10/24/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 13 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

“Janda?! Para pembunuh yang mencoba membunuh Pejabat Lokal adalah wanita?!” tanya seorang pengawal yang hampir tidak percaya mendengarnya. Raja juga berada di ruangan itu.


“Ya. Aku yakin salah satu dari mereka mengenakan pakaian berduka,” kata pria yang selamat dari serangan di rumah Pejabat Lokal.


Raja terkejut mendengarnya. Pengawal bertanya apakah pria itu yakin dengan apa yang dikatakannya. “Aku melihatnya dengan jelas. Mereka bukan sekedar pembunuh biasa. Mereka…” pria itu tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.


Raja keluar dan pengawal menyusulnya. Ia menanyakan keberadaan Heo Yoon. “Aku mendapat informasi bahwa dia pergi ke Rumah Gisaeng langganannya,” kata pengawal. Raja bertanya apakah benar rumah gisaeng.


Pengawal: “Ya. Namanya Rumah Yeonhwa yang terletak di Lembah Muda.”
Raja: “Baiklah. Urus jasadnya.”
Pengawal: “Baik, Yang Mulia.”


“Oh ya. Itu adalah tempat dimana Desa Janda berada, bukan?” tanya Raja. Pengawal berpikir sejenak dan menyadari bahwa Desa Janda berada di sebelah Rumah Gisaeng.


Hari sudah malam, tapi Raja dan pengawalnya tetap pergi ke Lembah Mudam.


Pelayan menyambut kedatangan pengawal, tapi pengawal langsung mencengkeram kerahnya. Pengawal mengatakan bahwa mereka bukan datang sebagai pelanggan dan akan menyelidiki tempat itu. Ia meminta pelayan bekerja sama. “Baiklah,” kata pelayan dengan ketakutan.


Nyonya Chun melihat kedatangan para pengawal itu. Ia bergegas pergi.


Raja memasuki Desa Janda, tapi suasana di desa sangat sepi.


Tapi ia melihat cahaya di kuil yang ada di atas bukit. Ia langsung menuju tempat itu.


Di saat yang bersamaan, Yool Moo sedang menyerang para menteri yang tengah rapat untuk menurunkan Raja dari tahta. Yool Moo menolak Pangeran Yeongchang diangkat menjadi Raja, dan sebagai gantinya ia ingin dirinyalah yang menjadi Raja.


Nok Du masuk ke kuil dan terkejut melihat orang-orang diancam dengan pedang.


Raja sudah sampai di halaman kuil. Ia melangkah menaiki tangga.


Nok Du mendengar suara dari luar dan bergegas mengeceknya.


Raja semakin mendekati pintu kuil.


“Jadi, kau ingin menjadi Raja? Kau pikir kau memiliki apa yang perlu dimiliki untuk menjadi Raja?” tanya Heo Yoon.


Tanpa Nok Du sadari, ia berhadapan pertama kalinya dengan ayah kandungnya.


Pasukan Muweol berlari menuju kuil.


“Apakah dia salah satu dari mereka?” Nok Du bertanya-tanya dalam hati. Ia memperhatikan pakaian yang dipakai Raja. “Bukan. Jika dia salah satu dari mereka, dia tidak akan berpakaian seperti itu.” Ia berlari mendekati Raja dan mulai bicara dengan suara wanita.


“Apa yang kau lakukan? Desa Janda ini dilindungi oleh Raja. Pria dilarang ke sini. Kau harus digulung dan diberi pelajaran!” kata Nok Du. Raja memaksa masuk, tapi Nok Du mendorongnya. “Astaga! Apa kau di sini untuk menangkap menantumu yang melarikan diri? Kalau begitu, kau harus pergi.”


Raja memperhatikan kuil yang berada di belakang Nok Du. Ia menduga Nok Du menyembunyikan sesuatu di dalam kuil itu. Raja mundur dan para pengawal maju, lalu menghunuskan pedangnya pada Nok Du.


“Astaga.. Apa yang kalian lakukan pada wanita lemah? Apa yang bisa aku sembunyikan?” kata Nok Du.  Mereka semua terkejut saat pintu terbuka.


“Ada yang bisa kubantu?” tanya Kim Ssook.


Raja akhirnya diizinkan masuk ke dalam. Di dalam kuil, ia melihat para janda sedang berdoa. Ia memperhatikan sekeliling ruangan.


Para janda seolah terkejut dengan kedatangan pria di sana.


Kim Ssook melihat cipratan darah di lantai. Nok Du bergerak cepat. Ia menduduki noda darah itu sebelum Raja menyadarinya. Nok Du memejamkan matanya dan mulai berdoa. Raja berbalik pergi.


Tidak lama setelah Raja keluar, pengawal datang untuk melaporkan hasil penyelidikannya di Rumah Gisaeng. “Tuan Heo Yoo mampir sebentar ke Rumah Gisaeng. Tidak ada orang yang mencurigakan,” kata pengawal. Raja tersenyum licik.


Nok Du melihat raja dan rombongannya pergi meninggalkan Lembah Mudam. Nyonya Chun dan Tim Kim Ssook datang kemudian.


Nyonya Chun memuji pekerjaan mereka. Ia bilang Nok Du berhasil mengulur waktu, sehingga mereka semua selamat dari bahaya. “Ketika kami mengejar Pejabat Lokal, dia terlihat baik dalam bertarung. Aku yakin dia juga cerdas,” kata Kim Ssook.
Nyonya Chun tersenyum. Ia merasa Nok Du sudah bisa menerima misi sekarang. “Aku akan melakukan yang terbaik,” kata Nok Du.


“Ngomong-ngomong, siapa dia?” tanya Nok Du yang menyadari kalau Nyonya Chun masih memperhatikan kepergian pria tadi. Anggota Pasukan Muweol pun penasaran.


Heo Yoon: “Kenapa kau membawaku ke sini?”
Yool Moo: “Meskipun kau adalah Kanselir dari Penasihat Istimewa, kau tidak bisa melakukan apa-apa. Aku pikir kau mendapat kepercayaan Raja, tapi dia mencurigaimu sekarang.”


Heo Yoon bilang Pangeran Yeongchang sudah mati, jadi jika Raja mengetahuinya, situasi tidak akan semakin buruk. Ia bilang rencanya sudah gagal.


“Apa maksudmu? Kau tidak dengar perkataanku? Kau harus membuatku menjadi Raja,” kata Yool Moo lalu meminum tehnya. Heo Yoon bertanya kenapa Yool Moo ingin mengambil tahta. “Aku selalu berharap bahwa orang miskin akan mendapatkan cukup makan dan menjalani hidup yang baik.” Heo Yoon mendengarkannya dengan serius.


Yool Moo tertawa dan bertanya apakah Heo Yoon sungguh ingin ia mengatakan hal seperti itu. “KAu harus peduli pada rakyatmu!” kata Heo Yoon marah. Yool Moo bilang ia akan menjadi raja yang tak terkalahkan dan nanti Heo Yoon bisa melayaninya.


Heo Yoon bangkit dengan marah. “Apa kau akan memberitahu sang Raja? Apa kau akan memberitahunya bahwa kau pernah berpikir untuk mengkhianatinya? Atau… kau akan memberitahunya bahwa putranya yang seharusnya sudah meninggal 20 tahun lalu ternyata masih hidup?” tanya Yool Moo. Heo Yoon sangat terkejut karena Yool Moo mengetahui hal itu.


“Akan kujawab pertanyaanmu tentang kenapa aku membawamu ke sini. Masuklah,” kata Yool Moo. Seseorang membuka pintu dan masuk ke ruangan itu.


Hwang Tae-lah yang datang. Ia membungkukkan kepalanya memberi salam pada Heo Yoon. “Ketika kami mengawasimu, aku mendapatkan sesuatu yang tidak diduga,” kata Yool Moo.


Yang mencegat Deul Re saat itu ternyata adalah pengawal Yool Moo. “Ketika aku mendengar bahwa Pasukan Muweol dikirim ke sebuah pulau, aku penasaran apa yang terjadi di sana,” cerita Yool Moo.


“Aku menemukan beberapa orang yang telah lama bersembunyi.”


Orang yang membunuh anggota Pasukan Muweol ternyata juga adalah pengawal Yool Moo.


“Akhirnya aku tahu cerita yang pernah ayahku ceritakan adalah nyata. Tidakkah kau penasaran? Kenapa raja mau membunuh putranya sendiri dan juga Jung Yoon Jeo? Ah… kau mungkin masih hidup karena kau penasaran tentang hal itu?” kata Yool Moo.


Heo Yoon: “Apakah kau…”
Hwang Tae: “Jika aku putra Raja, aku tidak akan merasa bersalah tentang hidup bersembunyidi sepanjang hidupku.”
Heo Yoon: “Kau pasti putra Yoon Jeo.”


“Aku akan melihatnya menjadi Raja. Dialah satu-satunya orang yang akan mengembalikan semua milikku yang hilang,” kata Hwang Tae. Yool Moo bangkit dan bertanya apa yang akan Heo Yoon katakan karena biasanya menceritakan rahasia akan mengumpulkan semua orang yang terlibat.


Heo Yoon tampak kacau.
Comments


EmoticonEmoticon