11/06/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 19 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Raja mengingatkan bahwa ia melarang Heo Yoon keluar dari rumahnya. Heo Yoon meminta maaf, tapi ia harus mengatakan sesuatu kepadanya. “Aku dengar dari pengawal kau brmaksud melindungiku,” kata Raja. Heo Yoon mengiyakan. “Katakan padaku. Kau berusaha melindungiku dari apa? Dan bagaimana kau akan melakukannya?”


Heo Yoon bilang ada orang yang bersiap mengkhianati Raja. Raja bertanya siapa yang dimaksud. “Pangeran Agung Neungyang. Dia melakukan banyak hal jahat untuk mencuri tahta darimu,” kata Heo Yoon.


“Apa? Pangeran Agung Neungyang?” tanya Raja tidak percaya. Heo Yoon meminta Raja menangkap dan menghukum Yool Moo sekarang juga. Dan setelah Raja menghukum Yool Moo, Heo Yoon juga bersedia dibunuh karena sudah tidak setia.


Raja tersenyum mengejek. Ia bilang Heo Yoon terdengar sangat khawatir, sampai ia hampir mempercayainya. Heo Yoon terkejut saat melihat Yool Moo datang.


Yool Moo datang bersama Hwang Tae.


Ternyata sebelumnya, Yool Moo sudah menemui Raja dan bicara dengan pura-pura ketakutan. “Putra Yang Mulia yang dilahirkan… 20 tahun lalu… masih hidup, Yang Mulia.” Raja terkejut bukan main dan bertanya bagaimana Yool Moo bisa tahu.


“Aku bertemu pria itu tanpa sengaja… dan mendengar hal-hal yang seharusnya tidak kutahu,” kata Yool Moo sambil melihat Hwang Tae. Hwang Tae maju ke hadapan Raja dan membungkuk memberi salam.


Yool Moo: “Di… dia putra tertua Jung Yoon Jeo dan seorang saksi hidup.”
Hwang Tae: “Orang yang pernah kusebut adik… adalah putramu, Yang Mulia. Ayahku membesarkannya sebagai putranya sendiri. ”


Raja bertanya bagaimana ia bisa mempercayainya. “Tolong maafkan kami!” kata Yool Moo sambil bersujud. Hwang Tae pun mengikutinya. “Ada orang lain yang juga mengetahui hal ini.”


 Raja: “Siapa dia?”
Yool Moo: “Dia penasehat Heo Yoon. Dia mengancamku. Dia mengatakan bahwa akan menjebakku sebagai pengkhianat jika aku tidak menutup mulutku.”


Yool Moo berpura-pura menangis. Raja menggebrak mejanya dan berdiri. Yool Moo bilang ia tidak bisa diam saja karena ia tidak berani menipu Raja.


Heo Yoon terkejut karena ia malah masuk dalam jebatakn Yool Moo. Raja kemudian menuruni singgasananya dengan langkah gontai. “Yang Mulia… Kau tidak boleh tertipu olehnya,” kata Heo Yoon. Raja menarik pakaiannya.


“Kalau begitu, siapa yang harus kupercaya? Kau? Kau adalah teman terdekatku dan pelayan yang paling setia. Tapi bagaimana aku bisa mempercayaimu jika kau sudah berbohong padaku?”tanya Raja kecewa. “Kau tahu berapa lama aku berharap bahwa aku salah? Ketika aku mencurigaimu, aku selalu berharap bahwa aku salah!”


Raja menangis karena kecewa Heo Yoon membohonginya. “Tolong bunuh aku, Yang Mulia,” kata Heo Yoon yang juga menangis. “Tapi Yang Mulia, kau tidak bisa mempercayai kata-kata Pangeran Agung Neungyang.”


“Cukup!” kata Raja lalu melepaskan tangannya dari Heo Yoon. “Aku ingin kau membawanya ke panjara bawah tanah secara diam-diam,” perintah Raja pada pengawal.


“Yang Mulia, kau bisa menghukumku sesuai keinginanmu! Tapi, kau tidak boleh mempercayainya! Yang Mulia! Yang Mulia! Kau tidak boleh mempercayainya! Yang Mulia! Jangan biarkan dia membodohimu!” isak Heo Yoon ketika pengawal menyeretnya pergi.


Sangat berat bagi Raja untuk melakukan itu semua, tapi ia harus melakukannya.


Saat melihat Kepala Pengawal, Nok Du memperkenalkan dirinya sebagai Yeon Soo, seorang petugas baru. “Aku sudah mendengar tentangmu. Yang Mulia memberi perintah darurat untuk menangkap seseorang. Ikuti aku,” kata Kepala.


Yeon Boon bilang bukti sudah sangat jelas, jadi Kim Ssook tidak perlu menemui Heo Yoon,apalagi penjagaannya sangat ketat. Kim Sook bilang ia harus mendengar dari dua belah pihak. Jung Sook bilang mereka akan pergi bersama. “Lebih baik aku pergi sendiri. Aku tidak akan pulang terlambat,” kata Kim Ssook lalu pergi.


Kepala pengawal bilang tidak boleh ada yang tahu tentang orang yang akan mereka tangkap, jadi mereka tidak boleh membuat keributan.


Nok Du sangat terkejut saat mereka berhenti di depan rumah Heo Yoon. Sekelompok pengawal juga datang menuju rumah itu.


Pengawal Heo Yoon menemui Yoon Jeo dan menyuruhnya segera pergi.Yoon Jeo bertanya ada masalah apa. Mereka mendengar suara dari luar, “Tangkap dia sekarang juga! Ini perintah kerajaan!”


“Pergilah melalui pintu belakang. Aku akan berada tepat di belakangmu,” kata Pengawal Heo Yoon.


Mereka lalu melarikan diri, tapi para pengawal kerajaan menghadang mereka. “Kau harus pergi,” bisik Pengawal Heo Yoon lalu mengeluarkan pedangnya. Yoon Jeo melarikan diri.


Yoon Jeo membuka pintu belakang, tapi sebuah pedang langsung terhunus padanya. Kepala pengawal rupanya sudah menunggu di sana.


Pengawal Heo Yoon tersudut, padahal hanya tersisa satu pengawal kerajaan lagi. Nok Du datang dan memukul pengawal kerajaan hingga pingsan. “Di mana ayahku?” tanya Nok Du. Melihat sekelompok pengawal datang lagi, pengawal Heo Yoon memasukkan sesuatu ke baju Nok Du.


“Tuan Heo memerintahkanku untuk memberikan ini kepadamu. Dia bilang ini bisa mmebuktikan siapa dirimu sebenarnya,” kata Pengawal Heo Yoon lalu menghajar Nok Du dan melarikan diri.


Kepala Pengawal menusuk bahu Yoon Jeo, dan akan meneyrang lagi, tapi Kim Ssook datang. Kim Ssook memberi kode kepada Yoon Jeo agar melarikan diri. Kim Ssok dan Kepala Pengawal dengan sengit.


Kepala Pengawal mendorong Kim Ssook dan tidak sengaja mengenai buah dadanya. Kepala Pengawal terkejut dan dengan reflex melepaskan tangannya. Kim Ssook memanfaatkan kesempatan itu untuk menjatuhkan Kepala Pengawal. Ia lalu menyusul Yoon Jeo.


Seorang pengawal akan memanah Yoon Jeo, tapi Nok Du memukulnya dari belakang. Pengawal itu pingsan dan Yoon Jeo bisa melarikan diri bersama Pengawal Heo Yoon dan juga Kim Ssook.


Saat Kepala Pengawal datang dengan langkah terpincang, Nok Du berkata, “Ke arah sana!” Ia menujuk arah yang berlawanan. Para pengawal pergi ke arah yang ditunjuk, tapi Kepala Pengawal terjatuh. Nok Du menanyakan keadaannya.


“Orang yang menyelamatkan Jung Yoon Jeo pasti seorang wanita,” kata Kepala Pengawal tanpa ragu. Nok Du lalu membantunya berjalan.


“Kubilang aku bisa berjalan sendiri. Astaga,” keluh Kepala Pengawal. Nok Du bilang ia tidak bisa membiarkan orang terluka untuk berjalan sendiri. “Tunggu di sini. Tidak akan lama.” Nok Du menurut.


Setelah Kepala Pengawal pergi, Nok Du melepaskan topinya dan menyembunyikanya di belakang tanaman. Ia lalu pergi.


Raja marah karena Kepala Pengawal kehilangan Yoon Jeo. Kepala Pengawal meminta maaf dan berjanji akan menemukan Yoon Jeo bagaimanapun caranya.


Nok Du mengintai mereka. Raja bertanya apakah Kepala Pengawal menemukan sesuatu. Kepala Pengawal mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.


“Aku menemukan ini di kamar Tuan Heo. Dokumen ini akan menjelaskan segalanya,” kata Kepala Pengawal.


Raja terkejut saat melihat sebuah kertas yang sudah termakan api. Ia tampak sangat syok. “Pastikan kau menemukan Jung Yoon Jeo,” perintahnya pada Kepala Pengawal. “Aku memberimu izin utnuk membunuhnya jika memang diperlukan. Kau hanya perlu membawanya jasadku ke hadapanku.”


Nok Du sangat khawatir karena nyawan ayah angkatnya berada dalam bahaya. Ia melihat Kepala Pengawal menyanggup perintah Raja.


“Buka pintunya!” kata Raja pada pengawal penjaga pintu. Kepala pengawal menghela napasnya dengan berat.


Comments


EmoticonEmoticon