11/07/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 21 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Heo Yoon berkata, “Kau menelantarkan rakyatmu, teman lamamu, bahkan bayimu! Apa yang kau takutkan…” Ucapannya terhenti.


Raja mengambil tongkat besi dan menusukkannya ke perut Heo Yoon. Hwang Tae jatuh terkejut, sedangkan Yool Moo tenang saja karena dia memang menginginkan hal itu.


Raja mencabut besinya dan darah keluar dari mulut Heo Yoon. Darah segar juga menetes dari perut Heo Yoon. Raja bilang ia sudah mengingatkan Heo Yoon untuk berhenti bicara.


“Yang Mulia…” kata Heo Yoon lemah. Raja sadar bahwa ia baru saja terbawa emosi. Ia menjatuhkan besinya.


“Apa yang kulakukan? Tidak, tidak. Tidak!” Raja menyesali perbuatannya.


20 tahun lalu saat penjajahan Jepang, Raja yang saat itu masih muda mendatangi rumah keluarga Dong Joo. “Aku belajar bahwa kita harus bertanggung jawab dengan keputusan yang kita buat,” kata Raja yang juga didampingi Yoon Jeo dan Heo Yoon.


“Tapi di mana orang yang harus bertanggung jawab sekarang? Kenapa orang yang tidak punya kekuatan utnuk memilih negerinya atau Rajanya harus mati mengenaskan?” tanya Raja pada dirinya sendiri dengan sedih.


Raja lalu menutup mata jasad seorang pria yang sepertinya adalah ayah Dong Joo. Ia bertekad akan menjadi orang yang berbeda dan membuat rakyatnya bahagia.


“Aku selalu mengagumi air mata yang kau keluarkan saat itu. Aku ingin selalu berada di sisimu dan mewujudkan keinginanmu” kata Heo Yoon yang semakin banyak mengeluarkan darah. Raja menangis dan melarangnya bicara lagi.


Raja: “Panggil tabib! Cepat panggil dia!”
Heo Yoon: “Tidak.”
Raja: “Kau bisa mati. Tidak!”


Heo Yoon menatap Yool Moo, lalu menutup matanya. “Tidak! Yoon! Tidaaaak…! Yoon… Yoon…” teriak Raja.


Yool Moo tersenyum tipis.


Pengawal Heo Yoon segera membawa Yoon Jeo menjauh saat melihat sekelompok prajurit sedang berpatroli.


Pengawal bertanya apa yang akan Yoon Jeo lakukan. “Aku harus bertemu Sang Ratu,” kata Yoon Jeo. Pengawal terkejut dan bertanya bagaimana Yoon Jeo akan melakukannya. Ia menyarankan agar Yoon Jeo menemukan Nok Du terlebih dulu. “Dia tidak boleh tahu kebenarannya. Hanya Ratu yang bisa melindunginya hingga akhir.”


Pengawal menghela napas dan berjanji akan mencari cara. Yoon Jeo bilang ia akan menemukan caranya sendiri dan memperbolehkan pengawal pergi. “Aku diperintahkan oleh Tuan Heo untuk melindungimu hingga akhir,” kata pengawal.


Nok Du bertemu dengan Kepala Pengawal yang terlihat lesu. “Aku baik-baik saja. Apa kau menemukan makamnya?” tanya Kepala Pengawal. Nok Du bilang kedua orang itu tidak bisa mengingat lokasinya karena sudah sangat lama. “Mereka boleh pergi. Kita tidak perlu mencarinya lagi.”


Nok Du bertanya apa maksudnya. Kepala Pengawal menyuruh Nok Du mengantar mereka pergi dulu karena ia harus membersihkan diri.


Kedua orang itu terus berterima kasih kepada Nok Du. Nok Du yakin itu semua atas perintah Raja. Mereka berdua merasa sangat bersyukur. Langkah Nok Du terhenti karena melihat Nok Du yang sedang menjemur.


Kedua orang itu terkejut saat melihat Dong Joo, tapi tidak mengatakan apa-apa. Nok Du lalu menunjukkan jalan keluarnya kepada mereka.


Setelah mengantar kedua orang itu keluar, Nok Du menghampiri Dong Joo dan membantunya. Ia menegur Dong Joo yang sudah bekerja, padahal belum sehat betul. Dong Joo mengambil kain berikutnya, tapi Nok Du merebutnya.


“Aku saja. Duduklah dan beristirahat. Atau berdirilah di sini dan lihat aku,” kata Nok Du. Dong Joo mencibir tapi merasa senang. Ia bertanya kenapa Nok Du ada di sana. “Aku datang untuk menemuimu. Aku akan menangkapmu ketika kau meninggalkan istana.”


Dong Joo bertanya apa yang akan Nok Du lakukan setelahnya, tapi Nok Du tidak bisa menjawab. “Astaga, kau belum punya rencana,” kata Dong Joo. Nok Du bilang banyak yang ia pikrikan dan belum bisa memutuskan.


Nok Du mengusulkan agar mereka naik ayunan nanti. Dong Joo setuju. “Dan untuk besok… apa kau tahu besok ada pertandingan ssireum di pasar? Ayo kita ke sana. Dan lusa…” ajak Nok Du.


Dong Joo tersenyum sedih. Nok Du bertanya ada apa, tapi Dong Joo bilang tidak ada apa-apa. Ia kemudian mengatakan bahwa mereka bisa melakukan apapun yang mereka bisa. “Baiklah. Aku akan menunggu di pintu belakang,” kata Nok Du.


Dong Joo menyuruh Nok Du segera pergi karena khawatir ada yang melihat. “Baiklah. Sampai jumpa,” kata Nok Du lalu pergi.


Dong Joo melanjutkan pekerjaannya lagi, tapi tiba-tiba Nok Du kembali dan menyibakkan kain yang ada di hadapan Dong Joo. Ia meraih tangan Dong Joo dan memakaikan cincin bunga ke jarinya. Dong Joo sangat terkejut dan bertanya apa itu.


“;Aku memetiknya dalam perjalanan ke sini.’ Itulah yang Guru Hwang suruh katakan. Tapi itu cantik, jadi aku mengambilnya untukmu,” kata Nok Du. Dong Joo memperhatikan cincin itu dan tersenyum bahagia.


Nok Du mencium tangan Dong Joo. “Sampai jumpa,” ujarnya lalu pergi.


Dong Joo memeluk Nok Du dari belakang dan saling bergenggaman tangan. Setelah beberapa saat, ia melepaskan pelukannya dan menyuruh Nok Du pergi.


Dong Joo memperhatikan cincin bunganya lagi. Perasaan bahagia dan sedih campur aduk di dalam hatinya.


Comments


EmoticonEmoticon