10/30/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 16 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Raja mengingat perkataan Nok Du siang tadi. “Tidak. Aku akan menghadapinya,” kata Nok Du.


“Apakah aku adalah… putra Raja?” tanya Nok Du. Yoon Jeo bilang itu tidak benar karena Nok Du adalah putranya. Nok Du menghapus air matanya. 


Nok Du bilang ia akan mencari tahu sendiri. “Ke mana kau akan pergi?” tanya Yoon Jeo khawatir. Nok Du bilang ia akan memperbaiki yang salah. Ia juga akan memastikan kalau Yoon Jeo dan Hwang Tae hidup secara terhormat.


“Jaga kesehatan ayah,” kata Nok Du. Yoon Jeo menahannya, tapi Nok Du mendorong ayahnya. Yoon Jeo tidak bisa mengejar Nok Du karena terbatuk dan sesak.


Nok Du akan pergi, tapi para pengawal menghadangnya dan meminta Nok Du mengikutinya dengan tenang. “Tidak,” kata Nok Du. Pengawal memegang pedangnya. Nok Du memasukkan tangannya ke dalam baju. Perhatian pengawal teralihkan saat mendengar suara dari luar. Nok Du memanfaatkan kesempatan itu unutk melarikan diri. Para pengawal mengejarnya, sedangkan pimpinan menuju arah suara.


Raja datang ke rumah Heo Yoon dan mengetuk pintunya dengan tidak sabar. Ia mengetuk lagi dengan keras, tapi tetap tidak ada yang membuka pintunya. Ia memberi kode pada pengawalnya.


Salah satu pengawal Raja mendobrak pintunya dan masuk lebih dulu disusul pengawal lainnya. Raja masih berada di luar pintu.


Pengawal Heo Yoon datang dan terkejut saat melihat siapa yang datang. Ia membungkuk memberi salam ketika Raja berjalan melewatinya.


Yoon Jeo: “Berapa banyak yang Nok Du ketahui?”
Heo Yoon: “Bagaimana denganmu? Berapa banyak yang kau tahu? Kau pikir kenapa Yang Mulia ingin menyingkirkan putranya sendiri 20 tahun lalu? Dia bahkan ingin membunuhmu. Menurutmu, kenapa dia melakukannya?”


Raja masuk ke ruangan itu dan ia sangat terkejut karena melihat seseorang yang seharusnya sudah mati. Yoon Jeo dan Heo Yoon pun tidak kalah terkejut.


Nok Du keluar dari persembunyiannya setelah para pengawal Heo Yoon melewati tempat itu. Nok Du pun pergi ke arah yang berbeda.


Ternyata, Dong Joo menginap di penginapan tempat Nok Du bersembunyi tadi. Ia melihat seorang berjalan, tapi tidak menghiraukannya.


Raja ingin menarik pedangnya, tapi ia terlalu gugup. Ia mendekati Yoon Jeo, tapi tidak sanggup menarik pedangnya. “Yang Mulia…” panggil Yoon Jeo. Raja akhirnya menjatuhkan pedangnya.

“Yang Mulia…” kata Yoon Jeo lalu bersujud kepada Rajanya. Ia menangis dan membentur-benturkan kepalanya ke lantai. “Yang Mulia…” Heo Yoon pun tampak sedih.


Guru Hwang terbangun di tengah malam. Ia terkejut saat melihat Nok Du duduk diam di sudut kamar. Ia mengomel karena Nok Du mengejutkannya.


“Guru… aku harus masuk ke istana. Aku harus mencari tahu demi diriku sendiri. Aku harus melakukannya sendiri,” kata Nok Du.


Raja: “Apakah kau satu-satunya yang bertahan hidup hari itu?”
Yoon Jeo: “Hanya aku yang hidup, Yang Mulia.”
Raja: “Kalau kau berbohong, aku sendiri yang akan menghabisi nyawamu.”


Yoon Jeo membungkukkan kepalanya lagi. Raja lalu meninggalkan ruangan itu dan memberi perintah kepada pengawalnya, “Awasi mereka berdua! Pastikan mereka tidak pergi kemana-mana!”


“Baik, Yang Mulia!” kata seorang pengawal, lalu menutup pintunya lagi. Yoon Jeo merasa tubuhnya sangat lemas. Heo Yoon pun terlihat cemas.


Keesokan harinya, Nok Du menemui dua itik peliharaan Dong Joo dan mulai bicara dengan mereka. Nok Du tahu kalau sarang buatannya tidak sebagus buatan Nok Du, tapi apa gunanya itu karena Dong Joo tidak punya rasa tanggung jawab.


“Tentu saja. Ini sangat sulit didapatkan. Kalian bisa memegang kata-kataku,” kata Dong Joo sambil menunjukkan barang dagangannya. Dayang sudah mendengar kalau wajah akan menjadi terang dan bersinar jika dicuci dengan ramuan milik Dong Joo.


Dong Joo mempersilakan mereka mencobanya. Dayang erbabju biru sangat senang karena menerima barang yang begitu berharga, tapi tidak dengan dayang satunya.


“Jika kau menyuap kami agar bisa mendapat pekerjaan.. aku pergi saja,” kata dayang itu lalu pergi, tapi tidak lupa membawa satu ramuan Dong Joo. Dong Joo bilang ia bisa melakukan apa saja, tapi dayang itu tidak peduli. “Terima kasih untuk ini,” kata dayang berbaju biru lalu pergi menyusul temannya.


“Astaga, mereka sangat nakal. Sepertinya memanjat dinding istana lebih mudah,” gerutu Dong Joo.


Nok Du pergi ke toko pandai besi yang pernah ia kunjungi bersama Dong Joo. Ia bilang  ia akan ikut ujian militer dan membutuhkan busur panah  dan beberapa anak panah untuk berlatih. Pandai besi menyiapkan barang yang Nok Du butuhkan. “Ngomong-ngomong, apa kau ingat seorang pria yang pernah membeli magnet di sini? Dia kecil, pendek dan kulitnya cerah,” tanya Nok Du.


“Magnet? Oh.. maksudmu pria yang cantik itu?” kata si pandai besi. Nok Du mengiyakan dan bertanya apakah akhir-akhir ini pria itu datang ke sana. “Tidak. Itulah saat terakhir aku melihatnya. Dia tidak sering datang. Tapi dia suka datang di suatu waktu, jadi aku yakin dia akan datang lagi.”


“Hari ini, aku ambil ini saja,” kata Nok Du mengambil beberapa anak panah. “Aku akan datang besok dan besoknya lagi untuk membeli sisanya.” Si pandai besi bilang akan merepotkan jika Nok Du bolak-balik seperti itu. Nok Du hanya tersenyum karena ia berharap dapat bertemu Dong Joo di sana suatu hari nanti.


Dayang berbaju biru, yang tadi bertemu Dong Joo, mengajak temannya bermain ayunan, tapi temannya menolak karena mereka bukan anak kecil lagi. “Ayolah. Aku sangat menginginkannya. Kita hanya perlu kembali sebelum matahari tenggelam,” bujuk dayang berbaju biru. [Aku sebut Dayang A & B aja dulu ya…]


Empat orang anak tampak murung karena ingin bermain ayunan, tapi Nok Du tidak juga turun. Kedua dayang tadi sampai di tempat ayunan.


Nok Du sudah berdiri, tapi kemudian ia duduk lagi sambil melamun.


“Permisi… Apa kau menyewa ayunannya? Anak-anak ini mengantri untuk bermain,” kata Dayang A. Nok Du meminta maaf dan akan pergi.


Dayang B terpesona melihat ketampanan Nok Du, hingga ia terpeleset. Nok Du dengan sigap menangkapnya. Nok Du menganggukkan kepalanya, lalu pergi.


“Dia acuh tak acuh. Dia sangat menarik,” pekik Dayang B kegirangan.
Comments


EmoticonEmoticon