11/27/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 27 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Dong Joo ternyata mengikuti rombongan Raja dan terus mengintai mereka.


Dong Joo buru-buru bersembunyi di balik pohon saat Nok Du melihat ke arahnya. Nok Du menatap pohon itu agak lama.


Nok Du tidak melakukan apa-apa dan tetap melanjutkan perjalanannya bersama Raja.


Raja akhirnya sampai di area pemakaman leluhurnya.

Yoon Jeo juga sudah sampai di tempat itu dan terus mengintai rombongan Raja yang masuk ke adalam area rumah. Setelah Raja masuk, pintu utama ditutup dan para penjaga bersiaga di sana.


Yoon Jeo memperhatikan para penjaga yang tersebar di beberapa sudut tempat itu, mulai dari penjaga yang ada di depan pintu, hingga penjaga yang tersebar di halaman.


Penjaga patroli baru saja lewat, sehingga Yoon Jeo dan Dong Joo keluar dari persembunyian masing-masing. Dong Joo dan Yoon Jeo yang tidak saling mengenal itu bertatapan, tapi kemudian saling mengabaikan satu sama lain karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan. Mereka lalu berjalan kea rah yang berlawanan.


Malam hari tiba. Di dalam, Raja sedang menjamu para pejabatnya. Nok Du juga berada di sana. Setelah minum, Raja terbatuk kecil dan memegangi kepalanya.


“Yang Mulia, apa kau sakit?” tanya Pengawal berbaju merah dengan khawatir. “Kau pastilelah karena perjalanan meninggalkan istana hari ini.”


Seorang mengatakan bahwa saat masih menjadi Putra Mahkota, Raja mampu melewati delapan provinsi dengan baik, jadi mereka tidak perlu khawatir. Ia juga bilang saat Perang dengan Jepang berlangsung, Raja sanggup hidup berpindah-pindah tempat, bahkan di gudang jerami. Ia agak kecwa karena Raja tidak meresponnya.


Pengawal Baju Merah bilang ia tahu tentang hal itu karena saat itu, dialah yang menemani Raja. Ia mengatakan bahwa rakyat yang menderita sangat berharap pada Raja. “Begitukah?” tanya Raja. Pengawal mengiyakan dan bilang kalau Raja membahayakan dirinya untuk menyalamatkan negeri dan rakyatnya.


Mendengarkan hal itu, membuat keresahan di hati Nok Du bertambah.


“Bagaimana aku bisa mengabaikan rakyat yang sudah seperti anakku sendiri? Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan,” kata Raja.


“Aku harus membunuh…. anak itu,” kata Raja pada Yoon Jeo. Yoon Jeo mengingatkan bahwa anak itu adalah putra kandung Raja yang berhasil bertahan hidup dari pembunuhan, jadi seharusnya Raja tidak melakukan hal yang sangat buruk itu. “Dia tidak boleh hidup! Harusnya dia tidak bertahan hidup!”


Nok Du tidak tahan lagi dan berdiri dengan tiba-tiba. Pejabat yang duduk di sebelahnya menegurnya karena bersikap tidak sopan di hadapan Raja. “Aku harus memastikan keadaan di luar aman. Aku minta maaf, tapi bolehkah aku pamit, Yang Mulia,” kata Nok Du.


Pengawal Baju Merah ikut menegur Nok Du. “Hmm… aku mengerti kalau dia bosan mendengar cerita masa lalu kita. Kau boleh pergi,” kata Raja memberi izin. Nok Du memberi hormat, lalu pergi.


Nok Du melangkah keluar dengan keresahan di dalam hatinya. Ia terus berjalan sampai melewati pintu gerbang utama.


Dong Joo yang masih mengintai di luar, buru-buru bersembunyi saat mendengar suara pintu terbuka. Nok Du keluar dan menutup pintunya lagi.


Nok Du melihat bunga-bunga yang bermekaran di sana dan memetiknya. “Aku sangat merindukannya,” gumamnya.


“Nok…” gumam Dong Joo pelan saat melihat kalau orang yang keluar tadi adalah Nok Du. Ia juga merindukan Nok Du. “Nok..” Menyadari ia kelepasan bicara, Dong Joo segera menutup mulutnya


“Dong Joo…” panggil Nok Du yang mendengar suara tadi. Ia melatakkan bunganya di tanah akan menghampiri Dong Joo, tapi seorang pejabat menyusulnya.


“Apa kau sudah gila? Bagaimana kau bisa pergi seperti itu?” tegur pejabat itu. Nok Du berlasan bahwa mereka berencana untuk menginap lagi di sana, jadi ia harus mengecek lingkungan sekitar. “Ya, aku tahu. Tapi kenapa kau harus melakukannya sekarang? Apapun itu, pastikan semuanya selesai pada pukul  10.30 malam.”


Nok Du bilang ia akan memastikan semuanya diurus dengan benar. “Baiklah. Ayo kita masuk,” kata pejabat itu lalu berjalan lebih dulu. Nok Du terdiam dan melihat ke tempat Dong Joo bersembunyi.


Pejabat: “Ada apa? Apa ada seseorang di sini?”
Nok Du: “Siapa yang akan datang ke sini? Ayo masuk.”


Dong Joo keluar dari persembunyiannya dan mengambil bunga yang dipetik Nok Du tadi.


Beberapa saat kemudian, Nok Du keluar lagi, tapi Dong Joo sudah pergi. Ia kembali ke tempatnya meletakkan bunga tadi.


Nok Du tidak menemukan bunga yang dipetiknya tadi. Itu membuatnya semakin yakin kalau suara yang ia dengar tadi adalah suara Dong Joo.


Comments


EmoticonEmoticon