pinjaman ke bank.”


Han Sol bertanya apakah Soo Man masih berhubungan dengan istri dan anak-anaknya. Teman 1 bilang keluarganya sangat sedih karena berita kebrutalan Soo Man sebagai disebarkan oleh media. “Dia bercerai dan hidup sendiri,” lanjut teman 1. Han Sol menjadi frutasi dan mengajak mereka minum saja.


Teman 1 bertanya Han Sol minum soda. Han Sol bilang belakangan ini ia ingin hidup panjang umur, jadi mengurangi minum. Teman-temannya tertawa.


- Live Episode 14 -


Jung Oh mengintip di bawah bilik toilet dan ia melihat tetesan darah di lantai. Ia sangat terkejut dan mengetuk pintu toiletnya.


“Ada orang di dalam, kan? Jawab. Ada orang di dalam?!” Jung Oh terus memanggil dan mengetuk pintunya, tapi tetap tidak ada jawaban. “Brigadir Kang Nam Il!”


Nam Il yang sedang bicara di telepon menyuruh lawan bicaranya untuk segera pergi ke rumah sakit. Ia lalu menutup teleponnya dan menyusul Jung Oh ke toilet wanita.


Nam Il bertanya apa yang sedang terjadi. Pintu toilet terbuka, lalu ditutup lagi. Nam Il mengulangi pertanyaannya. “Tunggulah di luar,” kata Jung Oh setelah diam beberapa saat. Nam Il mengerti dan pergi keluar.


Jung Oh bertanya kenapa siswa itu duduk di lantai. “Aku tiba-tiba datang bulan dan aku merasa pusing. Tapi aku tidak membawa pembalut. Karena aku tidak punya uang untuk membelinya. Kau bisa belikan untukku?” kata siswa itu.


Jung Oh memasukkan uang koin ke mesin penjual pembalut. (wih canggih wkkk)


Jung Oh lalu memberikan pembalut kepada siswa itu. “Kau sungguh tidak apa-apa?” tanya Jung Oh. Siswa itu bilang ia hanya datang bulan saja.


“Petugas Han, tidak ada yang terjadi, kan?” tanya Nam Il dari luar toilet. Jung Oh mengiyakan.


Siswa itu keluar dari bilik toilet dan berterima kasih. Jung Oh melihat nama siswa itu Park Eun Bi, siswa yang dilaporkan hilang oleh guru sebelumnya.


Jung Oh lalu membantu membersihkan darah yang ada di rok Eun Bi. “Bukankah di UKS disediakan pembalut?” tanyanya. Eun Bi bilang ia merasa tidak enak jika setiap bulan harus meminta pembalut ke sana. Ia juga berpikir perawat akan kesal kalau ia terus saja meminta.


Jung Oh lalu memberikan uang untuk Eun Bi dan menyuruhnya kembali ke kelas. Eun Bi menganggukkan kepalanya berterima kasih, lalu pergi.


Jung Oh meminta Nam Il memberitahu tim lain kalau Eun Bi yang sejak tadi dicari oleh Jang Mi sudah ditemukan.


‘Kasus kemungkinan adanya pemerkosaan di SMA Mahyeon. Situasinya sudah usai sekarang. Kita sudah melacak IP dan menangkap tersangka di warnet dekat sekolah. Situasinya telah berakhir. Para petugas dari Divisi Patroli Hongil, kepala sekolah ingin mengucapkan terima kasih. Harap datang ke ruang pertemuan di lantai dua,’ lapor seseorang di radio Polisi.


Sang Soo merasa heran karena pelaku memposting rencana perbuatannya. Won Woo menduga pelaku akan dituntut atas tindakan intimidasi dengan hukuman delapan bulan penjara. Sang Soo bertepuk tangan dan berkata, “Baguslah. Dia harus tahu bagaimana tegasnya hukum.”


Para wali murid menyambut kedatangan para Polisi dengan tepuk tangan. Kepala sekolah sangat bersyukur karena situasi terpecahkan tanpa adanya masalah. Ia bilang mereka semua berhutang budi. Para wali murid bertepuk tangan lagi.


“Ah, menyebalkan sekali. Padahal kita banyak pekerjaan. Tidak bisakah kita langsung pergi saja?” gerutu Han Pyo pelan. Myung Ho bilang itu bagian dari pekerjaan mereka dan menyuruh Han Pyo diam.


Seorang ibu bilang jika pelakunya belum tertangkap ia pasti ketakutan. Orang tua lainnya juga khawatir jika reputasi sekolah menjadi jelek. Ibu lainnya bertanya apa yang bisa mereka lakukan sebagai orang tua untuk mencegah serangan seksual.


Jang Mi bilang akan sangat membantu jika mereka menerima program pelatihan pencegahan kekerasa seksual yang direkomendasikan oleh Dinas Pendidikan.


“Katanya, ada beberapa sekolah yang mengabaikan pendidikan seks karena mereka sangat fokus ke ujian masuk perguruan tinggi. Pendidikan seks sangat diperlukan untuk mencegah…”ucapan Yang Chon terhenti karena seorang ibu bertanya kenapa itu ada hubungannya dengan pencegahan serangan seksual.


Ibu itu bilang mereka hanya perlu menambah CCTV di dalam dan di luar sekolah. Para wali murid lainnya juga menganggap itu akan lebih efektif.


“Kenapa kita memberikan saran, padahal mereka saja tidak mau dengar?” kata Hye Ri pelan. Sam Bo menyenggolnya agar berhenti bicara.


Jung Oh tampak murung.
Comments


EmoticonEmoticon