10/16/2019

SINOPSIS Vagabond Episode 13 PART 1


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: SBS

Pada sebuah konfersi pers Kementrian Pertahanan Nasional mengatakan bahwa mentri pertahanan akan berusaha memprioritaskan kepentingan bangsa dan Negara


Sedangkan ditempat lain, para wali korban kecelakaan B357 berdemo dan menuntut agar presiden mengungkap kebenaran atas kecelakaan tersebut


Mentri Peertahanan juga mengatakan bahwa rencana F-X berhubungan langsung dengan hidup 600.000 tentara, dan itu akan jadi pilar keamanan Negara


Presiden beserta perdana mentri sedang menonton tv yang memuat berita orasi wali korban kecelakaan pesawat, namun karena jenuh mendengar opini rakyat, perdana mentri pun mengganti channel


Channel berganti ke acara konfersi pers Mentri Pertahanan yang mengatakan bahwa f15 Eagle produksi John n Mark adalah jet yang paling sesuai dengan situasi Negara kita


Pak Gi dirumah sakit menonton orasi para wali korban yang lebih memilih mengungkap kebenaran daripada kompensasi uang. Pak Gi merasa iba melihatnya


Pada sebuah rapat kepresidenan, presiden bertanya pada komandan Han “Siapa yang lebih kau sayangi? Ibumu atau ayahmu? Itu pertanyaan yang rasanya pernah ditanyaan kepadaku. Dari sudut pandang yang lebih luas aku harus menerima saran Kementrian, tapi saat aku memikirkan para korban kecelakaan pesawat, bukan hal mudah mengabaikan dukacita rakyat kita sebagai presiden”


Komandan Han :”Belakangan, tampaknya banyak orang merasa kepentingan nasional sangat diutamakan”
Presiden :”Itu membuatku risau, keluarga korban protes, para penentang protes, aku melihat rakyat terbelah dua dan saling berkelahi. Aku merasa musibah ini akibat inkompetensiku”


Perdana mentri mengerti kebingungan presiden tetapi ia meminta presiden segera mengambil keputusan sebelum keadaan semakin memburuk


“Oleh karena itu aku mengundang tamu kita, perwakilan tiap agensi berita. Tolong sampaikan pendapat kalian perihal kejadian ini. kebijaksanaan kita harus digunakan dengan baik”kata Presiden


Seusai Rapat, Presiden tampak kesal dan frustasi. “Siapa yang bicara omong kosong tadi?”


Stafnya mengatakan itu dari Kepala kantor berita SBC. “Dia diangkat baru baru ini”katanya


Tiba tiba perdana mentri menyela bicara, “Jika kau tahu, dia sangat dungu. Seharusnya kau beri tahu sebelum rapat. Jangan biarkan mereka pergi begitu saja, bicaralah kepada mereka, kau yang bertanggung jawab terhadap opini rakyat”


Perdana mentri terus mendesak presiden, “Kementrian akan menanggung semuanya, jika John n Mark mendapat banyak dukungan dari masyarakat, protes keluarga korban pun akan mereda.”katanya


Presiden :”Tapi bagaimana jika kita sial dan menjadi gawat?”
Perdana Mentri :”Ada mentri Park yang bisa menjadi kambing hitam. Bukankah dia orang yang paling pas untuk disalahkan”
Presiden :”Kau ini genius”


Diluar, sekretaris Negara menguping pembicaraan Presiden dan perdana mentri itu dengan perasaan kesal


 Diperempatan jalan, Dal Geon terkejut melihat Jo Bu Yeong yang ia pikir sudah meninggal, lewat didepannya. Dal Geon segera keluar dari mobil dan berlari mengejarnya. 


Namun saat sedang mengejar, tiba tiba Presdir Dynamic datang dan menepuknya dari belakang. “Kau baik baik saja?”sapanya 


Kemudian Presdir mengajak Dal Geon bicara diantornya. Dal Geon menceritakan yang barusaja ia lihat kepada Presdir. “Mungkin aku yang salah lihat”ata Dal Geon kemudian


“Bagaimana jika tidak? Jika ada kemungkinan kau benar, kita harus menyelidikinya. Jangan mengulangi kesalahan di Maroko”kata Presdir 


Tiba tiba sekretarisnya datang, kemudian Presdir pamit pergi. “Akan kuselidiki Reporter Jo. Jika butuh bantuan hubungi aku.”kata Presdir sebelum pergi


Dal Geon minum bersama temannya. Temannya mengatakan bahwa yang dialami Dal Geon tadi siang hanyalah trauma belaka. 


Sambil minum, temannya itu malah bercerita tentangnya yang masih tak sanggup untuk pulang karena akan mengingatkannya pada istrinya “Bodohnya aku, aku terus memencet bel walau tak ada orang. Astaga”katanya


Dal Geon menuangkan minumannya dengan perasaan berat. 
“Bagaimana kita akan membaik? Sejauh yang aku tahu, pemerintah pun tak peduli dengan kita. Menurutmu, apakah waktu bisa menyembuhkan semua luka? Tapi, bagaimana jika luka itu sembuh? Istriku tewas dengan cara yang sadis, dan aku melupakannya”kata teman Dal Geon sambil terisak menangis


Dal Geon dari tadi diam saja sambil menahan tangis, ia mencoba tegar walau sebenarnya ingin menangis juga.

1 komentar

  1. kenapa jadi episode ny terulang. habis episode 8 kok terulang lagi? lanjutan episode 8 mn?

    BalasHapus


EmoticonEmoticon