11/28/2019

SINOPSIS The Tale of Nokdu Episode 28 PART 3


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: KBS2

Nok Du melihat Raja dan Dong Joo saling berhadapan. Ia panik dan buru-buru berlari ke tempat mereka berada.


Sekretaris Kerajaan berada tepat di belakang Nok Du. Ia pun berlari menuju arah yang sama.


“Kau sudah gila,” kata Dong Joo sambil berlinang air mata. Raja tersenyum licik lalu tertawa. Ia bilang harus menjadi gila untuk meraih tahta. “Sudah lama aku memimpikan untuk membunuhmu. Kukira aku akan merasa lega dan bahagia. Tapi aku salah. Aku tidak percaya aku menyia-nyiakan waktu bertahun-tahun hanya untuk membunuh makhluk buas sepertimu. Aku tidak percaya aku menyakitinya demi pria sepertimu.”


Raja tersinggung dengan ucapan Dong Joo. “Kedudukanmu mungkin yang paling tinggi. Kau mungkin memiliki dunia. Tapi kau hanya seorang mayat. Kau tidak bisa mempercayai siapapun. Dan tidak ada yang mempercayaimu. Kau hanya sebuah kerang kosong,” kata Dong Joo.


Dong Joo membidikkan busur panahnya dan siap menembakkannya. Ia berkonsentrasi dan menarik pelatuknya. Anak panahnya melesat.


Anak panah itu melintas tepat di depan wajah Raja, lalu melewati samping kepala Nok Du, hingga akhirnya menancap di dada Sekretaris Kerajaan. Nok Du dan Raja terkejut.


Sekretaris Kerajaan mati seketika.


Raja dan Nok Du memperhatikan Dong Joo. “Kau bahkan tidak pantas dibunuh,” kata Dong Joo.


Raja akan melarikan diri, tapi kakinya tergelincir. Dong Joo berusaha menolongnya.


Dong Joo berhasil meraih tangan Raja.


Melihat keadaaan itu, Nok Du segera berlari kea rah mereka.


Kaki Dong Joo terkilir karena menahan beban berat, hingga akhirnya pegangannya terlepas dan Raja terjatuh ke dalam air.


Nok Du berhasil menangkap Dong Joo, sehingga Dong Joo tidak ikut jatuh bersama Raja. Mereka kelihat ke bawah, tapi Raja tidak terlihat. 


Nok Du kembali ke tempat Raja menginap. Pengawal Baju Merah bertanya apakah Nok Du bertemu dengan Raja karena tadi Raja pergi untuk mencari Nok Du. “Ada yang ingin kukatakan padamu,” kata Nok Du.


Keesokan harinya, Ratu tampak berjalan mondar-mandir dengan gelisah di halaman suatu tempat. Beberapa saat kemudian, Yoon Jeo datang menemuinya dan bilang kalau mereka mendapat masalah.


Di istana, para pejabat dan ngawal yang sudah memihak Yool Moo tampak bersiap di halaman istana. Mereka semua tampak waspada.


Nok Du datang dengan sebuah tandu di belakangnya.


“Pangeran Agung Neungyang merencakan pemberontakan? Raja terjatuh ke jurang dan ada konspirasi di istana?” kata Pengawal Baju Merah mengulang kata-kata Nok Du.


Nok Du bilang sementara semua orang mencari Raja, ia akan berada di istana sesuatu waktu yang sudah direncanakan. “Kau dan para pengawal harus datang ke sana bersamaku,” kata Nok Du. Yoon Jeo bilang mereka harus menemukan Raja dan menghentikan pemberontakan.


“Kirim pesan dan kumpulkan para pengawal dari area terdekat,” kata Yoon Jeo. Nok Du menambahkan kalau para pengawal harus tiba di istana tepat waktu. Pengawal bilang jumlah pasykan mereka tidak akan cukup. Nok Du bilang ia tahu itu.


Nok Du berjalan masuk ke halaman istana dengan langkah percaya diri. Yool Moo diikuti para pengikutnya juga berjalan menghampiri Nok Du.


“Kerja bagus,” puji Yool Moo lalu berjalan mendekat. Nok Du langsung menebaskan pedangnya, tapi Dan Ho dengan sigap menarik Yool Moo mundur. Semua pengikut Yool Moo mengeluarkan pedang mereka. Pembawa tandu juga mengeluarkan pedangnya.


Yool Moo tidak mengerti apa yang sedang Nok Du lakukan. “Aku datang untuk menyingkirkan para pengkhianat! Jika kalian menyesali keputusan kalian, kalian bebas mengubah keputusan. Aku berjanji kalian akan diampuni,” kata Nok Du. Yool Moo mencibirnya.


“Tidak ada satupun? Kalau begitu, aku tidak punya pilihan. Masuklah…” kata Nok Du.


Pengawal Baju Merah dan pasukannya masuk ke halaman istana. Guru Hwang juga berada di antara mereka.


Kedua kubu saling berhadapan.


Comments


EmoticonEmoticon