11/06/2019

SINOPSIS Vagabond Episode 23 PART 2


Penulis Sinopsis: Nona Senja
All images credit and content copyright: SBS

Di sela sela kepungan tembakan, Dal Geon melihat mobilnya terparkir lumayan jauh dari tempat mereka. Dal Geon nekad ingin mengambilnya, namun Hae Ri mencegatnya


Kemudian pak Gi menawarkan diri, “Biar aku saja yang ambil, kau lindungi aku saat aku mengambilnya”kata Pak Gi 


Dal Geon :”Seberapa cepat larimu dilomba 100 meter?”
Pak Gi :”13 detik”
Dal Geon :”Aku 12,4 detik. Jika kita berlomba aku pasti menang”
Hae Ri :”Astaga, ini bukan saatnya berlomba”
Kemudian serangan tembakan datang lagi


Do Su mengambil granat dan menyuruh anak buahnya melemparkannya kearah container, “Aku berutang pada mereka, sekarang saatnya membalas rasa malu ku saat di Maroko”kata Do Su


Saat anak buahnya yang membawa granat sedang berlari tiba tiba ia tertembak mati. Do Su emosi dan langsung melemparkan granatnya sehingga ledakan pun terjadi


Kepala Min heran darimana datangnya peluru mematikan itu.


Pak Gi juga heran karena ada peluru itu, “Itu tembakan penembak runduk”kata Pak Gi.
“Siapa penembak runduknya?”tanya Hae Ri 


Ternyata tembakan itu berasal dari Kepala Gang diatas gedung. Dibantu Hwa Suk, kepala Gang terus mencari sasaran tembak


Kepala Min menyuruh anak buahnya mencari asal tembakan tadi dan anak buahnya terkejut menemukan Kepala Gang diatas gedung. Namun setelah itu ia tertembak tanpa sempat mengatakan yang ia lihat


Setelah itu Dal Geon nekad keluar untuk mengambil mobil. Hae Ri tak lagi dapat mencegatnya. 


Dal Geon berlari sambil terus diburu tembakan Do Su. Namun Do Su berkali kali tak fokus karena serangan tembakan Kepala Gang. Akhirnya Dal Geon pun berhasil mengambil mobil


Hae Ri keluar membawa Kim diiringi oleh Pak Gi. Mereka semua akhirnya berhasil masuk dan melarikan diri


Kepala Min dan timnya segera masuk kedalam mobil mereka dan mengejarnya. Kepala Gang kesal karena sasarannya  lolos


Sedangkan di gedung biru, jamuan sarapan masih berlangsung. Presiden nampaknya tertarik pada Jessica sampai sampai menanyakan apakah Jessica sudah menikah. Jessica membalasnya dengan terus menggoda Presiden


“Kudengar, pengeboman minyak di Kiria tak berjalan mulus?”kata Jessica tiba tiba.
Presiden, Perdana Mentri dan Sekretaris Yun saling bertatapan heran


“Itu proyek rahasia, bagaimana kau bisa tahu?”tanya Presiden


Jessica :“Astaga, mungkin sebaiknya tak kusebutkan. Kukira tak apa menyebutkannya karena Raja Abdullah berkata langsung.”
Presiden :”Kau kenal baik dengan Raja Abdullah?”
Jessica :”Awalnya urusan bisnis tapi kini kami berteman”


“Perdana Mentri Hong bisa menggunakan bantuanmu”kata Presiden pada Jessica.
“Gunakan Jessica untuk urusan kita”kata Presiden pada Perdana Mentri


“Aku sudah mendapat rekanan untuk urusan itu. Aku akan menghubungimu jika butuh”kata Perdana Mentri


Setelah makan Presiden malah menawari Jessica untuk minum.
“Dengan senang hati”kata Jessica


Sekretaris Yun mengingatkan bahwa setelah ini Presiden akan ada pertemuan bersama tiga pimpinan partai


“Izinkan aku mengundangmu minum ke restoran bagus lain kali saja”kata Jessica, 
“Ide bagus”kata Presiden


Setelah jamuan sarapan selesai, Sekretaris Yun mengantar Jessica keluar


Jessica :”Siapa rekanan perdana mentri?”
Sekretaris Yun :”Aku tak tahu”
Jessica :”Tolong cari tahu untukku”


Setelah itu Sekretaris Yun menerima telepon yang mengatakan bahwa Kim Woo gi sedang dalam perjalanan ke pengadilan. 
Comments


EmoticonEmoticon