11/06/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 20 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Nok Du duduk di ayunan dan melamun. Dong Joo dan tanpa sengaja mereka bertemu. Ia bertanya apa yang Nok Du lakukan disana dan terlihat linglung.


“Aku menunggumu. Dan kau datang,” kata Nok Du. Dong Joo bertanya kenapa Nok Du sangat murung, Ia bergurau dengan menebak kalau ada yang menyiksanya di Kantor Polisi. “Aku. Kurasa aku yang menyiksa orang lain. Seharusnya aku hidup dalam diam. Itulah hal benar yang harus dilakukan. Aku membuat keputusan yang salah.”


Dong Joo tampak khawatir. “Aku tersesat. Aku berharap seseorang dapat menjelaskannya padaku, tapi aku tidak tahu harus bertanya pada siapa agar tidak ada seorangpun yang terluka,” kata Nok Du hampir menangis. Aku tidak mengerti. Aku tersesat,” kata Nok Du. Dong Joo tidak mengatakan apa-apa.


Nok Du berdiri dari ayunannya dan mengatakan bahwa ia mengoceh terlalu banyak. Ia meminta Dong Joo melupakan semua yang ia katakan tadi. Dong Joo bilang ia memang tidak mengerti apa yang Nok Du katakan. Ia menyuruh Nok Du pulang dan beristirahat, bahkan sampai mendorongnya.


Nok Du ingin mengantar Dong Joo pulang, tapi Dong Joo melarangnya karena Nok Du tidak akan diterima di sana, jadi ia menyuruh Nok Du pulang. “Tidak. Kau pergi kemanapun yang kau suka. Aku juga akan melakukan hal yang sama,” kata Nok Du.


Nok Du menggandeng tangan Dong Joo dan membawanya pergi. Saat sampai di padang bunga, Dong Joo menyuruhnya pulang, tapi Nok Du menolak. “Apa kau masih menyukaiku? Aku selalu bersikap dingin kepadamu,” kata Dong Joo.


“Kau terlihat indah di mataku. Kenapa kau sangat rumit? Apa yang kau takutkan?” tanya Nok Du. Dong Joo malah bertanya kenapa Nok Du tidak takut terhadap apapun, padahal Nok Du tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. “Karena itulah, aku mengatakan apapun yang kuinginkan. Dan aku mengantarmu pulang karena aku ingin melakukannya/”


Nok Du melirik Dong Joo, lalu menggandeng tangannya. “Kita harus bergandengan tangan dengan benar,” ujarnya. Dong Joo tidak menolak, tapi ia akan melepaskan tangannya saat sampai di ujung jalan. “Kalau begitu, aku akan berjalan dengan perlahan.”


Mereka berjalan dengan perlahan karena tidak ingin cepat-cepat berpisah.


Keesokan harinya, Yool Moo berkata bahwa ia masih tidak mengerti apa yang etrjadi di rumah Heo Yoon kemarin. Ia yakin tadinya Yoon Jeo berada di sana. Ia berkata mereka harus menemukan Yoon Jeo sendiri. Ia akan pergi ke Aseowon, sedangkan Dan Ho diperintahkan untuk membuntuti Nok Du karena Nok Du pasti berusaha menemukan ayah angkatnya.


Nok Du mendapat sketsa wajah Yoon Jeo dari Kepala Pengawal. Ia diminta untuk mencarinya secara rahasia.


Nok Du menyadari kalau ia diikuti. Ia kemudian berbelok dengan tiba-tiba dan melangkah dengan lebih cepat.


Dan Ho kehilangan Nok Du. Ia sangat kezel.


Yool Moo sampai di Aseowon dan Kim Ssook menyambutnya. Kim Ssook membungkuk memberi salam, lalu Yool Moo masuk ke rumah gisaeng itu. Tiba-tiba, seseorang menarik Kim Ssook.


Kim Ssook terkejut karena Nok Du masih berpakaian seperti wanita. Nok Du bilang ia punya alasannya sendiri. Ia bertanya apakah kemarin Kim Ssook pergi ke rumah Heo Yoon. Kim Ssook bertanya bagaimana Nok Du bisa tahu.


Nok Du: “Apa yang terjadi pada pria yang kau selamatkan? Bagaimana lukanya?”
Kim Ssook: “Dia pergi hari itu…”
Nok Du: “Ke mana?”


Kim Ssook menggeleng. Ia bilang pria itu pergi karena tidak mempercayainya dan tidak memberitahu ke mana tujuannya. Ia bertanya siapa pria itu. “Dia ayahku,” kata Nok Du. Kim Ssook mengerti sekarang. Ia memberitahu bahwa Yoon Jeo sedikit cedera, tapi pergi dalam keadaan baik. Ia yakin Yoon Jeo akan baik-baik saja karena pergi bersama Pengawal Heo Yoon.


Nok Du: “Ngomong-ngomong, kenapa kau ada di sini? Apa kau akan membalas dendam pada Pangeran Agung Neungyang?”
Kim Ssook: “Balas dendam?”


Malam harinya, Raja tidak bisa tidur. Ia menuangkan sendiri tehnya, lalu meminumnya.


Dong Joo membeli sesuatu di pasar.


Setelah itu, Dong Joo pergi ke rumah Nok Du, tapi Nok Du belum pulang. “Aku titip ini untuknya. Hanya ini kesukaan Nok Du yang aku tahu,” kata Dong Joo sambil memberikan barang yang ia beli di pasar tadi. Guru Hwang bilang Dong Joo harus menunggu dan menyerahkannya sendiri. “Aku harus pergi ke suatu tempat.”


Guru Hwang menyarankan agar Dong Joo kembali lagi nanti dan memberikannya sendiri pada Nok Du. Dong Joo terdiam, tapi kemudian memberikan bungkusan itu pada Guru Hwang agar memberikannya pada Nok Du. Ia pun pamit pergi.


Dong Joo kembali pergi ke rumah gisaeng di kaki Gunung Okmyuk. Ia menatap pintu gerbang dan melangkahkan kakinya. Tapi ia melihat seseorang datang.


“Kepala Polisi Daerah?” sapa Dong Joo heran. Raja tersenyum padanya. Mereka lalu pergi ke penginapan tempat mereka pernah makan bersama.


Dong Joo bertanya kenapa Raja terlihat lemas seperti sudah berhari-hari tidak makan. Ia bertanya apakah Raja gagal menangkap pencuri. “Aku selalu gagal menangkap mereka. Tapi… apa kau akan pergi ke rumah gisaeng?” kata Raja.


Dong Joo mengiyakan dan bilang ada yang harus ia lakukan di sana. Raja yakin Dong Joo bukan bermaksud menjadi gisaeng. “Kau benar. Bukan itu alasannya. Aku berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pelayan di istana,” kata Dong Joo.


“Tujuanmu juga masuk ke istana?” tanya Raja. Dong Joo mendengar jika bekerja di istana, maka akan mendapat penghasilan yang stabil. “Aku mengerti.”


Raja lalu memegangi kepalanya. Dong Joo menebak kalau Raja masih sulit tidur. Ia bertanya apakah Raja belu mencoba sarannya. “Belum. Aku tidak bisa melakukannya. Sudah lama aku meninggalkan istriku kesepian,” kata Raja.


Raja bilang ia tidak berani mengganggu istrinya ataupun meminta isrinya menenangkan dirinya setelah membiarkannya kesepian bertahun-tahun lamanya.


“Tidak apa-apa. Kau mungkin membiarkannya kesepian untuk waktu yang lama. Tapi siapa yang tahu? Dia mungkin juga sedang menunggu dirimu. Dia mungkin menunggumu menghubunginya,” kata Dong Joo. Raja tersentak.


Beberapa saat kemudian, Raja meninggalkan penginapan lebih dulu. Sedangkan, Dong Joo kembali ke rumah gisaeng.


Tapi di sana Dong Joo malah berpapasan dengan Tuan Park dan anak buahnya!
Comments


EmoticonEmoticon