11/07/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 21 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

“Kepala Pengawal Yeon,” panggil Raja yang berjalan dibantu oleh kasim. Nok Du menoleh dan memebri hormat padanya. Ia melihat Raja hampir terjatuh karena lemas.


Raja mengundang Nok Du ke ruangannya. Ia bertanya kenapa Nok Du menatapnya seperti itu.Nok Du bilang sejak ia bertemu Raja hingga hari ini, ia tidak pernah melihat kedamaian di wajah Raja.


Raja bilang ia merasa paling damai ketika ia menyelinap keluar istana dan bertemu Nok Du. Ia menuangkan tehnya lagi dan bertanya apa Nok Du sudah mendengar apa yang terjadi hari ini. “Ya, Yang Mulia,” kata Nok Du. Sekarang Raja mengerti kenapa Nok Du menatapnya seperti itu.


Nok Du: “Apa ini karena pria yang aku dan Tuan Baek kejar? Apa ini karena Tuan Heo menyembunyikannya…”
Raja: “Tidak. Ini semua salahku. Semuanya salahku.”


“Sejak hari itu. Semuanya berubah menjadi serba salah… sejak hari itu,” lanjut Raja. Nok Du bilang jika Raja menyadari hal itu, seharusnya Raja bisa menemukan solusinya. “Aku sering mendapat mimpi buruk tentang malam itu. Itu sangat mengerikan dan menakutkan. Tapi, apa kau tahu apa yang paling kutakukan? Jika aku bisa kembali ke masa itu, aku tidak memiliki keberanian untuk membuat keputusan yang berbeda. ”


“Yang Mulia, apa kau ingat…” ucapan Nok Du terhenti karena Raja tertidur hingga membentur meja. Nok Du membaringkannya di atas alas tidur. “Apa aku adalah bagian dari malam yang mengerikan itu?”


Nok Du menangis menatap ayah kandungnya.


Raja memimpikan saat ia menusuk Heo Yoon hingga mati, tapi Heo Yoon tiba-tiba membuka lagi matanya. Ia mundur ketakutan.


“Buka pintunya! Buka! Buka! Apa tidak ada orang?!” teriak Raja tapi tidak ada yang datang.


“Langit menginginkan Raja yang baru,” kata seorang peramal wanita. Raja menoleh ke belakang dan mimpinya berganti dengan ingatan tentang kejadian yang ebnar-benar terjadi 20 tahun lalu.


Raja menghunuskan pedangnya dan menantang peramal untuk mengulangi perkataannya. “Putramu yang akan lahir pada tanggal 19 November akan menjadi raja berikutnya,” kata si peramal. Raja bilang ia berperang menggantikan ayahnya dan ia berhasil selamat. Ia tidak bisa menerima kalau raja selanjutnya akan dilahirkan dalam beberapa hari lagi.


Peramal tidak mengatakan apapun. “Baiklah. Memang itu yang ayahku inginkan. JIka bukan karena perang, aku tidak akan menjadi Putra Mahkota. Bagaimanapun juga, sekarang aku adalah Putra Mahkota. Aku akhirnya menjadi Putra Mahkota!” kata Raja yang ternyata belum menerima tahta.


Raja bertanya apa yang harus ia lakukan. “Kau tidak bisa mengubah atau mencegah apa yang langit inginkan,  Yang Mulia,” kata peramal. Raja sangat marah. “Aku tidak bisa berbohong tentang apa yang langit inginkan hanya karena aku takut kehilangan nyawaku.”


Raja bilang ia akan mengganti takdir itu. “Aku pastikan aku akan menjadi Raja!” ujarnya.


Raja lalu menusuk peramal itu. Ia sepertinya menyesali perbuatannya, tapi semua sudah terlambat.


Raja terbangun dari mimpinya dengan ketakutan. Nok Du menanyakan keadaannya. Ia juga bertanya apakah perlu memanggil Kepala Kasim atau tabib. Raja lebih tenang saat melihat Nok Du.


Raja bertanya kenapa Nok Du menangis. “Tidak, Yang Mulia. Aku tidak menangis,” kata Nok Du sambil menghapus air matanya.


“Yang Mulia, ini anakmu. Ini putramu,” kata Ratu. Raja mengambil putranya itu dengan sedih.


Ia membawanya keluar lalu mencekiknya dengan tangan gemetar.


“Aku sungguh berharap kau tidak akan pernah tahu orang macam apa aku ini,” sesal Raja. Nok Du akhirnya mengetahui alasan kenapa ia harus hidup bersembunyi selama ini.


2 komentar


EmoticonEmoticon