10/30/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 15 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Dan Ho yakin Raja tidak akan menemukan apapun karena desa sudah habis terbakar dan para janda pergi berpencar.


“Dia menghilang saat aku mencarikan obat untuknya tanpa mengatakan apapun,” sesal Yool Moo. Dan Ho meminta maaf karena ia datang terlambat. “Tidak apa-apa. Aku yang menyuruhmu untuk tidak berada di sana.”


Yool Moo: “Dan Ho… tentang pria itu… aku tidak bisa membiarkan dia hidup lebih lama lagi.”
Dan Ho: “Aku mengerti. Aku akan menemukan dan membunuhnya.”
Yool Moo: “Sebelum kau melakukan itu, ada satu hal lagi yang harus kita urus.”


Mereka melihat beberapa pengawal kerajaan berjalan menuju Desa Janda.


Para janda yang tersisa bersusah payah menaiki bukit. Nyonya Chun memberitahu jalan aman menuju dermaga. Ia mengatakan bahwa sesampainya di sana, mereka semua harus berpisah dan menempuh jalan masing-masing.


Seorang janda mengatakan bahwa mereka tidak punya tempat tujuan. Menurutnya, karena para perampok sudah mati, mereka bisa membangun sebuah desa baru bersama-sama. “Kalian harus pergi sejauh yang kalian bisa,” kata Nyonya Chun.


Yeon Boon bilang ia akan mengantar semua janda sampai di dermaga. Nyonya Chun meminta maaf karena tidak bisa memenuhi janjinya bahwa mereka akan hidup lebih aman di dunia ini, walaupun sebagai wanita. Yeon Boon bilang suatu saat mereka dapat berkumpul lagi dan membuat dunia menjadi lebih baik.


Nyonya Chun mengiyakan sambil menangis. Ia juga yakin bahwa dunia akan menjadi lebih baik, walaupun ia gagal. “Jangan putus asa! Pastikan kalian bertahan hingga akhir,” ujarnya. Jung Sook berharap mereka dapat bertemu lagi dan memeluk pimpinannya itu. “Kalian harus pergi. Pergilah.”


Setelah semua orang pergi, Kim Ssook melapor bahwa ia sudah membawa semua gisaeng ke Kantor Pemerintahan. Nyonya Chun berkata, “Mereka cantik dan berbakat, jadi kemana pun mereka pergi, mereka akan melakukannya dengan baik. Nyonya Kim… maksudku, pria itu… Di mana dia…” 


Kim Ssook bilang Nok Du ada di Bukit Songju dan kondisinya kritis. Ia merasa perbuatan Nok Du menyamar menjadi wanita itu memalukan, tapi jika bukan karena Nok Du, maka mereka semua sudah mati.


“Kau harus mendukungnya. Aku tidak pernah melihat kau berpihak kepada seseorang seperti ini,” kata Nyonya Chun. Kim Ssook bilang bukan itu maksudnya. “Saat ini, aku sudah tidak lagi punya kekuatan untuk menyakiti orang.” Kim Ssook bertanya ke mana Nyonya Chun akan pergi. “Aku harus berusaha melakukan apa yang aku bisa. Aku akan pergi ke Hanyang untuk menemui Penasehat. Jadi kau harus cepat menyusul yang lain.”


“Aku bersumpah akan terus berada di sisimu. Tunggu di sini. Aku akan membawakan kuda,” kata Kim Ssook. Ia pergi tanpa menunggu persetujuan Nyonya Chun.


Nyonya Chun melihat kedatangan para pengawal Kerajaan. Kim Ssook yang sudah pergi pun melihat mereka. Ia tampak sangat khawatir.


Pengawal Heo Yoon melaporkan kejadian saat ia menyerang rumah Yool Moo. “Dia bisa saja membunuhku, tapi dia membiarkanku hidup agar aku kembali dan memperingatkanmu,” kata si pengawal. Heo Yoon sangat marah dan akan menemui Yool Moo, tapi pengawal menghalanginya.


“Raja akan segera tahu tentang apa yang terjadi di desa. Kau tidak boleh melakukan apapun,” kata pengawal yang mengkhwatirkan keselamatan tuannya. Heo Yeon mengerti dan menyuruh pengawalnya pergi beristirahat.


Heo Yoon mengingat saat seorang pria bercadar menemuinya. “Kenapa kau berusaha membunuh kami? Siapa aku ini?” tanyanya.


“Dia mungkin… jalan keluar dari masalah ini,” gumam Heo Yoon.


Kim Ssook mengintai para pengawal yang telah menangkap Nyonya Chun. Ia menyiapkan pedangnya.


Kim Ssook tidak jadi menyerang karena Nyonya Chun memberi kode dengan gelengan kepala agar Kim Ssook tidak melakukan apapun. Kim Ssook semakin khawatir.


Kim Ssook mengingat saat ia baru saja menjadi janda dan menolak untuk bunuh diri. Pengawal yang mengejarnya menyuruhnya terjun ke jurang dan akan melapor kepada tuannya bahwa Kim Ssook bunuh diir demi harga dirinya.


Kim Ssook menatap jurang yang ada di belakangnya. Ia baru saja akan melompat, tapi tiba-tiba beberapa anak panah menyerang para pengawal hingga tewas. Ia terkejut dan semakin ketakutan.


Empat orang pasukan Muweol-lah yang membunuh para pengawal itu untuk menyelamatkan Kim Ssook. Salah satunya membuka cadarnya dan dia adalah Nyonya Chun. Inilah kali pertama mereka bertemu.


“Kenapa kau melihat jurang itu? Yang harus kau lakukan adalah melindungi nyawamu, bukan harga dirimu. Ayo pergi dan angkat dagumu,” kata Nyonya Chun sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.


Kim Ssook terkejut ketika sebuah anak panah melesat mengenai jantung Nyonya Chun. Komandan pengawal memerintahkan untuk mengejar pelaku.


Kim Ssook melihat sekeliling. Ia menemukan pria bercadar, Dan Ho, dan berusaha mengejarnya, tapi ia terlalu lemah.


Dua orang pengawal mendudukkan Nyonya Chun yang sudah lemas. Kim Ssook menahan tangisnya dan memperhatikan Nyonya Chun dari kejauhan.


Nyonya Chun tewas.


Hari sudah malam, ketika Dong Joo datang ke makam Nyonya Chun. Ia bersimpuh dan menangis, “Nyonya Chun…” Kim Ssook bilang ia tidak ingin Nyonya Chun kesepian dalam perjalanannya ke akhirat, jadi ia memanggil Dong Joo, walaupun ia tahu kalau Dong Joo sedang tidak sehat.


Dong Joo: “Apa para perampok yang melakukan ini padanya? Bagaimana… Bagaimana dia bisa mati seperti ini? Nyonya Chun...”
Kim Ssook: “Siapapun itu. Aku akan menemukan dan membunuhnya, bagaimanapun caranya.”


Dong Joo menangis tersedu-sedu, sedangkan Kim Ssook berusaha lebih tegar.
Comments


EmoticonEmoticon