11/28/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 28 PART 1


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Raja minum sendirian dengan perasaan hampa.


Ia mengingat saat ia menggendong bayinya yang baru lahir. “Kenapa kau harus lahir pada tanggal 19 November? Kenapa? Kenapa harus hari ini?” gumamnya sedih.


Wajah Raja terlihat lebih cerah saat melihat Nok Du datang. Raja memanggilnya karena ingin minum bersama Nok Du. Ia menyuruhnya duduk dan menuangkan minuman untuknya.


Nok Du menolak minum, padahal Raja bilang satu gelas minuman tidak menjadi masalah. Raja tertawa senang karena merasa sudah memilih pengawal yang hebat. Raja bertanya apakah Nok Du sudah mengirimkan surat pada keluarganya untuk mengabarkannya lolos ujian dan bahkan dipromosikan.


Nok Du menuangkan minuman untuk Raja dna bilang kalau ia belum sempat mengirim surat. Raja mengerti. Nok Du bilang ayahnya adalah orang yang berhati hangat, yang tetap menyayanginya walau ia telah gagal menjadi seorang anak yang berbakti.


“Aku tidak tahu kalau seorang ayah dan putranya akan saling menyayangi seperti ini. Aku merasa iri,” kata Raja lalu minum lagi. “Aku takut berhadapan dengan ayahku. Rasanya seperti berdiri di atas es tipis. Aku selalu menahan napasku dan berdiri tegak. Aku selalu takut diabaikan dan diusir. Aku ingin disayangi olehnya sekali saja. Itu saja. Setidaknya sekali.”


Nok Du merasa sedih mendengarnya. Raja bilang bilang ia tidak pantas mengatakan itu. “Jika aku tidak mendengarkan ramalan itu, aku akan hidup sebagai seorang ayah yang mengagumi putranya,” kata Raja. Nok Du bertanya apakah Raja menyesali perbuatannya.


“Es tipis sudah retak dan aku mengapung di atas air es sejak lama. Tidak penting lagi apakah aku menyesali perbuatanku atau tidak. Hm… aku harus berbaring,” kata Raja.


Raja lalu membaringkan tubuhnya dan langsung tertidur. 


Nok Du menatap pedangnya yang ada di lantai.


Di luar, pejabat khawatir karena pengawal dari istana bisa sampai kapan saja, sehingga tidak mudah memisahkan mereka dari Raja. Ia curiga Nok Du punya maksud lain. Ia menduga kalau Nok Du melemah karena Raja adalah ayahnya.


Nok Du mencekiknya dan berkata, “Dia bukan ayahku. Lupakan tentang membawanya ke istana. Aku ingin membunuhnya sekarang. Jika kau tidak ingin kubunuh, tutup mulutmu.”


“Apa kau sudah gila? Raja bisa kembali ke istana dalam keadaan hidup. Apa kau ingin menyabotase rencananya?” kata pejabat setelah Nok Du melepaskannya. Nok Du menyuruhnya diam jika ingin rencana mereka berjalan dengan baik. “Ap.. apa yang akan kau lakukan jika aku tidak mau diam? Apa kau akan membunuh Raja di sini? Kau pasti sudah gila.”


Nok Du melihat Dong Joo dan langsung mengejarnya. “Das… dasar tidak sopan,” gerutu pejabat karena Nok Du meninggalkannya begitu saja.


Ratu Dowager alias ibu Pangeran Yeongchang tampak berdiam diri dengan wajah yang sangat serius. Ia mendongakkan kepalanya saat mendengar pintu terbuka dan beberapa pengawal masuk.


Pengawal: “Yang Mulia…”
Ibu Suri: “Ayo pergi.”


Yool Moo sudah berhasil memasuki ruang singgasana. Dan Ho melapor bahwa mereka sudah mengambil alih para penjaga dan pos penjagaan, serta Ratu Dowager pun sudah menuju istana. Ia tersenyum puas pada Dan Ho.


Yool Moo: “Selama adikmu melakukan bagiannya dengan baik, kau akan segera menyapa Sang Raja baru.”
Hwang Tae: “Saat kau mendapatkan tahta, apakah kau akan menepati janjimu?”
Yool Moo: “Itu juga tergantung pada adikmu.”


Hwang Tae: “Jika Nok Du menyelesaikan tugasnya dan revolusi ini berhasil…”
Yool Moo: “Aku akan membunuhnya seperti yang sudah kukatakan padamu. Kenapa? Apa itu mengganggumu?”


“Tidak. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau akan menepati janjimu,” kata Hwang Tae. Yool Moo melihat Dan Ho yang kemudian menganggukkan kepalanya. Dan Ho dan Hwang Tae kemudian pergi.


Yool Moo menaiki tangga, lalu duduk di kursi singgasana Raja.


Comments


EmoticonEmoticon