10/30/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 18 PART 2



Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Hwang Tae berjalan-jalan di area rumah Yool Moo sambil melamun.


Hwang Tae mengingat perkataan Yool Moo bahwa apa yang mereka lakukan tidak akan membahayakan ayahnya, bahkan hal itu akan melindungi ayahnya. Yool Moo juga berjanji akan mencari Yoon Jeo dan menjaganya tetap aman.


“Aku berjanji dan inilah bukti dari janjiku,” kata Yool Moo sambil menyerahkan sebuah buku.


Hwang Tae membuka buku itu dan membaca nama ‘Jung Yi Hyung’. Ia memberikan cap jempolnya di lembar itu. [Itu buku silsilah keluarga Jung kali ya..

Dari atap, Nok Du memperhatikannya kakak angkatnya yang berjalan mondar-mandir.


Nok Du lalu melemparkan sebuah pesan yang diikatkan pada batu. Hwang Tae membaca pesan itu, lalu meletakkannya di lengan bajunya.


Hwang Tae buru-buru pergi, tapi ternyata ada Dan Ho yang memperhatikannya.


Dan Ho pergi ke dapur untuk Yool Moo, tapi Yool Moo mala memberikannya minuman. Ia pun meminumnya sampai habis.


Setelah itu, barulah Dan Ho berbisik melaporkan kejadian yang dilihatnya tadi. “Dia memakan umpannya. Sebentar lagi, aku bisa bertemu putra Sang Raja,” kata Yool Moo.


Dong Joo mengecek itik pellharaannya yang semakin besar, Ia membawakan makanan untuk mereka. “Setelah bertemu dengannya, aku menyadari betapa aku merindukannya. Tapi aku tidak boleh merasa seperti itu, bukan?” Dong Joo bicara pada dirinya sendiri.


Guru Hwang datang untuk memberikan makanan pada itik itu. Ia bilang hidup tidak pernah semudah yang diinginkan. Dong Joo bilang ia tadi bicara tentang itik itu. “aku akan berpura-pura mempercayaimu,” kata Guru Hwang membuat Dong Joo tersipu. “Ayo masuk. Nok Du sudah mendapatkan kamar untukmu… Maksudku, dia sudah mencuri kamar untukmu.”


Guru Hwang dan Dong Joo sampai di kamar. Yeon Geun mengambil baju hijaunya yang tergantung, lalu duduk lagi di depan Nok Du. Nok Du meminta maaf karena meminta Yeon Geun melakukan suatu hal padahal hari sudah larut.


Nok Du: “Kamar di ujung itu sangat luas.”
Yeon Geun: “Kalau begitu, kau seharusnya membiarkan Dong Joo tidur di kamar yang luas itu.”
Nok Du: “Tapi aku menyadari bahwa angin sangat besar di sana.”
Yeon Geun :”Jadi tidak apa-apa jika aku membeku hingga mati?”


Dong Joo bilang ia bisa tidur di kamar mana saja. Nok Du memberi kode agar dia berhenti bicara dan memohon pada Yeon Geun.


“Ini sangat mengesalkan,” kata Yeon Geun dan pergi dengan sedih. “Kenapa pembatas ini tinggi sekali,” keluhnya saat melangkah keluar kamar.


Setelah Yeon Geun pergi, Nok Du menarik Dong Joo ke dalam kamar. Dong Joo bilang ia bisa tidur di mana saja, jadi Nok Du tidak perlu membuat keributan seperti itu.


“Dia hanya ingin membuatmu tetap dekat dengannya. Kamar kalian dihubungkan dengan jendela,” goda Aeng Doo. Guru Hwang pura-pura menegur Aeng Doo yang asal bicara.


“Mereka berusaha keras untuk bersikap seolah tidak menyukai satu sama lain,” goda Guru Hwang dan membuat kedua orang itu salah tingkah. “Ah, jangan pedulikan aku. Ngomong-ngomong, kau ada ujian besok. Jadi, pastikan kau tidur dengan baik.”


Dong Joo bertanya tes apa itu. “Bukan apa-apa. Tidurlah,” kata Nok Du lalu keluar dari kamar dan menutup pintunya. 


Nok Du tersenyum karena bisa melihat bayangan Dong Joo yang ada di kamar sebelahnya.


Dong Joo bersiap tidur dan memiringkan tubuhnya ke kamar sebelah. Mereka berdua tersenyum sendiri.


Tidak lama kemudian, mereka tertidur dengan nyenyak.


Tapi tidak begitu dengan Raja. Ia mengingat saran Dong Joo agar tidur bersama orang yang peduli dan mengkhawatirkannya, jadi ia pergi istana Ratu.


Kasim: “Yang Mulia, haruskah aku memberitahu Ratu bahwa kau ada di sini?”
Raja: “Tidak. Ayo kita pergi.”


Keesokan harinya, keluarga para peserta ujian militer tahap akhir tampak menunggu dengan antusias di luar gerbang istana. Nok Du mengatakan bahwa tidak seharusnya Aeng Doo diajak ke sana. Aeng Doo bilang ayahnya sangat penasaran dengan ujian Nok Du,


“Tidak apa-apa. Kita hanya keluar sebentar. Aku merasa… kau akan menjadi seorang jenderal,” kata Guru Hwang. Nok Du tersenyum.


Guru Hwang memeluk Nok Du dan menepuk punggungnya dengan sangat keras. “Ini karena kau punya guru yang hebat,” kata Guru Hwang memuji drinya sendiri. Aeng Doo mengajak mereka segera pulang karena sudah tidak sabar ingin makan.


Yeon Geun membanggakan dirinya yang punya segalanya, terutama uang. Belum selesai ia bicara, Nok Du pamit pergi dan mempersilakan mereka makan tanpa dirinya. Ia memperbolehkan Aeng Doo memakan bagiannya.


“Baiklah. Aku pasti akan melakukannya. Jangan khawatir,” kata Aeng Doo yang sangat senang karena mendapat tambahan jatah makan. Nok Du menganggukkan kepalanya kepada Guru Hwang yang membalasnya dengan senyuman.


Saat berjalan-jalan di pasar, Hwang Tae mengatakan bahwa ia ingin membeli buku. Yool Moo menanyakan buku apa yang Hwang Tae inginkan dan akan mencarikannya. Hwang Tae bilang ia ingin mencarinya sendiri dan tidak akan lama.


“Baiklah, kalau begitu. Pergilah. Aku akan menunggu di rumah. Pastikan kau teta aman,” kata Yool Moo. Hwang Tae memberi salam, lalu pergi.


Dan Ho tampak waspada.


“Aku datang untuk menemui Tuan Park,” kata Hwang Tae yang datang ke tempat yang sama dengan Dong Joo tempo hari.


Penjaga mengizinkannya masuk dan menunjukkan jalannya.


Dan Ho mengikuti Hwang Tae, tapi penjaga menghadangnya. Ia tersenyum sinis, lalu mengalahkan mereka dengan sangat mudah. Ia llau masuk bersama Yool Moo.


Yool Moo melihat Hwang Tae sedang bicara dengan seseorang. Ia membuka topinya dan memeilih duduk di meja terdekat. Hwang Tae menutupi wajahnya dengan sapu tangan dan memberi kode pada Dan Ho.


Dan Ho bersiap dengan pedangnya dan berjalan mendekati Hwang Tae.


“Dia bisa saja menyelinap ke rumahku. Kenapa dia memanggilnya ke sini?” gumam Yool Moo heran.


“Tangkap mereka!!!” perintah seseorang yang tiba-tiba berdiri tepat saat Dan Ho akan mengeluarkan pedangnya. “Tangkap mereka!” sahut yang lainnya. Dan Ho kebingungan.


Beberapa Polisi datdang dan menangkap para penjudi itu. Yool Moo juga kebingungan.


Seseorang membawa Hwang Tae pergi. Hwang Tae yang juga kebingungan menurut saja.


Dan Ho mengejar Hwang Tae. Ia kesal karena Hwang Tae berhasil keluar lewat pintu belakang.


Ia terkejut saat menoleh ke belakang, ia tidak menemukan Yool Moo di tempatnya duduk tadi.


Seseorang menculik Yool Moo!
Comments


EmoticonEmoticon