10/30/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 15 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Dong Joo tampak masih merawat Nok Du. Nok Du perlahan sadar dan memegang tangan Dong Joo yang sedang mengelap keringatnya. “Aku kira kau meninggalkanku. Aku bermimpi… Dan kau meninggalkanku,” kata Nok Du.


Dong Joo: “Mimpi yang konyol. Aku tidak akan pergi. Tidurlah lagi.”
Nok Du: “Aku tidak mau.”


Nok Du kembali tertidur karena tubuhnya masih lemah. Ia meletakkan tangan Dong Joo di dadanya.


Nok Du kembali membuka matanya, tapi yang ia lihat sebenarnya adalah Yeon Geun. Ia terkejut dan akan menjauh, tapi ia kesakitan. “Kau seharusnya tidak… bangun sekarang, brengsek,” kata Yeon Geun dengan sedih.


Nok Du: “Di mana Dong Joo?”
Yeon Geun: “Apa? Itu… dia… Tunggu. Seharusnya kau tidak bergerak. Tunggu.”


Nok Du berusaha berdiri. Ia mengambil baju dan pergi mencari Dong Joo. “Si brengsek itu,” ujar Yeon Geun yang sepetrtinya masih belum bisa menerima bahwa NYonya Kim alias Nok Du adalah seorang pria.


Nok Du keluar rumah dan hanya bisa melihat padang ilalang di sekitarnya. Napasnya pun masih belum teratur. Ia terdiam. Tidak lama kemudian, Guru Hwang menghampirinya.


Guru Hwang bilang sudah berhari-hari, tapi Nok Du masih belum pulih. Ia tidak yakin kalau Dong Joo akan kembali, karena Dong Joo sudah memutuskan untuk pergi. “Aku tidak menunggunya. Aku hanya keluar untuk mencari udara segar,” kata Nok Du berbohong,


“Sepertinya aku melihat air mata,” goda Guru Hwang. Nok Du buru-buru menghapus air matanya. Nok Du bilang ia menangis karena anginnya sangat dingin. “Biasanya, cinta pertama itu menyakitkan.”


“Bagaimana bisa kau pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal? Dia bilang dia khawatir kalau aku mungkin sudah mati. Tidak sepatah kata pun,” ucap Nok Du bicara sendiri. Guru Hwang mengganti topic pembicaraan dengan kabar kematiannya.


Nok Du hampir ambruk saat mendengar kabar itu. Yang Guru Hwang ketahui adalah Nyonya Chun dibunuh oleh perampok yang masih mengejarnya. Guru Hwang bilang Nyonya Chun sudah dimakamkan dengan baik. “Wakil Kurator sebenarnya memintaku merahasiakan ini sampai kau sehat. Kau baik-baik saja?” tanya Guru Hwang.


“Aku harus pergi,” kata Nok Du. Guru Hwang malah mengajak Nok Du masuk ke rumah karena cuaca sangat dingin. “Ke Hanyang.” Guru Hwang melarangnya. “Ada pembicaraan yang belum aku selesaikan.”


“Astaga…” gumam Guru Hwang saat melihat Nok Du yang benar-benar akan pergi. Ia mengingat percakapannya terakhir dengan Dong Joo.


Saat itu, Dong Joo bilang akan pergi padahal sudah beberapa hari tidak tidur. “Aku harus pergi. Itulah kenapa aku akan bersamanya sebanyak yang kumau sekarang. Aku akan melihatnya sebanyak yang kumau… dan berada di sampingnya. Nok Du tidak akan tahu,” kata Dong Joo.


Guru Hwang mengingatkan kalau Nok Du terluka parah, jadi tidak seharusnya Dong Joo pergi begitu saja. “Jika dia bangun, aku merasa aku tidak bisa pergi nanti. Katakan padanya aku pergi tanpa mengkhawatirkan apapun. Tolong katakan itu kepadanya,” kata Dong Joo.


Dong Joo menggenggam tangan Nok Du dengan erat, lalu menatap wajah Nok Du lagi.


“Apa dia patah hati karena tidak tahu? Atau dia akan lebih patah hati jika dia tahu?” gumam Guru Hwang bingung.


Dong Joo sudah berada di Hanyang dan sedang menatap gerbang luar istana.


Ia tidak melakukan apa-apa, lalu berbalik pergi.


Comments


EmoticonEmoticon