10/16/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 9 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Para pelayan dan penjaga dari rumah Tuan Park menghampiri tandau dan membangunkan rekan mereka yang pingsan. Kim Ssook terkejut melihat kedatang mereka. “Siapa?” tanya seorang penjaga sambil menghunuskan pedangnya.


Dengan hatu-hati, Kim Ssook bermaksud mengeluarkan pisau dari lengan bajunya. Ia memasukkan pisaunya lagi saat melihat Nok Du yang keluar dari tandu dengan tiba-tiba.


Para penjaga terlihat bingung saat melihat wajah Nok Du. Nok Du pura-pura terkejut melihat Kim Ssook dan membawanya menjauh.


“Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau berusaha menyabotase rencanaku?” bisik Nok Du. Kim Ssook bilang ia datang ke sana karena mendengar kabar bahwa Nok Du tertangkap. “Itu semua bagian dari rencanaku. Aku harus masuk ke dalam rumah dulu untuk mendapatkan tujuanku. Selain itu, apa kau berencana menggunakan pedang tanpa berpikir?”


Pelayan bertanya siapa Nok Du itu dengan sopan, tapi Nok Du malah menamparnya. Pelayan itu bingung karena ia tidak mengerti apa kesalahannya. Kim Ssook ikut terkejur melihatnya.


“Siapa kau berani menyela pembicaraan kami?!” marah Nok Du dengan suara perempuan. Seorang penjaga datang dan menanyakan hal yang sama. Nok Du juga menamparnya. “Lihat aku dengan baik-baik, brengsek! Dia temanku. Pergi!”


Mereka semua terlihat kebingungan. Nok Du lalu menyuruh Kim Ssook pergi. Kim Ssook yang juga bingung, kemudian meninggalkan tempat itu. Pelayan tadi ingin membuka tandu, tapi Nok Du keburu menamparnya lagi.


Nok Du melindungi tandu itu karena ada Dong Joo di dalamnya. Ia lalu melihat Tuan Park keluar dari rumah.


“Hei, kau!” panggil Tuan Park.


Nona Kim sudah berhasil keluar dari rumah Dong Joo bersama Yool Moo. Ia memperhatikan Yool Moo dari belakang dan terlihat khawatir.


Saat bertemu di rumah Dong Joo, Yool Moo bertanya siapa Nona Kim itu. “Aku minta maaf. Tentang menantu perempuan yang tinggal di sana…” Nona Kim bingung bagaimana menjelaskannya. Yool Moo bertanya apakah yang dimaksud adalah Nona Kim. “Ya. Aku temannya. Dia dalam bahaya sekarang.” Yool Moo mengernyitkan dahinya.


Saat sampai di kantor pemerintah, Yool Moo meminta Nona Kim tidak khawatir lagi. Nona Kim bilang kantor pemerintahan sudah lama berkolusi dengan Tuan Park, jadi ia merasa tidak ada gunanya jika melapor. Yool Moo tersenyum dan masuk ke kantor itu.


Tuan Park memarahi Nok Du karena bukannya masuk, tapi malah membuat keributan. Tapi, ia terkejut saat melihat wajahnya karrena itu bukanlah menantunya. Ia ternyata mengenali Nok Du sebagai wanita cantik yang pernah ia temui di Desa Janda. Ia heran karena Nok Du terus muncul di hadapannya. “Aku juga tidak mengerti! Bagaimana kau bisa membuatku tidak nyaman lagi?” protes Nok Du.


Pelayan membisikkan sesuatu ke telinga Tuan Park yang kemudian meminta Nok Du membuka tandunya. Dong Joo yang ada di dalam tandu terkejut. Nok DU menghalangi pelayan dan mengancam akan menamparnya lagi.


Seorang penjaga membuka pintu tandu dari sisi satunya. Dong Joo keluar sambil menutupi tubuhnya dengan jaket Nok Du karena di dalamnya ia memakai pakaian pria. Taun Park terkejut karena muncul lagi satu wanita yang tidak ia kenal.


Tuan Park lalu memerika sendiri tandunya dan tidak menemukan siapapun di dalamnya. Ia frustasi dan menanyakan keberadaan menantunya. Ia meminta penjaga membawa mereka masuk karena ia harus tahu kapan dan bagaimana mereka bertukar tempat dengan menantunya.


Para penjaga menghunuskan pedang. Nok Du menarik Dong Joo ke belakang untuk melindunginya. Para penjaga maju dengan perlahan. “Tunggu! Ada apa ini?” kata komandan prajurit pemerintahan yang tiba-tiba datang.


Tuan Park mengedipkan sebelah matanya dan bilang kalau itu hanya masalah keluarga dan memintanya pergi. Komandan bilang itu tidak mungkin hanya masalah keluarga karena banyak pria berpedang di sana. “Bawa mereka semua!” perintahnya.


Anak buah Tuan Park kebingungan karena akan ditangkap. Mereka merengek bahwa mereka tidak bersalah. “Jangan sentuh aku!” kata Tuan Park saat seorang prajurit akan menangkapnya.


Yool Moo datang tersenyum sendiri. Ia berpapasan dari Tuan Park yang agak terkejut melihatnya, tapi tidak mengatakan apa-apa.


Dong Joo dan Nok Du baru sadar bahwa sejak tadi mereka berpegangan tangan. Mereka buru-buru melepaskannya.


Nona Kim juga kembali dan berjalan bersama Nok Du. Di belakangnya, Dong Joo berjalan bersama Yool Moo. Dong Joo bilang ia berhutang banyak permintaan maaf pada Yool Moo. “Tidak. Dia ibumu. Aku harus menolongnya,” kata Yool Moo.


Yool Moo: “Sepertinya mereka dekat.”
Dong Joo: “Ya, aku dengar begitu.”


Mereka terlihat dekat, padahal karena Nok Du bertanya pada Nona Kim sambil berbisik. Nok Du bertanya apakah Yool Moo benar-benar mempercayainya. “Ya. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah setelah menikah, tidak mungkin dia akan mengenali wajahku,” kata Nona Kim.


Dong Joo salah paham dengan kedekatan antara Nok Du dan Nona Kim.


Saat kembali ke penginapan, suasana menjadi canggung. Mereka saling curi pandang, tapi saat ketahuan, mereka mengalihkan pandangannya.


Saat akan mengambil bantal, mereka tidak sengaja melakukannya bersamaan hingga tangan mereka bersentuhan. Mereka terkejut dan segera menarik kembali tangannya.


Nok Du lalu mengambil bantalnya lebih dulu dengan buru-buru. Dong Joo mengambil bantalnya. Mereka duduk dengan canggung dan merasa suasana sangat panas.


Setelah beberapa lama terdiam, akhirnya Dong Joo memulai pembicaraan. Dong Joo bertanya kenapa Nok Du tidak pergi bersama kekasihnya. “Kenapa kau datang ke sini?” Nok Du balik bertanya. Dong Joo tidak mengerti maksudnya. “Kenapa kau dan Cha Yool Moo ada di rumah itu?”


Dong Joo heran kenapa Nok Du menanyakan hal itu padahal Nok Du baru saja menyelamatkan kekasihnya sampai harmpir mati. “Aku penasaran. Apa salahnya kalau aku ingin tahu?” kata Nok Du. Dong Joo melemparkan bantal pada Nok Du dan berbaring.


Nok Du menghela napasnya.


Keesokan harinya, Guru Hwang dan Aeng Doo sudah sampai di Pelabuhan Hanyang. Guru Hwang akan langsung kembali ke tempat persembunyiannya, tapi Aeng Doo ingin agar Nok Du pulang bersama mereka.


Guru Hwang bilang Hanyang sangat luas, jadi akan sangat sulit untuk menemukan Nok Du. “Jika ada kemauan, pasti selalu ada cara,” kata Aeng Doo optimis dapat menemukan calon suaminya. Ia menarik paksa ayahnya.


Nok Du datang ke Rumah Muweol cabang Hanyang dengan memakai pakaian pria. Ia bahkan memasang codet di matanya agar terlihat sebagai penjahat yang ia gambarkan sebelumnya.


Ia mendekati seorang pria mabuk dan meminum minumannya. Ia berkata, “Aku mengikuti pembunuh itu setelah meninggalkan pulau. Aku melihat pembunuh memasuki Desa Janda.” Pria mabuk itu tidak mengerti apa itu Desa Janda.


Seorang wanita mendengar perkataan Nok Du dan ia tampak waspada.


“Ketika aku memasuki desa, mereka bilang pria dilarang masuk dan mereka memukuliku. Aku bahkan berkelahi dengan seorang janda dan mendapatkan luka ini,” lanjut Nok Du.


Wanita itu meninggalkan tempatnya dan Nok Du menyadari hal itu. “Jadi aku kembali ke Hanyang. Aku akan menunggu kesempatan lain untuk bisa masuk ke sana,” lanjut Nok Du dengan sengaja. Wanita itu masih mendengarkan.


Nok Du bahkan dengan sengaja menunjukkan wajahnya. “Apa mungkin kau tahu tentang Kelompok Pembunuh yang dipimpin oleh wanita?” tanyanya pada pria mabuk itu. 


Pria itu mulai mengoceh, tapi Nok Du bilang ia harus pergi ke toilet. Merasa rencananya berhasil, Nok Du meninggalkan tempat itu dengan perasaan puas.


1 komentar


EmoticonEmoticon