10/30/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 16 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Nok Du pergi ke toko buku untuk persiapan ujian militernya. “Kau bisa menemukannya di dalam,” kata pemilik toko.


Kebetulan, Raja juga sedang berada di toko buku itu. Saat melihat Nok Du, Raja meletakkan buku yang sedang dibacanya, lalu menyapa Nok Du.


“Kurasa kita ditakdirkan bertemu kembali,” kata Raja sambil tersenyum. Nok Du membalas senyumnya dan bertanya apa yang pria itu lakukan di sana. “Aku sedang banyak pikiran, tapi aku menduga kau sedang menggunakan ayunannya.”


Nok Du tertawa kecil. Raja melihat panah yang dibawa Nok Du dan bertanya apakah Nok Du sedang bersiap untuk ujian militer. “Ya. Aku harus masuk istana. Kurasa aku akan mengikuti ujian militer lebih baik daripada ujian sipil,” kata Nok Du.


Raja: “Istana? Kenapa kau perlu masuk ke istana?”
Nok Du: “Aku harus bertemu Yang Mulia.”
Raja: “Yang Mulia? Kedengarannya kau ingin bertemu dengannya bukan untuk alasan yang baik.”


“Aku harus bertemu dengannya… jadi aku bisa sukses. Sku ingin memenangkan hati Yang Mulia,” kata Nok Du. Raja tertawa dan menanyakan nama Nok Du. “Ah, namaku Yeon Soo.”


“Ah, kau berasal dari keluarga yang sama dengan mantan Sekretaris Istana,” tebak Raja. Nok Du mengiyakannya. Raja bilang akan memberikan tips untuk kesukesan Nok Du.


“Mari kita bertemu di sini lima hari lagi sekitar jam 3 sore,” kata Raja. Nok Du ingin mengatakan sesuatu, tapi Raja telah pergi meninggalkan toko buku. 


Dong Joo keluar dari penginapan karena rencananya mendekati para dayang tidak berhasil. Ia akan memakai sepatunya, tapi ia malah teringat Nok Du yang memakaikan kaos kaki kepadanya.


Dong Joo merasa kali ini Nok Du juga memakaikan kaos kakinya. Ia kembali murung saat bayangan Nok Du menghilang. “Aku tidak punya hak untuk menangis,” ujarnya pada diri sendiri.


Dayang B tiba-tiba datang dan berkata, “Kau bilang kau bisa melakukan apapun, bukan?” Dong Joo tidak mengerti.


Dayang B ternyata meminta Dong Joo untuk menemukan seorang pria. “Aku sudah pergi ke sana lagi, tapi aku tidak bisa bertemu dengannya. Aku memang wanita milik Yang Mulia, tapi aku hanya ingin bicara dengannya,” kata Dayang B.


Dayang B beralasan kalau ia ingin memberi hadiah kecil karena pria itu sudah menyelamatkannya. Dong Joo bilang itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami. “Aku memecat pelayan yang bekerja untukku,” kata Dayang B sambil menyodorkan sebuah kertas.


Dong Joo langsung memegang kertas itu dan berkata, “Bagaimana rupa pria itu?”


Dong Joo pergi ke pasar untuk mencari targetnya. Ia mengingat perkataan Dayang B, “Dia memakai baju pink yang indah.”


“Dan dia memakai sebuah topi dengan tali batu amethyst yang mewah. Dia punya rahang yang kokoh. Dan kulitnya lebih cerah dari wanita. Bukan itu saja! Matanya… dalam dan sedih, menyimpan banyak cerita.”


Dong Joo tertawa sendiri saat melihat sketsa waja pria yang dicarinya. “Setidaknya dia terlihat seperti manusia,” ujarnya. Dayang B berpesan untuk memberitahu pria itu kalau Dayang B memintanya untuk menemuinya pada malam empat hari lagi.


“Kenapa harus di ayunan?” gumam Dong Joo.


Dong Joo terus memperhatikan para pria yang ada di sana. Menurutnya, seseorang bisa saja mengganti pakaiannya, tapi tidak akan terlalu sering mengganti tali topi mewahnya. “Ah, sial! Ini membuatku gila. Aku harus menemukannya malam ini,” gerutunya.


Dong Joo melihat sesosok pria berpakaian pink. Ia segera mengejarnya.


Pria berbaju pink itu adalah Nok Du!


“Tuan! Tuan!” panggil Dong Joo sambil berlari menuju pria berpakaian pink. “Tuan! Tuan! Permisi.” Dong Joo menyentuh lengan pria itu.


Tapi pria berpakaian pink itu bukan Nok Du, melainkan Raja. Raja memberi kode agar pengawalnya tidak mendekat. Para pengawal menjauh lagi. “Ada apa?” tanya Raja pada Dong Joo.


“Mata bersinar, rahang kokoh, dan kulitnya indah. Dia pasti pria itu. Pink dan batu amethyst,” kata Dong Joo dalam hati. Raja bertanya apakah urusan Dong Joo sudah selesai.


Dong Joo meminta maaf, lalu bertanya apakah beberapa hari yang lalu pria di depannya itu bertemu dengan seseorang di ayunan. Raja berpikir sejenak, lalu mengiyakan pertanyaan Dong Joo. “Aku mengerti kalau tidak sopan untuk menanyakan ini. Tapi bisakah kau pergi ke ayunan mala mini jam 11 malam? Ada seorang wanita yang ingin bertemu denganmu,” kata Dong Joo.


“Aku?” tanya Raja heran. Dong Joo bilang wanita itu hanya ingin memberi hadiah dan bicara dengan Raja. “Untukku?” Dong Joo mengiyakan lagi dan memohon agar Raja datang. Raja diam saja.


“Aku anggap jawabannya iya dan akan menyampaikannya padanya. Kau berjanji,” kata Dong Joo lalu pergi dengan bahagia. Ia tidak tahu kalau pria itu adalah pria yang sangat ingin ia bunuh.


“Astaga…” kata Raja sambil tersenyum setelah Dong Joo pergi. Ia lalu melanjutkan lagi perjalanannya.


Raja dan Nok Du bertemu di depan toko buku. Rupanya ini sudah lima hari sejak pertemuan terakhir mereka. Nok Du meminta maaf karena datang terlambat. Mereka terkejut karena memakai pakaian yang serupa. “Tidak hanya kita berbagi takdir yang sama, tapi selera kita dalam berpakaian pun sama,” kata Raja.
Comments


EmoticonEmoticon