11/28/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 28 PART 2


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Raja terbangun dari tidurnya karena mendengar suara Kepala Pengawal Baek. Ia mempersilakannya masuk, lalu bertanya ada keperluan apa.


“Itu… Itu…” kata Pengawal Baek dengan ragu-ragu. Raja merasa heran dan bertanya apakah Pengawal Baek sudah menemukan Yoon Jeo dan Ratu. Paengawal bersimpuh.


“Ini bukan tentang mereka. Ini tentang pengawal pribadimu,” kata Pengawal Baek. Raja tidak mengerti apa maksudnya.


Nok Du mengejar Dong Joo, tapi Dong Joo berhasil bersembunyi darinya. Saat Nok Du menjauh, Dong Joo pergi ke arah yang berbeda.


“Yeon Soo… sudah mati?” tanya Raja terkejut. Pengawal Baek bilang keluarga Yeon Soo bahkan tidak tahu tentang kabar kematian itu karena mereka sudah lama berhenti saling mengirimkan surat. Ia bilang Yeon Soo sudah lama mati karena penyakit kronis. “Kalau begitu, bagaimana dengan pengawal pribadiku? Siapa dia sebenarnya?”


Pengawal Beek bilang ia menemui keluarga Yeon. “Saat menginterogasinya, aku mendengar sebuah nama,” lanjutnya.


Nok Du berjalan semakin jauh ke dalam hutan untuk mencari Dong Joo.


Raja: “Nok Du? Kau bilang namanya Nok Du.”
Pengawal Baek: “Ya, Yang Mulia. Mereka memanggilnya dengan nama itu.”
Raja: “Kalau begitu… dia…”
Pengawal Baek: “Dia adalah putramu yang diasuh oleh Jung Yoon Jeo.”


Raja tidak mempercayai hal itu. Ia ingin menemui Nok Du dan memintanya menjelaskannya sendiri. “Bawa dia ke sini,” kata Raja. Pengawal mengiyakan dan pergi. Raja menangis.


Raja mengingat saat mereka bertemu dan bicara di tempat ayunan. Saat itu Nok Du bilang ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya tidak ingin ia ketahui dan ia merasa takut dengan apa yang akan ia temukan nantinya.


Raja juga mengingat saat Nok Du mengajaknya menanjak bukit untuk membantunya mengatasi insomnianya.


“Kau dan aku seperti teman,” kata Raja sesaat setelah Nok Du dilantik menjadi anggota militer kerajaan.


Raja juga mengingat saat ia terbangun dari mimpi buruknya dan melihat Nok Du menangis.


Nok Du juga pernah mengambil besi panas karena tidak tahan melihat ayahnya disiksa.


“Aku sudah mempercayaimu sepenuhnya. Beraninya kau… Beraninya kau…” tangisan Raja berubah menjadi kemarahan, tapi kemudian ia menangis lagi.


Dong Joo ternyata kembali ke tempat Raja menginap. Ia terkejut saat melihat Raja keluar.


“Beraninya dia menipuku dengan berada di dekatku?” kata Raja lalu mengambil pedang milik seorang pengawal. Para pengawal dan Kasim kebingungan. Mereka lalu menyusul Raja yang sudah pergi lebih dulu. Dong Joo mengikuti mereka.


Seorang penjahat juga mengintai Raja. Ia lalu melapor kepada atasannya.


“Kita tidak bisa membuang waktu. Kita akan membawa Raja ke istana. Kalian boleh membunuh pengawal pribadi itu atau siapapun yang menghalangi,” kata pejabat pemberontak. Anak buahnya mengangguk mengerti. “Ayo.”


Raja masuk ke hutan untuk mencari Nok Du, tapi pasukan di pejabat malah menghadangnya. “Bukankah kau Sekretaris Kerajaan?” tanya Raja heran. Sekretaris mengiyakan dan bilang kalau malam sudah larut dan tidak seharusnya Raja berada di tempat yang berbahaya. “Itu bukan urusanmu. Tapi, kenapa kau membawa orang-orang bersenjata ini?”


Sekretaris bilang ia sedang menjalankan urusannya, yaitu membawa Raja kembali ke istana secara diam-diam. Raja terkejut. Kedua pengawalnya mulai melawan para penjahat. Raja pun pergi, tapi Sekretaris mengejarnya.


Raja tidak bisa melarikan diri lagi karena ia sampai di ujung tebing. Ia melihat orang dalam kegelapan dan bertanya, “Apa itu kau Sekretaris Kerajaan?”


Ternyata itu adalah Dong Joo dan Raja mengenalinya. Raja bertanya kenapa Dong Joo ada di sana dan mengenakan pakaian pria. “Tolong lempar pedangmu ke dalam jurang,” kata Dong Joo. Raja semakin tidak mengerti dan menanyakan alasannya.


Dong Joo mendekat dan mengarahkan busur panahnya. Ia berjanji akan menjawab pertanyaan Raja, jika Raja menuruti perkatannya. Raja panik dan melihat sekelilingnya. Ia lalu menatap Dong Joo dengan ketakutan.


Sementara itu, Kasim, Dayang dan para pengawal tampak sibuk memanggil dan mencari-cari Raja. Mereka memasuki perkampungan, tapi belum berhasil menemukannya. Mereka lalu pergi mencari di tempat lain.


Raja menyerah dan melemparkan pedangnya ke jurang. “Kau senang sekarang? Sekarang katakan padaku kenapa kau melakukan ini,” ujarnya.


“Pertama-tama, namaku adalah Yu Eun Seo. Kau bukan hanya membunuh seluruh keluargaku karena kau percaya kalau mereka berkonspirasi melawanmu. Kau bahkan berusaha menggali kembali makam mereka,” kata Dong Joo.


Raja: “Yu Yeon Kyung. Kalau begitu, kau adalah cucu perempuannya, satu-satunya yang selamat?”
Dong Joo: “Ya. Dia kakekku. Dialah yang mengatakan padaku bahwa aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan, walaupun aku seorang perempuan.”


Raja tertawa karena ia mengerti sekarang. Ia menyayangkan Dong Joo sudah menjadi yatim piatu sejak kecil. “Semua ini berkat dirimu. Berkat dirimu, aku belaar bagaimana membuat dan menggunakan panah,” kata Dong Joo. Raja bertanya apakah Dong Joo akan membunuhnya.


Dong Joo mengiyakan tanpa ragu. “Hahaha… Jadi inilah alasanmu mendekatiku, sama seperti yang dia lakukan. Baiklah. Apakah dia merencanakan pembunuhan ini bersamamu?!” kata Raja. Dong Joo bertanya apa maksud perkataan Raja itu.


“Kau pikir aku membunuh kakekmu tanpa alasan?! Itu tidak benar! Jika aku tidak membunuhnya, dialah yang akan membunuhku dan menggantikanku dengan Raja yang baru! Itulah kenyataan yang terjadi saat kakekmu masih hidup! LIhatlah! Siapa lagi yang mengincar tahtaku! Putraku sendiri! Orang yang kukira sudah mati!” kata Raja.


Dong Joo sangat terkejut.


Dong Joo mengingat saat Yool Moo memberitahunya kalau Nok Du adalah putra kandung Raja.


Ia juga mengingat saat Nok Du berkata, ”Aku akan meluruskan apa yang salah. Aku harus melindungi ayahku.”


“Kau pikir aku akan membiarkan hal itu terjadi? Aku akan membunuhnya lebih dulu. AKu bisa melakukannya. Tidak ada alasan aku tidak bisa melakukannya!” kata Raja. Dong Joo sangat terkejut dan menangis karena Raja ingin membunuh putra kandungnya sendiri.


Raja: “Ya. Aku akan membunuh siapapun yang ingin mencuri tahta dariku!”
Dong Joo: “Apa Nok Du tahu kalau inilah yang kau rasakan tentangnya?”
Raja: “Aku yakin dia tahu. Dia menyamar, berada di sisiku, mendengar, dan melihat segalanya.


Nok Du datang. Ia melihat ayah kandungnya dan wanita yang dicintainya sedang berhadapan dengan sengit.
Comments


EmoticonEmoticon