10/16/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 9 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Wakil Kurator sangat syok. Ia mengulurkan buket bunganya ke udara kosong dengan sedih.


“Nona Kim,” panggil Yool Moo pelan untuk membangunkannya.


Yool Moo dan Dong Joo yang turun lebih dulu, kemudian sama-sama mengulurkan tangannya untuk membantu Nok Du turun. Nok Du yang masih kesal, akhirnya memilih uluran Yool Moo.


Nok Du mendaratkan tangannya ke tangan Yool Moo. Dong Joo terkejut karena ia diabaikan.


“Astaga, tidak…” pekik Wakil Kurator hampir menangis.


Para Gisaeng terkejut, terutama Hwa Soo yang tampak sangat kesal.


Yool Moo menggendong Nok Du, lalu menurunkannya dengan hati-hati. Dong Jii kehilangan kata-kata, sedangkan Wakil Kurator menjatuhkan bunganya.


“Astaga, si brengsek kecil itu,” kata Wakil Kurator saat melihat Yool Moo disuapi Hwa Soo. Hwa Soo melihat Dong Joo minum, lalu melarangnya, tapi Dong Joo memaksa.


Wakil Kurator terus menatap Yool Moo dengan sengit.


Jung Sook bertepuk tangan dan bilang kalau Nok Du pasti sangat senang karena bisa bertemu keluarganya setelah sekian lama. “Apa keluargamu memberikanmu sesuatu yang bagus sebelum kau pergi?” tanyanya penuh maksud.


Nok Du bilang keluarganya memberikan benih untuk ditanam di desa. Ia memberikan tas yang sebenarnya berisi gajah besi itu kepada Yeon Boon. Yeon Boon memeriksa isi tas dan memberi kode bahwa pesanannya benar.


Saat menjauh dari keramaian, Kim Ssook menduga kalau Nok Du peminum yang lemah. Nok Du beralasan kalau ia tidak pernah minum alkohol sebelumnya. Jung Sook memuji rencana Nok Du yang sengaja ditangkap dengan tujuan tertentu.


Kim Ssook merasa lega karena tadinya ia khawatir rencana Nok Du itu akan gagal. Ia lalu bertanya bagaimana Nok Du mencuri gajah besi itu. “Itu rahasia,” kata Nok Du. Kim Ssook memuji hasil kerja Nok Du dan bilang akan memberitahu atasannya agar Nok Du bergabung secara resmi.


Nok Du: “Jadi aku bisa bergabung bersama perkumpulan itu?”
Jung Sook: “Kau hampir bisa. Tidak ada alasan untuk tidak menerimamu, kecuali kau bukan seorang janda.”
Nok Du: “Ah, ya.”


Melihat Nok Du sudah bergabung lagi bersama mereka, Hwa Soo bilang mereka akan menanyakannya. Gisaeng berbaju merah bertanya kenapa Nok Du memeluk Yool Moo. “Apa?” tanya Nok Du tidak mengerti maksudnya.


“Karena dia menyukainya! Sial. Astaga. Aku tahu segalanya. Aku, Yeon Geun, sang Wakil Kurator sudah memberikan hatiku pada Nona Kim Nok Soo! Tapi kenapa? Kenapa Nona Kim menyukai kucing liar seperti dia?!” kata Wakil Kurator.


Dong Joo yang sudah mabuk, lalu tertawa. “Apa? Kenapa aku menyukainya?” tanya Nok Du bingung. Dong Joo tertawa tanpa suara. “Itu tidak benar!” Dong Joo tidak sengaja menumpahkan minuman ke gaunnya. Yool Moo mendekat untuk membantunya dan memintanya berhenti minum. Nok Du terlihat khawatir.


“Ibu dan anak. Mereka suka membuat kekacauan,” kata Gisaeng berbaju kuning yang juga tidak suka Yool Moo dekat dengan wanita lain. Hwa Soo bilang seharusnya Dong Joo tidak diperbolehkan minum. Nok Du bertanya apa yang akan terjadi jika Dong Joo mabuk.


Hwa Soo: “Dia akan mengatakan apa yang ada di pikirannya. Dia akan mulai mengocehkan rahasia orang lain.”
Dong Joo: “Ah, benar. Hei, kau. Aku bilang pada semua orang bahwa kakimu bau.”
Hwa Soo: “Astaga, Dong Joo.”


Dong Joo lalu melihat Nok Du dan mengedipkan mata kepadanya. Nok Du terkejut, apalagi ketika Dong Joo mengangkat kedua alisnya penuh arti. Nok Du khawatir dan langsung bertindak.


Nok Du mengajak putrinya itu pulang. Hwa Soo melarang mereka pergi karena Nok Du harus menyelesaikan apa yang tadi ia bicarakan. Hwa Soo menanyakan apa yang Nok Du pikirkan tentang Yool Moo karena setiap wanita ingin berdekatan dengan pria seperti itu.


“Benar! Ibuku…! Ibuku menyukai seseorang,” kata Dong Joo. Semua orang terkejut dan penasaran. Nok Du panik dan menghampirinya.


Seseorang membuka pintu gerbang Rumah Gisaeng.


Nok Du bilang Dong Joo sangat mabuk, sehingga mengarang cerita. Ia kembali mengajak Dong Joo pulang. “Walau dia mabuk, dia tidak pernah berbohong. Ayo kita dengarkan dia,” kata Hwa Soo. Gisaeng lain bertanya apakah orang yang disukai Nok Du adalah Yool Moo atau bukan.


Dong Joo: “Orang yang… ibuku sukai adalah…”
Nok Du: “Suamiku! Mendiang suamiku.”


“Sayaaang!” panggil Aeng Doo yang baru saja masuk ke Rumah Gisaeng. Guru Hwang masih belum melihat di mana Nok Du. Nok Du terkejut bukan main melihat mereka datang ke sana.


“Sayang?” gumam Yool Moo heran. Dong Joo yang sudah mabuk melihat gadis kecil itu sebagai Nona Kim yang asli. Semua orang terlihat bingung.


Guru Hwang bertanya apakah Nok Du benar-benar ada di sana. “Ya,” kata Aeng Doo sambil melangkah dengan riang.


Nok Du panik karena sebelumnya Jung Suk bilang bahwa sebentar lagi ia bisa bergabung dalam perkumpulan mereka.


“Aku rasa itu bukan dia,” kata Guru Hwang ragu. Melihat mereka semakin mendekat, Nok Du terpaksa membuat pilihan sulit agar rencananya tetap aman.


“Aku akan melanjutkan ucapanku. Aku tahu kalau aku tidak boleh melakukannya, tapi izinkan aku mengatakan kenapa dan bagaimana akhirnya aku menyukai… Tuan Yool Moo,” kata Nok Du. Wakil Kurator hampir pingsan mendengarnya. “Kau adalah pria sejati, Tuan. Dan aku… Dan aku juga seorang wanita.”


Dong Joo tertawa, tapi tidak ada yang mengerti apa maksud tawanya itu.


Yool Moo sangat terkejut mendengar pengakuan Nok Du. Nok Du meminta maaf dan mendekatinya.


“Maafkan aku, Tuanku,” kata Nok Du lalu mencium bibir Yool Moo. Hwa Soo berteriak histeris.


Aeng Doo marah sampai menghancurkan apel yang dipegangnya.


Yool Moo meremas pakaiannya. 


“Bagaimana dia bisa…” kata Wakil Kurator sebelum jatuh pingsan.


“Sial,” umpat Dong Joo lalu menjauhkan kedua pria itu. Napas Yool Moo tersengal-sengal karena ia sangat syok. Dong Joo memperhatikan mereka satu per satu.


“Aku menyukaimu! Aku menyukaimu!” kata Dong Joo sambil menutup matanya.


Yool Moo dan Nok Du terkejut dengan pengakuan Dong Joo.
Comments


EmoticonEmoticon