11/27/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 27 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

“Apa kau tahu… siapa aku?” tanya Nok Du yang memergoki Dong Joo sebagai orang yang akan menyerang Raja. Dong Joo mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca. Nok Du menangis. “Cepatlah. Pergi sekarang.”


Dong Joo mundur perlahan. Ia lalu membalikkan tubuhnya dan berlari menjauh. Sesekali ia melihat ke belakang karena tidak sanggup berpisah dengan Nok Du, hingga akhirnya ia benar-benar menghilang dari pandangan Nok Du.


Beberapa saat kemudian, para pengawal datang. Kepala Pengawal heran karena melihat Nok Du ada di sana. Nok Du bilang ia mencari tersangka wanita yang sudah meninggalkan penginapan. Kepala Pengawal yakin kalau Dong Joo melewati jalan itu.


“Tidak ada yang lewat sini. Aku akan mencari di sekitar sini. Bawa pengawalmu dan cari di arah sana,” kata Nok Du. Kepala Pengawal mengiyakan perkataan Nok Du yang sekarang memiliki jabatan lebih tinggi, tapi kemudian ia berbalik lagi.


Kepala Pengawal heran kenapa tidak ada pengawal yang mendampingi Nok Du. “Aku terburu-buru,” kata Nok Du mencari alasan. “Pergilah ke sana sekarang.” Kepala Pengawal menurut, walaupun ia masih merasa curiga.


Setelah para pengawal pergi, Nok Du kembali menangis. Ia berusaha menahan hingga dadanya sesak, tapi ia tidak sanggup melakukannya.


Kepala Pengawal melapor dan meminta maaf kepada raja karena tidak berhasil menemukan wanita yang dicarinya tadi. Raja tidak mempermasalahkannya karena ia yakin seorang wanita muda tidak akan bisa berbuat banyak, jadi mereka akan segera menangkapnya.


Raja mempersilakannya pergi, tapi Kepala Pengawal malah menatapnya dengan pandangan bingung. Raja bertanya apakah ada hal lain yang ingin dilaporkan. “Tidak, Yang Mulia,” kata Kepala Pengawal lalu pergi.


Raja memegangi kepalanya yang sepertinya terasa sakit.


Untuk mengatasi rasa curignya, Kepala Pengawal memerintahkan salah satu anak buahnya untuk mengecek latar belakang Nok Du, tempat tinggal, siapa yang ditemui, apa yang dikerjakan, rumahnya yang ada di selatan, dan segala hal tentangnya.


Dong Joo kembali ke makam orang tuanya. Ia melamun dan mengingat saat ia meninggalkan Nok Du semalam. TIdak lama kemudian, ia beranjak pergi.


Ia meninggalkan cincin bunga pemberian Nok Du di sana. Cincin bunga yang telah mongering itu lalu terbang terkena angin.


Sementara itu, Nok Du berjalan tanpa ekspresi melewati taman bunga. Ia lalu berhenti di tengah jalan dan melamun.


Keesokan harinya, rombongan Raja berangkat menuju pemakaman leluhur. Rakyat bersujud saat Raja melewati mereka dengan tandunya. Nok Du berada di atas kuda, tepat di samping Raja.


Salah satu orang yang bersujud adalah Dong Joo yang mengenakan pakaian pria. Ia dan semua orang yang bersujud mulai berdiri saat Raja sudah melewati mereka.


Dong Joo menatap Nok Du dari belakang. Ia masih membawa kotak kayu yang berisi busur panah.


Di kuil, Ratu memastikan bahwa Raja sudah meninggalkan istana. Dayang yakin Raja sudah berada di luar Hanyang. “Aku mengerti. Kalau begitu, ayo kita kembali ke istana,” kata Ratu. Dayang terkejut. “Aku akan bertemu dengannya.”


Sesampainya di istana, Ratu langsung pergi ke penjara bawah tanah untuk menemui Yoon Jeo. Ia lalu berkata kepada penjaga, “Bebaskan dia sekarang juga. Aku akan bertanggung jawab penuh.”


Raja semakin jauh meninggalkan istana. Ia meyadari bahwa Nok Du terus menatapnya, jadi ia bertanya apakah ada yang ingin Nok Du katakan. Nok Du meminta maaf dan beralasan kalau ia hanya sedang melamun.


“Apa maksudmu dia sedang bersama Raja?” tanya Ratu pada Yoon Jeo yang sudah berganti pakaian. Yoon Jeo bilang Nok Du tahu tentang dirinya dan menyamarkan diri sebagai pengawal kerajaan. “Pengawal Kerajaan?”


Ratu mengingat saat Kepala Pengawal memberikan aksesorisnya yang hilang. “Kepala Polisi Wilayah yang menemukan ini?” tanyanya senang. Kepala Pengawal bilang Nok Du sudah dipromosikan menjadi Pengawal Kerajaan.


Ratu senang mendengarnya dan sangat bersyukur karena benda kesayangannya sudah kembali.


“Pengawal Kerajaan…. Maksudmu….” Ratu sangat terkeut dan mengingat saat pertama kali ia bertemu dengan Nok Du.


Yoon Jeo: “Ya. Dia adalah putra Raja yang kuselamatkan 20 tahun lalu.”
Ratu: “Dia sudah tahu semuanya, tapi dia sedang bersama Raja? Maksumu…”
Yoon Jeo: “Itulah kenapa kau tidak bisa ikut bersamaku. Aku akan menghentikannya, jadi tolong tinggallah di tempat yang aman.”


Dayang datang dan meminta Ratu segera pergi. Ratu mengangguk mengerti. Yoon Jeo akan pergi, tapi Ratu menahan tangannya. “Berhati-hatilah. Aku tahu ini permintaan yang memalukan, tapi tolong lindungi putraku,” kata Ratu. Yoon Jeo mengangguk dan bergegas pergi. Ratu dan dayang pun melakukan hal yang sama.


Yoon Jeo pergi dengan menaiki kuda dengan kencang.
Comments


EmoticonEmoticon