10/30/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 16 PART 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Raja lalu memberikan sebuah hadiah untuk Nok Du. Nok Du bertanya apa itu. “Ini gula-gula. Aku harap kau lulus ujian,” kata Raja tulus. Nok Du berterima kasih dan tidak tahu bagaimana harus berterima kasih. “Kau bisa membayarku dengan cara lulus ujiannya. Jika sudah lulus, jangan sombong.”


“Tentu tidak,” kata Nok Du. Raja lalu mempersilakannya pergi karena Nok Du pasti sibuk mempersiapkan ujiannya. “Baiklah.”


Setelah Nok Du pergi, Komandan Pengawal melapor bahwa sejauh ini Heo Yoon tidak melakukan apa-apa. “Dan Anda memintaku mencaritahu tentang cucu laki-laki keluarga Yeon. Secara fisik dia sangat lemah. Jadi ia pergi ke daerah terpencil untuk mengurus kesehatannya. Dan mereka belum mendengar kabar darinya sejak itu,” lapor Komandan.


Raja heran karena Keluarga Yeon belum mendengar kabar, padahal ia sendiri bertemu pria yang mengaku dari keluarga Yeon itu, yaitu Nok Du yang sekarang menggunakan nama Yeon Soo. Raja menjadi curiga.


Nok Du berlatih dengan pedang kayu, tapi perutnya terasa sakit. Guru Hwang mengingatkan bahwa Nok Du masih belum boleh melakukan gerakan berat. “Baiklah,” kata Nok Du. Ia lalu meliat Guru Hwang membawa sesuatu.


“Ini? Kau menyebutkan bunga lonceng dari pulau kita. Bunga lonceng ada banyak di sana, tapi sangat sulit untuk menemukannya di sini Ini mengingatkanku pada ayahmu. Dulu dia memakan ini untuk mengatasi batuknya. Benar, kan? Ngomong-ngomong, kenapa kau menginginkan ini?” kata Guru Hwang.


Nok Du membawa buntelan bunga lonceng itu dan menyelinap ke rumah Heo Yoon untuk menemui ayah angkatnya. Ia melatakkannya di teras depan kamar Yoon Jeo dan akan langsung pergi. Tapi, pengawal Kerajaan datang mengepungnya.


Komandan Pengawal meminta Nok Du mengikutinya dengan tenang. Nok Du tampak akan membuka cadarmya.


Yoon Jeo tiba-tiba membuka pintu kamar. “Nok Du…” ujarnya terkejut. Nok Du lalu menyerang semua pengawal itu. Yoon Jeo ingin mendekat, tapi seorang pengawal menghalanginya dengan pedang. Tangan Nok Du tergore pedang Komandan, lalu melarikan diri.


Sekelompok pengawal datang lagi. “Dia seorang pria dengan masker hitam. Aku sedikit melukai lengannya! Kejar dia!” kata Komandan memberi perintah.


Komandan mengambil robekan pakaian Nok Du.


Dayang B dan Dong Joo sudah menunggu di tempat ayunan. Dayang Ba tampak tersipu malu karena akan bertemu dengan pria yang dikaguminya.


“Oh, dia datang. Itu dia,” kata Dong Joo pelan. Dayang B antusias dan memperhatikan pria yang datang itu. Dayang B terkejut karena bukan itu pria yang dimaksud. Ia menyebut Dong Joo gila, lalu melarikan diri.


Dong Joo bingung dan akan mengejar Dayang B, tapi Raja menepuk bahunya dan bertanya ke mana Dong Joo akan pergi, padahal Dong Joo yang memintanya datang. “Apa? Ah, sepertinya aku salah orang. Sepertinya kau bukan pria yang kucari,” kata Dong Joo.


Raja: “Siapa yang kau cari?”
Dong Joo: “Ini… cinta antara seorang pria dan wanita. Sulit untuk menjelaskan rinciannya. Bagaimanapun juga, aku sungguh meminta maaf. Aku pergi sekarang. Maafkan aku.”


“Tunggu, hey…” panggil Raja. Dong Joo berlari pergi, sedangkan Komandan Pengawal datang.


Komandan melaporkan bahwa ada seorang pria mengunjungi Yoon Jeo, lalu melarikan diri dengan terburu-buru. Raja bertanya apakah Komandan melihat wajahnya. “Aku tidak melihat wajahnya, tapi lengannya tergores dan namanya Nok Du,” lapor Komandan sambil menunjukkan robekan kainnya.


“Nok Du? Kita harus menemukannya, bagaimanapun caranya. Harus,” kata Raja. Komandan menerima perintah itu dan pergi.


Nok Du masih berusaha menghindari kejaran para pengawal.


Dong Joo melewati jalan yang sama dan melihat para pengawal berlarian membawa obor.


Dong Joo juga melihat sebuah kepala yang muncul dari persembunyian. Ia terkejut saat mengenali pria itu. Ia menjadi panik saat sekelompok pengawal lain datang dan mulai menggeledah.


Dong Joo memakaikan jaket di kepalanya lalu berkata, “Permsii! Aku melihat pria mencurigakan pergi ke arah sana!” Mereka semua lalu pergi ke arah yang Dong Joo tunjuk.


Dong Joo kembali ke tempat persembunyian Nok Du, tapi Nok Du sudah tidak ada di sana. Ia mencari di sekitar jalan itu. Tiba-tiba, seseorang menariknya masuk ke dalam rumah.


Sekelompok pengawal yang dipimpin langsung oleh Komandan sudah sampai di jalan yang sama. Mereka menggeledah barang-barang yang ada di pinggir jalan dan membuka pintu-pintu.


Nok Du: “Kau…”
Dong Joo: “Aku harus keluar dari sini.”
Nok Du: “Tidak. Kau tidak bisa pergi.”


Nok Du menahan tangan Dong Joo. Dong Joo bilang ia akan mengalihkan perhatian para pengawal dan Nok Du harus tetap bersembunyi di sana. “Tidak. Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi. Tidak akan pernah,” kata Nok Du.


Dong Joo berusaha pergi, tapi Nok Du tidak mau melepaskannya. Mereka tidak sengaja menyenggol tumpukan mangkok dan salah satunya jatuh ke lantai dan menimbulkan bunyi cukup keras. Mereka terkejut.


Komandan mendengar suara itu. Ia akan membuka pintu, tapi Raja datang.


Raja pun masuk ke ruangan itu!


Comments


EmoticonEmoticon