10/11/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 8 PART 4


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Nona Kim-lah yang berada di dalam tandu. Mulutnya disumpal dan tangannya diikat. Ia terlihat sangat ketakutan.


Pelayan Tuan Park yang membawa lentera tiba-tiba ambruk karena kepalanya terkena lemparan batu. Dengan berani, Nok Du muncul ke depan para penjahat itu.


“Beraninya kau melakukan ini! Kau mau mati?!” gertak seorang penjahat. Nok Du tertawa dan bertanya apakah mereka akan membunuhnya dengan memegang tandu seperti itu. Para penjahat itu bingung karena tidak bisa melepaskan tandu itu.


Nok Du meminta mereka cepat bergerak karena suasana hatinya sedang buruk. Para penjahat itu sepakat untuk menurunkan tandunya. Mereka mengeluarkan pedang dan mulai menyerang Nok Du.


Dong Joo sedang berjalan keluar rumahnya. Langkahnya terhenti dan memperhatikan sekeliling rumah sambil tersenyum, tanpa menyadari kalau ada perkelahian yang terjadi tepat di luar rumahnya.


Nok Du akhirnya berjalan mengalahkan semua penjahat itu. Ia lalu membuka pintu tandu dan menemui Nona Kim. Ia membuka cadarnya agar Nona Kim mengenalinya.


Nok Du lalu membantu Nona Kim membuka ikatannya. “Sedang apa kau di sini?” tanya Nona Kim heran. Nok Du tidak mempedulikan pertanyaan itu balik menanyakan keadaan Nona Kim karena pasti sudah melewati banyak kesulitan.


“Aku baik-baik saja. Tapi Dol Bok… Dol Bok terluka parah saat menghentikan orang-orang ini. Entah apa yang terjadi kepadanya,” isak Nona Kim. Nok Du yakin Dol Bok akan baik-baik saja dan meminta Nona Kim agar tenang.


Nona Kim menangis di pelukan Nok Du tepat saat Dong Joo keluar dari rumahnya. Dong Joo terkejut saat melihat banyak orang terbaring, tapi ia lebih terkejut lagi saat melihat Nok Du berpelukan dengan seorang wanita yang ia pikir adalah kekasihnya.


Nok Du pun melihat Dong Joo. Ia melepaskan tangannya dari bahu Nona Kim yang masih menangis dalam pelukannya.


Keadaan menjadi canggung. Dong Joo memilih pergi tanpa mengatakan apa-apa. Nok Du pun tidak bisa menjelaskan kesalahpahaman itu.


“Dia pasti sangat bahagia,” gerutu Dong Joo kesal. Langkahnya terhenti karena tiba-tiba ia melihat Kim Ssook dari arah berlawanan. Ia menggunakan jaketnya untuk menutupi kepalanya dan berlari kembali ke arah sebelumnya. 


“Nona Kim?” gumam Kim Ssook saat melihat Dong Joo yang memakai jaket Nok Du. “Nona Kim…!” Kim Ssook menyusulnya.


“Sook! Sook!” kata Dong Joo tanpa suara sambil membuat kode dengan tangannya. Ia berusaha memberitahu Nok Du.


“Apa? Sook? Sook?!” Nok Du akhirnya memahami kode itu. Dong Joo menyuruhnya segera bersembunyi.


Nok Du membawa Nona Kim masuk ke dalam rumah Dong Joo. Ia bruu-buru menutup pintunya lagi saat melihat Yool Woo di dalam.


Nok Du menarik Dong Joo pergi, tapi Dong Joo memberitahunya bahwa Kim Ssook melihatnya tadi. “Kurasa dia mengira aku adalah kau,” kata Dong Joo. Nok Du bilang Kim Ssook pasti cuirga jika ia melarikan diri.


Saat melihat Kim Ssook, mereka buru-buru bersembunyi di balik tandu. “Nona Kim?” panggil Kim Ssook. Nok Du menyuruh Dong Joo lari, tapi Dong Joo malah menyuruh Nok Du masuk ke dalam tandu. Akhirnya mereka berdua masuk ke dalam tandu.


Nona Kim dan Yool Moo sama-sama terkejut ketika bertemu. Mereka jadi merasa canggung satu sama lain.


Di dalam tandu, Dong Joo dan Nok Du berdesakan, bahkan hampir tidak bisa bergerak.


“Nyonya Kim,” panggil Kim Ssook yang semakin mendekati tandu.


Dong Joo menutup mulut Nok Du dan melepas paksa bajunya. Nok Du menolak, tapi Dong Joo terus menyuruhnya agar tidak bergerak.


Kim Ssook merasa heran karena melihat beberapa pria yang pingsan di tanah. “Nyonya Kim?” panggil Kim Ssook lagi dengan hati-hati.


Nok Du ketakutan karena Dong Joo terus berusaha melepaskan pakaiannya. 


“Nyonya Kim, kau tidak apa-apa?” tanya Kim Ssook. Ia ingin membuka pintu tandu, tapi beberapa pelayan dari rumah Tuan Park datang ke sana. 


Para pelayan membangunkan rekan mereka yang pingsan.


Beberapa penjaga juga datang dan bersikap waspada karena mengira Kim Ssooklah yang sebelumnya menyerang tandu. “Siapa kau?” tanya seorang penjaga sambil menghunuskan pedangnya ke hadapan Kim Ssook.


Kim Ssook tidak takut sedikitpun. Perlahan, ia mengeluarkan pisau dari balik lengan bajunya.


Karena Nok Du terus saja menolak, Dong Joo membuka paksa baju Nok Du. Nok Du sangat syok.


1 komentar


EmoticonEmoticon