10/30/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 18 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Nok Du melepas penutup kepala Yool Moo. Ia menculik dan membawanya ke hutan bambu. “Aku pikir itu kau. Sepertinya aku benar,” kata Yool Moo.


“Aku merindukanmu. Kau baik-baik saja?” sapa Nok Du. Yool Moo berdiri dan menyebut Nok Du lancing karena berani memperlakukannya seperti itu. “Aku hanya melakukan apa yang kau lakukan kepadaku. Menusuk dari belakang cukup menyenangkan.” 


Sebelum kejadian ini, Nok Du ternyata pergi menemui Komandan Polisi untuk melaporkan tempat perjudian Tuan Park. Ia mengatakan bahwa taruhan di sana sangat besar di rumah judi illegal itu. Ia juga memberitahu bahwa di sanda ada orang jahat yang memeras dan memaksa orang meminjam uang.


Komandan bilang ia sudah tahu tempat itu, tapi sangat sulit untuk menangkap penjudi. Nok Du bilang itu karena para Polisi itu selalu memakai seragam.


Nok Du: “Pimpinan kalian sangat bagus dalam menyembunyikan dirinya. Dia berganti pakaian dan pergi mengintai.”
Polisi: “Pimpinan kami?”
Nok Du: “Aku sangat dekat dengan pimpinan kalian. Yang penting, akan sangat menguntungkan jika kalian menangkap orang-orang itu. Aku punya rencana.”


“Tangkap merekaaa!!” kata Komandan Polisi.


“Tangkap mereka!” sambut anak buahnya.


Para Polisi yang menunggu di luar pun menyergap masuk dan menangkap para penjudi itu.


Saat keributan terjadi itulah, Nok Du menculik Yool Moo.


Nok Du tersenyum penuh kemenangan  di depan Yool Moo yang terlihat sangat marah.


“Jika kau ingin membunuhku, hentikan omong kosongmu dan…” ucapan Yool Moo terhenti karena Nok Du mencekiknya. Nok Du bilang ia akan membiarkan Yool Moo hidup jika Yool Moo menjawab pertanyaannya.


Nok Du: “Kenapa kau melibatkan kakakku?”
Yool Moo: “Aku tidak melibatkannya. Kami hanya bertemu secara kebetulan. Dia membutuhkan tempat…”


Nok Du menghajar Yool Moo dan masih mencekiknya. Ia bertanya apa yang Yool Moo ketahui tentang dirinya dan apa saja yang sudah kakaknya katakan. “Aku tidak perlu tahu apapun tentangmu. Jadi aku tidak mendengar atau menanyakan apapun. Apa yang membuatmu penasaran?” kata Yool Moo sambil menahan sakit.


Nok Du semakin kuat mencengkeram leher Yool Moo karena bukan itu jawaban yang ingin ia dengar. “Aku tidak tahu apa maksudmu. Tapi aku yakin tentang satu hal. Kau akan membunuhku, apapun jawabanku,” kata Yool Moo lalu mengeluarkan pisaunya.


Nok Du menangkis pisau itu dan mulai menghajar Yool Moo habis-habisan. Ia bahkan menendang Yool Moo. Yool Moo terjatuh ke tanah dan mulai muntah darah. 


Dan Ho sibuk mencari keberadaan Yool Moo.


Yool Moo berusaha berdiri. Nok Du mendekat dan mengeluarkan pedangnya. Yool Moo bilang Nok Du akan membayar perbuatannya itu. “Lalu, apa kau tidak akan membayar perbuatanmu pada para wanita yang tidak bersalah?” kata Nok Du.


Yool Moo menatap Nok Du dengan tajam. Nok Du bilang siapapun yang berbuat kejahatan, maka harus dihukum, tidak peduli siapapun orangnya.


Saat Nok Du akan menebas Yool Moo, Dan Hp datang menyerangnya. Nok Du berhasil menghindar.


Nok Du mengambil pisau Yool Moo yang ada di tanah dan menusukkannya ke bahu Yool Moo. Tangan kanannya tetap memegang pedang untuk menangkis serangan Dan Ho.


Nok Du mencabut pisaunya dan Yool Moo pingsan.


Ternyata orang yang membawa Hwang Tae pergi adalah Guru Hwang. Guru Hwang menyapa dan langsung memeluknya dengan bahagia. Hwang Tae yang terkejut hanya terdiam.


“Apa Nok Du di belakang semua ini? Dia bilang dia ingin bicara denganku. Kalau aku tahu apa rencananya, aku tidak akan datang. Selamat tinggal,” kata Hwang Tae dan akan pergi. Guru Hwang menahannya.


Guru Hwang bingung karena seharusnya Hwang Tae senang karena bisa lepas dari Yool Moo. Hwang Tae bilang ia tidak tinggal di rumah Yool Moo dengan terpaksa. Ia meminta Guru Hwang mengatakan pada Nok Du untuk berhenti berbuat seperti itu dan juga berhenti mengunjunginya diam-diam.


Guru Hwang masih menahan Hwang Tae, tapi Hwang Ta tetap pergi. Ia sungguh tidak mengerti apa yang Hwang Tae pikirkan.


Nok Du dan Dan Ho terus bertarung dengan sengit.


Nok Du menyadari luka di perutnya kembali terbuka. Dan Ho melihat Yool Moo yang terduduk lemah.


Mereka kembali bertarung.


Saat bertahan satu sama lain, Dan Ho akhirnya berhasil membuat pedang Nok Du terlepas dari tangannya. Ia menyerang Nok Du, tapi Nok Du tidak menyerah walaupun sudah tidak memegang senjata.


“Lain kali,” kata Dan Ho. Nok Du tidak mengerti. “Kita akan menyelesaikan ini di lain waktu.”


Nok Du menyebut Dan Ho sudah gila dan akan menyerang dengan tangan kosong. Tapi langkahnya terhenti karena perutnya terasa sangat sakit. “Jika aku menggunakan pedangku lagi melawanmu, kau akan mati,” kata Dan Ho.


Dan Ho membawa Yool Moo pergi.


Di rumah, Nok Du heran karena Hwang Tae memilih kembali menemui Yool Moo. Guru Hwang bilang ia sempat berpikir untuk memukul punggung Hwang Tae dan membawanya secara paksa. Ia bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang.


Guru Hwang: “Dia bukan sembarang orang. Dia keluarga kerajaan. Polsi akan datang untuk menangkapmu. Kita tidak boleh tinggal di sini. Kita harus melarikan diri.”
Nok Du: “Tidak. Aku harus masuk ke istana. Aku yakin dia tidak akan melaporkanku. Aku tahu bahwa dia merencanakan pemberontakan.”


Guru Hwang: “Apa Hwang Tae tahu tentang itu?”
Nok Du: “Aku tidak yakin apakah dia benar-benar tidak tahu atau dia tahu tapi berusaha menyembunyikannya.”
Guru Hwang: “Astaga, ini sangat rumit. Sial..”


Comments


EmoticonEmoticon