10/28/2019

SINOPSIS Melting Me Softly Episode 9 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: tvN

“Jika kau terus bertingkah, aku mungkin… akan mulai menyukaimu,” kata Dong Chan yang membuat Mi Ran sangat terkejut. Suhu tubuh mereka berdua meningkat.


“Apa? Apa yang kau lihat?” tanya Dong Chan gugup. “Ada apa? Apa ada sesuatu di belakangku? Apa? Kau menatap apa?” Mi Ran diam saja. “Beraninya kau menatap seniormu seperti itu? Ikut aku!”


Dong Chan pergi lebih dulu sambil mengipasi tubuhnya dengan kaosnya. “Astaga, panas sekali,” ujarnya. Mi Ran masih diam terpaku. “Kau akan terus berdiri di sana?! A.. aku pergi sendiri saja. Mi Ran menghapus air matanya dan mengikuti Dong Chan.


Beberapa saat kemudian, Dong Chan membelikan es krim untuk Mi Ran. Mereka mulai berjalan sambil menikmati es krim, tapi suasana masih canggung. Dong Chan bilang ia khawatir Mi Ran khawatir terhadap sesuatu seperti stroberi, cokelat atau kiwi, jadi ia membelikannya es krim vanilla.


Mi Ran bilang ia tidak alergi, tapi rasa es krim yang tidak ia makan malah rasa vanilla. “Sulit kupercaya. Kalau begitu, berikan kepadaku. Akan kumakan,” kata Dong Chan sambil merebut es krimnya dan mulai memakannya, padahal es krim itu sudah dimakan Mi Ran sebelumnya.


“Kau bisa memberiku es krimmu,” kata Mi Ran. Dong Chan bilang ia tdak mungkin memberikan ynag sudah ia makan. Ia berjanji akan membelikan yang baru. “Kau memakan yang sudah kumakan.”


Dong Chan salah tingkah dan bingung. Ia akhirnya memberikan es krim coklatnya pada Mi Ran, lalu berjalan lebih dulu. Mi Ran tersenyum dan memakan es krimnya.


Dong Chan menyuruh Mi Ran mulai bekerja karena banyak yang harus mereka lakukan. Ia mengancam akan memecat Mi Ran jika ketahuan minum-minum lagi. Mi Ran berjanji tidak akan melakukannya lagi dan ia ingin bertanya pada Dong Chan tentang Ha Young.


“Setahuku, dulu kalian berkencan sebelum kau berpartisipasi dalam percobaan cryonics. Apa kalian masih pacaran?” kata Mi Ran. Dong Chan bilang pertanyaan Mi Ran akan mempengaruhi hubungan mereka sekarang. “Aku hanya bertanya karena penasaran.


“Kami tidak pacaran,” kata Dong Chan. Mi Ran menahan senyumnya dan tersipu. “Jangan tersenyum. Jangan katakana atau lakukan apapun yang dapat mempengaruhi hubungan kita.” Mi Ran bertanya kenapa tidak boleh. “Kau sungguh tidak tahu alasannya?” Mi Ran mengiyakan.


“Kita tidak boleh lebih dekat. Jika salah satu dari kita mendekati orang lain seperti ini…” kata Dong Chan sambil berjalan mendekati Mi Ran. “Benar. Pihak satunya harus mundur dan menjaga jarak. Setidaknya kita harus menjauh setengah meter dari satu sama lain. Jika lebih dekat, akan berbahaya bagi kita.”


“Kenaoa harus setengah meter?” gumam Mi Ran setelah Dong Chan pergi.


- Episode 9: Between the Cold and the Passion -


“Jadi, akhirnya kau akan melakukannya,” kata Ha Young. Tuan Kim bilang mereka berdua tahu kalau suatu saat itu akan terjadi. “Kurasa kau di sini karena ingin aku melakukan sesuatu untukmu.” Tuan Kim bilang ia membutuhkan dukungan penuh Biro Berita.


“Pertama, kita akan mengumumkan bahwa yang merencanakan percobaan cryonics,” kata Tuan Kim. Ha Young mengingatkan bahwa 20 tahun lalu, Tuan Kim-lah yang berusaha keras merahasiakan hal itu. “Situasi telah berubah. Semua telah berbeda. Populisme. Partaiku ingin memanfaatkan langkah itu untuk menarik perhatian rakyat negeri ini. Ini bukan ideku.”


Tuan Kim bilang lebih banyak penulis di politik daripada di stasiun televisi. Ia bilang Ha Young harus merencanakannya dengan strategi. Ha Young bertanya apakah Tuan Kim tahu alasannya dipindahkan ke Biro Berita. Tuan Kim tidak menjawab.


“Aku hanya penyiar biasa yang dulu dikritik karena spasi dan ejaanku, tapi aku mengajukan diri menjadi reporter. Kau ingat alasanku melakukan itu?” tanya Ha Young. Tuan Kim menghindari tatapan Ha Young. “Agar aku bisa menemukan dan menutupi kasus hilangnya Dong Chan. Karena itulah aku menjadi reporter. Aku harus mengikuti tes untuk menjadi reporter.”


Tuan Kim bilang pada akhirnya Ha Young menjadi Kepala Biro Berita. Ha Young bilang Tuan Kim bagaikan gunung besar yang menghalanginya. Ia marah karena Tuan Kim tidak melakukan apa-apa untuk menemukan Dong Chan.


“Gunung bear itu… masih… tidak, menjadi lebih besar. Aku masih gunung yang bisa menghalau angin sepoi-sepoi,” kata Tuan Kim. Ha Young bilang dunia sudah berubah. “Karena itula aku mundur di saat yang tepat.”


“Aku menyuruhmu menjadi gunung yang lebih besar. Wajar saja jika Kepala Biro Berita menjadi Presiden Direktur. Aku akan menutupi semua badai dan angin untukmu. Maka kau bisa membawa angin baru dengan gelarmu sebagai Presdir wanita pertama dari jaringan televisi,” kata Tuan Kim sambil menyentuh papan nama Ha Young di mejanya. Ha Young tidak merespon.


“Presdir Na Ha Young. Kedengarannya keren,” kata Tuan Kim lalu pergi.


[Hm.. apakah Ha Young akan menerima tawaran Tuan Kim??]


Staf wanita berambut pendek merasa akan butuh waktu lama bagi para penulis untuk memeriksa lamaran calon peserta program ‘Go Go 99’.  Ia juga bilang kalau perhatian semua orang tertuju pada program baru itu karena merupakan acara Dong Chan.


“Ngomong-ngomong, kenapa aku belum melihat asisten sutradara yang ternyata seorang pemagang? Di mana dia?” tanya penulis.


Mi Ran yang sudah sampai di kantor menawari Dong Chan untuk melihat surat lamaran yang masuk untuk program mereka. Mi Ran memperlihatkannya melalui ponsel. Mi Ran bilang semua pelamar tampak bagus dan Dong Chan setuju.


Dong Chan: “Kau tahu siapa pemimpin tertinggi kita?”
Mi Ran: “Presdir?”
Dong Chan: “Ini. Ponsel ini. Aku bahkan meminta membuat program di mana orang hidup selama sepekan tanpa ponsel mereka. Orang zaman sekarang adalah budak ponsel. Dan kau tahu betapa rapuhnya hubungan antarmanusia? Sebagian besar akan hancur jika kau mematikan komputer dan mengambil ponsel mereka.”


Dong Chan juga menambahkan kalau orang-orang semakin bodoh dan dalam waktu sekitar 100 tahun, orang-orang akan kembali menjadi homo erectus. Mi Ran setuju dan ia baru menyadari kalau ia tidak hafal nomor ponsel adiknya. “Ya. Ko Nam Tae. 0103491974,” kata Dong Chan.


Mi Ran tampak kagum. “Jangan anggap ini sebagai caraku mendekatimu. Aku hanya mengingat nomor seluruh keluargamu, seandainya aku tidak bisa menghubungimu,” kata Dong Chan. Mi Ran hanya tersenyum.


Dong Chan bilang ia bisa mengingat angka berapapun begitu ia melihatnya. Bagi MI Ran mungkin itu hal  yang menakjubkan, tapi baginya itu hanya hal biasa. Mi Ran hanya tersenyum melihat tingkah sombong Dong Chan.


“Lihat.. lihat… Park Woong Soo… 01028771,” kata Dong Chan saat melihat Staf Keriting lewat. “Kau pikir aku mengingat nomornya karena tertarik padanya? Ini semua karena aku pintar,” lanjut Dong Chan dan pergi sambil tersenyum sendiri.


“Dia berlebihan atau sedang membuat batasan? Atau dia merayuku?” gumam Mi Ran.


Sutradara Park masuk ke ruangan Hyun Ki untuk menunjukkan dokumen beberapa pelamar magang yang lolos dari tiga tahap penyaringan. “Masukkan 2 pelamar di setiap tim. Ini kesempatan untuk menyelamatkan Departemen Variety Show. Kita menggenggam bakat masa depan.”


Sutradara Park bilang semua pemagang bilang ingin bekerja dengan Dong Chan. “Itu karena mereka tidak pernah bekerja dengannya! Dia selalu merundung orang! Astaga!” kata Hyun Ki emosi.


Hyun Ki berhenti bicara karena Dong Chan tiba-tiba datang. Dong Chan bertanya apakah Sutradara Park sudah menyerahkan anggaran program mereka. Sutradara Park bilang ia masih mengerjakannya. “Begitukah? Sekalian saja bulan depan. Sudah lama kuminta kau mengerjakannya,” kata Dong Chan.


“Baik,” kata Sutradara Park yang mulai mengerti maksud Hyun Ki tadi.


Dong Chan: “Kepala?”
Hyun Ki: “Y..ya.. ya, apa?”
Dong Chan: “Berapa lama kau akan di sini? Kau harus memindahkan ruanganmu ke sebelahku. Pindah!”


Dong Chan pergi. Sutradara Park dan Hyun Ki bingung. “Pindah? Bahkan tuan tanahku tidak pernah mengatakan itu kepadaku. Hah!” gerutu Hyun Ki.
Comments


EmoticonEmoticon