5/16/2019

SINOPSIS Live Episode 14 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN

Jung Oh yang sejak tadi diam akhirnya ikut bicara. “Menurutku… program pencegahan kekerasan seksual dan pendidikan seks yang diajarkan di sekolah adalah cara paling efektif untuk mencegahnya. Kejahatan seks tidak hanya terjadi di luar sekolah. Itu juga bisa terjadi di dalam sekolah kapan saja.”


Para wali murid merasa ucapan Jung Oh tidak masuk akal, karena menurut mereka tidak mungkin hal seperti itu terjadi di dalam sekolah.


Jung Oh bilang di antara semua siswa SMP dan SMA, 10 persen siswa laki-laki dan 5% siswa perempuan pernah melakukan pengalaman seksual. “Kebanyakan dari mereka hamil dan aborsi,” lanjutnya.


Ibu berbaju ungu protes karena mereka harusnya mendiskusikan bagaimana mencegah serangan seksual, tapi malah membicarakan hal mengerikan seperti aborsi.


Jang Mi yang tahu tentang masa lalu Jung Oh memilih diam saja. “Anda tidak dapat mencegah kekerasan seksual dengan cara memberi tahu anak-anak jangan keluar larut malam, jangan pakai rok pendek, dan jangan pakai riasan. Anda juga tidak bisa mencegahnya hanya dengan berhati-hati akan pemerkosa seperti yang kami tangkap minggu lalu,” kata Jung Oh.


Jung Oh bilang kekerasan seksual bisa terjadi di dalam keluarga atau teman sekelas. Para wali murid tidak suka anaknya dituduh seperti itu. Jung Oh ingin menjelaskan lagi, tapi seorang ibu menyelanya. Ibu itu bilang mereka hanya ingin tahu cara-cara yang lebih praktis untuk mencegah kejahatan seksual.


Ibu itu bertanya apakah sekolah bisa menempatkan Polisi di pos jaga. Menurutnya pendidikan seks bisa dipelajari dari internet saja.


“Jung Oh, sudahlah,” bisik Sang Soo. Jung Oh tidak mempedulikannya. Ia bilang informasi di internet terkadang bisa salah.


Jung Oh bilang sekolah harus mendidik siswa tentang metode kontrasepsi, bagaimana menggunakan kondom, dan etiket seksual. Dalam pelajaran itu, siswa juga dapat berdiskusi apakah mereka setuju dengan aborsi atau tidak. “Pendidikan seks sangat diperlukan,” lanjutnya.


Para wali murid semakin gelisah. Jung Oh bilang para wali murid dapat memulai dengan menyumbang mesin otomatis pembalut secara gratis bagi siswa yang berasal dari keluarga miskin daripada memasang CCTV. “Zaman sekarang siapa yang tidak mampu membeli pembalut?” keluh ibu tadi.


Jung Oh bilang diberitakan banyak orang seperti itu. Ia bilang karena budaya negara mereka, sulit untuk menyediakan pendidikan seks praktis dimana mereka bisa menyediakan kondom gratis di sekolah


“Kondom gratis? Apa dia sudah gila?”
“Jadi kau menyarankan sekolah harus menyediakan kondom?”
“Jadi maksudmu sekolah harus menganjurkan mereka berhubungan seks?”


Sang Soo bilang bukan itu yang Jung Oh maksudkan, tapi Yang Chon menyuruhnya diam.


“Kondom tidak akan menganjurkan siswa melakukan hubungan seks. Malah kondom mencegah adanya penyakit kelamin dan aborsi illegal. Menurutku itu jauh lebih praktis dan efektif dari[ada memasang CCTV,” kata Jung Oh lalu pergi.


“Dia itu kenapa?!” protes seorang ibu. Para wali murid mulai menggerutu. Jang Mi pamit kepada kepala sekolah dan menyusul Jung Oh.


Para petugas menerima panggilan Code Zero dan mereka langsung pergi tanpa pamit.


Malam harinya di Kantor Polisi, Han Sol memberitahu rekannya bahwa ia menderita kanker usus besar yang sudah tahap 2 atau 3 yang baru bisa diketahui setelah dibedah.


“Jadi kau mengajukan cuti medis?” tanya rekannya. Han Sol mengiyakan dan bilang pengajuan cutinya sudah diterima. Ia memberitahu bahwa mulai besok ia harus mempersiapkan operasi, tapi ia belum sanggup memberitahu timnya karena mereka selalu sibuk.


“Hyungnim, jadi penyembuhanmu sudah sempurna? Ini sudah skeitar 7 tahun,” kata Han Sol. Rekannya bilang minggu lalu penyakitnya kambuh lagi. Karena tidak parah, ia hanya minum obat dan membaik. Ia bilang kantor polisinya juga sibuk, jadi ia mengajukan diri untuk dipindakan sebagai Kopral Polisi di Bomun.


“Aku juga dengar kau ingin pindah ke sana, jadi aku datang ke sini untuk memintamu memberikan posisi itu padaku. Tapi sepertinya tidak bisa, ya. Keadaanmu juga sama buruknya. Aku pamit dulu,” kata rekannya.


Han Sol menyusulnya. “Nanti kita bicara lagi. Lain kali,” kata rekannya lalu pergi. Han Sol lalu menanyakan Jung Oh.


“Dia di lantai atas bersama Kapten Eun,” kata Jong Min.


“Kami datang…” kata Han Pyo dan Myung Ho yang baru kembali dari patroli. Han Sol lalu menanyakan tentang kehidupan Jung Oh kepada Sang Soo.


Sang Soo: “Apa?”
Han Sol: “Kalau dia dipecat, apa dia baik-baik saja? Tanyakan dia, setelah itu beritahu aku jawabannya. Aku pulang dulu.”


Anak buahnya berpesan agar Han Sol berhati-hati. “Apaan tadi itu?” tanya Han Pyo bingung. Sang Soo juga tidak terlalu mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka kemudian mendengar suara keras dari ruang makan.


Di ruang makan, Kyung Mo bertanya kenapa Jung Oh tidak bisa meminta maaf. Jung Oh merasa ia tidak berbuat kesalahan. Kyung Mo bertanya lagi kenapa Jung Oh membicarakan tentang kondom di sekolah. Ia memberitahu kalau para wali murid mengajukan keluhan terhadap Jung Oh.


“Aku bukannya menyuruh meminta maaf untukku, tapi itu demi dirimu sendiri. Kau itu petugas prabakti. Kau pikir kau bakal bisa jadi Polisi resmi?!” kata Kyung Mo. Jung Oh bilang selama ia berada di sana ia telah membuktikan diri sebagai Polisi.


Jung Oh bertanya kenapa peluangnya menjadi Polisi bisa hancur karena ada keluhan. Kyung Mo bilang keluhan mendikte karir mereka. Ia tahu itu tidak adil, tapi itulah kenyataannya.


Yang Chon malah makan dengan santai.


Kyung Mo berkata, “12 wali murid mengajukan keluhan terhadapmu. Bisa-bisanya kau menyarankan hal yang tidak pantas seperti menyediakan kondom ke murid dan berdebat tentang aborsi di sekolah? Para wali mengatakan kau menghina para murid. Menurut mereka, kau menuduh anak-anak saling melakukan serangan seksual. Kau!!”


Jung Oh hanya mendengarkan saja. Kyung Mo menghela napas dan memelankan suaranya. Ia sudah memohon kepada Kepala Sekolah agar memberikan kesempatan pada Jung Oh untuk meminta maaf sebelum para wali mengajukan keluhan. “Aku tidak pernah menghina para siswa. Para orang tua bertanya, jadi aku memberikan saranku. Biarkan saja mereka mengajukan keluhan. Aku dengan senang hati diselidiki,” kata Jung Oh lalu pergi.


Kyung Mo memanggilnya, tapi Jung Oh tidak peduli. Ia lalu mengomel Yang Chon yang hanya duduk diam saja.


“Jika dia menerima keluhan, apa kinerja divisi juga ikut hancur?” tanya Yang Chon. Kyung Mo pergi tanpa menjawab, tapi kemudian ia kembali lagi.


“Dia… jika dia akhirnya diselidiki lagi setelah insiden senapan listrik itu, dia bisa tidak lulus jadi Polisi resmi. Dia sudah mati-matian belajar, tapi ini bisa menghancurkan peluangnya. Kau mengerti?” kata Kyung Mo yang sebenarnya peduli pada Jung Oh.


Yang Chon berhenti makan dan menghela napasnya.
Comments


EmoticonEmoticon